Tag: ska

  • Berdansa Skabies Bersama Album Perdana Olegun Gobs

    Berdansa Skabies Bersama Album Perdana Olegun Gobs

    Musik kami itu scabies, satu wabah yang menyerang permukaan kulit sehingga membuat gatal, dan mudah-mudahan kami bisa membuat khalayak tak tahan karena gatal ingin ikut berdansa. Skabies adalah genre yang mecoba kita usung.

    – Olegun Gobs

    Olegun Gobs resmi merilis debut album penuh secara fisik berupa Compact Disc berisi 9 track dan 1 hidden track berjudul “Gobs Colection” yang dirilis secara mandiri oleh “gobs label”. Album ini merepresentasikan bagaimana kebahagiaan kecil dan bisa dikatakan sebagai kebahagiaan minoritas dibangun menjadi sesuatu yang besar dan bernilai, disampaikan lewat single pertama beserta music videonya di kanal youtube yang berjudul “Wednesday Afternoon” disusul single kedua yang di rilis di platform musik digital berjudul “Sure You Are”.

    Album ini berisi 9 lagu, yaitu :
    01. Ramirez
    02. Wednesday Afternoon
    03. KIIH
    04. I’m not The One
    05. Human Race (Drunksoul Cover)
    06. Sure You Are
    07. Karavan Babi (Traffic Tragic)
    08. C.O.D.T (Come On Dance Together)
    09. Menghantam Karang

    Gobs Collection sendiri terinspirasi dari film barbershop yang dibintangi oleh Ice Cube (2002), Konsep album perdana Olegun Gobs ini mengusung tema barbershop dengan sedikit sentuhan kreatif dari kita . Dalam film itu dijelaskan bahwa barbershop bukan hanya sekedar tempat untuk pangkas rambut saja, tapi juga menjadi sebuah komunitas, tempat berkumpul masyarakat setempat untuk sekedar bercengkrama hingga membicarakan isu-isu sosial-politik yang berkembang di lingkungan. Berangkat dari definisi itu, Album perdana Olegun Gobs ini menawarkan materi-materi yang beragam corak.

    “Kalo ke barber, kita ga bisa milih semua dari jenis potongan yg ditawarkan kan?” Ujar yayoi
    “Jadi, album ini adalah kolase pengenalan musik yang kami mainkan dan memang berbeda-beda warna, ada rocksteady, sedikit jazz, funky, dance, punk sampe progresif pun ada. Segi lirik yang beragam mulai dari membahas kencing, kritik menyoal kebijakan kredit, hingga kegusangan oleh kemacetan yang ada di Bandung. Salah satu track di album kami yang berjudul “Human Race” adalah salah satu track milik band asal Prancis “Drunksoul”. Kami mengcover dan sedikit mengubah aransemen musiknya ala Olegun Gobs (semoga ciamik). Artwork album ini dikerjakan oleh Ali Dwi Julianto, artwork yang mengusung barber shop juga yang kita pilih.
    Semua proses kreatif sendiri lahir dalam masyarakat kampus yang kultur sosialnya merupakan langkah awal menuju kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Maka dari itu muncul juga lirik- lirik yang membahas isu sosial.

    Proses rekaman album ini dilakukan di red studio bandung.
    Olegun Gobs beranggotakan 9 personil yang pastinya akan membuat ramai panggung serta crowd yang ada,9 personil ini adalah Aryobimo Pratama Mulyanto (drum & back vocal), Ali Dwijulianto (lead guitar), Helmi Raihan (rythm guitar & back vocal), Fajar Dwi Anugrah (bass & back vocal), Sufy Moethahar (percussion), Faiz M. Fitrandika (trombon), Adit Porsiana (saxophone), Saeffudin (trumpet) dan Yahya Hafidhudin (vokal).

    download band ska
    Olegun Gobs

  • Selamat Lebaran dari Sentimental Moods

    Selamat Lebaran dari Sentimental Moods

    Setelah merilis single Natal di tahun 2014 lalu, Lebaran kali ini akan lebih meriah dengan dirilisnya “Selamat Lebaran” oleh Sentimental Moods (SM). Single Lebaran ini adalah merupakan cover version dari lagu karya komponis besar Ismail Marzuki.

    Judul lagu ini banyak sekali versinya. Ada yang bilang “Hari Lebaran”, “Selamat Lebaran”, “Mohon Maaf Lahir dan Batin”, “Selamat Hari Lebaran”, “Selamat Hari Raya Iedul Fitri”, dan masih ada lagi beberapa versi lain.

    Namun Sentimental Moods akhirnya memilih judul “Selamat Lebaran”, seperti versi pertama lagu ini yang dibawakan sebuah kelompok vokal Lima Seirama yang diperdengarkan pertama kali di RRI (Radio Republik Indonesia) sekitar tahun 1952.

    SM sendiri memilih lagu ini bukan semata karena menganggap lagu karya Bang Mail (panggilan akrab Ismail Marzuki) ini memiliki struktur musikal yang unik (misal bagian reffrain-nya punya dua signature/birama), tapi karena lagu ini punya sejarah dan cerita yang juga unik. Ada beberapa latar historis yang belum tentu semua orang tahu tentang salah satu lagu Lebaran paling populer dan banyak dimainkan ulang ini (termasuk populer dan di-cover musisi-musisi di negara-negara mayoritas Islam dengan lirik berbahasa setempat, seperti di Malaysia). Dari beberapa sumber, didapat bahwa:

    1. Lagu ini diciptakan Ismail Marzuki sebagai kritik terhadap kondisi sosial masyarakat Jakarta dan mungkin beberapa kota lain di Indonesia (setelah era revolusi kemerdekaan, 1950an). Bang Mail mengungkapkan pendapat sarkastis terhadap pemimpin dan para pejabat Indonesia saat itu. Saat itu Indonesia memiliki sistem parlementer yang dipimpin seorang Perdana Menteri yang bergonta-ganti cepat karena konflik politik hingga tak sempat menjalani program-program yang berpihak pada rakyat. Makanya dengan sarkastis Bang Mail menyindir “Selamat para Pemimpin, Rakyatnya Makmur Terjamin…”.

    2. Saat itu mulai muncul para OKB (Orang Kaya Baru, terutama dari kalangan pejabat pemerintah dan pengusaha yang sukses karena kedekatannya dengan pemerintah) di tengah rakyat yang hidup miskin.

    3. Sementara di kelas masyarakat bawah yang secara ekonomi miskin serba kekurangan, justru budaya-budaya lama tetap terpelihara. Mereka boleh saja sehari-hari kekurangan, namun spesial untuk hari Lebaran dibela-belain membeli “… Pakaian Baru Serba Indah…”, begitu kata salah satu lirik lagu ini. Lebaran jadi momen masyarakat bawah untuk bergembira dan bertamasya, walau hanya sekadar jalan-jalan keliling Jakarta dengan Trem (semacam transportasi menyerupai kereta rel yang melintas di jalan-jalan raya, pernah ada di Jakarta dan Surabaya antara tahun 1869 dan akhirnya dibubarkan tahun 1960 karena dianggap sebagai biang kemacetan dan sering terjadi kecelakaan, terutama pada becak dan oplet – semacam angkot era itu). Dengan kocak, Bang Mail menyitir prilaku kelompok masyarakat ini yang memaksa tampil keren, baju dan sepatu baru, walau akhirnya berantakan dan kaki lecet hingga sepatu baru pun ditenteng.

    4. Karena liriknya yang kritis dan satir, lagu ini sempat dilarang diputar di RRI (satu-satunya radio saat itu) di era Orde Lama (1950-1966). Akhirnya baru populer lagi di Orde Baru (1967-1998), tapi bukan versi awal yang diputar. Lagu ini dibuat ulang oleh beberapa musisi dan band untuk kebutuhan radio dan acara di TVRI (satu-satunya stasiun TV di era awal Orde Baru), namun berdasarkan instruksi pemerintah (lewat Departemen Penerangan dan Komkamtib). Bahwa bait lirik yang boleh dinyanyikan hanya bait pertama, dimaknai sebagai pujian atas kesuksesan pemerintah saat itu. Sedangkan bait lirik kedua dan ketiga yang lebih kritis dihilangkan. Bahkan nama Ismail Marzuki pun (beliau wafat 25 Mei 1958 di usia baru 44 tahun) lenyap sebagai komponisnya.

    5. Akhirnya lagu “Selamat Lebaran” dengan lirik tiga paket bait ini dipopulerkan kembali di era tahun 2000an. Lewat berbagai media termasuk internet, akhirnya lagu kritis ini kembali ke asalnya sebagai lagu satir yang humoris namun kritis. Nama Ismail Marzuki pun kembali terangkat sekaligus dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional tahun 2004. Termasuk memberikan jaminan dana dan sosial kepada janda almarhum yang sempat hidup dalam kemiskinan bertahun-tahun sejak ditinggal almarhum, serta diurus soal royalti atas lagu-lagu karya beliau.

    Single Lebaran versi Sentimental Moods ini diaransemen ulang dalam konsep hybrid, antara instrumental dan sedikit vokal dari sebagian reffrain lagu ini.

    Selain lagu ini, Sentimental Moods juga telah merekam lagu karya Ismail Marzuki lainnya yang direncanakan masuk kedalam album mereka berikutnya. Lagu tersebut telah diurus royaltinya, sementara karena lagu Selamat Lebaran ini mengejar momen Ramadhan, maka untuk saat ini disepakati hanya akan dirilis lewat kanal Youtube saja.

    Video ini digarap oleh Christian THP, yang tak lain road manager SM yang juga piawai juga sebagai videografer. Konsep cerita diolah Christian dan teman-teman SM, menampilkan tenor saksofonis SM; Yurie Fachran.

    Selamat menikmati.

    Sentimental Moods
    Sentimental Moods Selamat Lebaran

  • Bomat! Single Terbaru Sisitipsi

    Bomat! Single Terbaru Sisitipsi

    Sisitipsi baru saja meluncurkan album kedua mereka yang berjud ML “Minta Lagi”.

    Pengerjaan album “ML” memakan waktu satu tahun dan akan rilis pada bulan Juli 2018. Sisitipsi juga bekerja sama dengan Maximum Soul dan Velvet Studio dalam pengerjaan album musik ini.

    Sebagai single pertama dipilihlah lagu BOMAT! Karena dianggap mewakili Sisitipsi, baik secara lirik maupun musik yang disajikan.

    Lagu ini diciptakan oleh Rian Rahman dan lirik oleh Fauzan Lubis.

    BOMAT! Bercerita tentang cara pandang Sisitipsi yang memilih untuk tidak memberikan angin pada pengaruh negatif di sekitar mereka yang menghalangi mereka untuk berkarya.

    Video musik resmi BOMAT! dirilis pada tanggal 21 Mei 2018. Bekerja sama dengan Hendrick Ben
    Matulessy, Richard Kalipung dan Selangit Studio, video musik kali ini menghadirkan pengalaman
    menonton pertunjukan teater yang seakan akan sedang dinikmati langsung dari kursi penonton.

    Gaya enerjik Sisitipsi yang selama ini ditampilkan diatas panggung diterjemahkan dalam koreografisarat makna sebagai hasil dari kolaborasi yang padu.

    Instagram : @sisitipsi
    Twitter : @sisitipsi
    Youtube : sisitipsi

    Sisitipsi Bomat!
    Sisitipsi
    Sisitipsi Bomat!
    Bomat!
  • Shaggydog Bersinar Bersama Merayakan 20 Tahun Berkarya.

    Shaggydog Bersinar Bersama Merayakan 20 Tahun Berkarya.

    Shaggydog telah membuktikan bahwa mereka mampu mempertahankan tali yang mengikat erat dalam sebuah konsensus berwujud sebuah grup musik selama 20 tahun.

    Sempat diprediksi tidak akan bisa bertahan setelah era musik Ska berlalu tapi band yang berasal dari kampung pinggir sungai Code, Sayidan, ini masih ada sampai sekarang dan akan melaksanakan konser perayaan 20 tahun berkarya.

    Album terbaru mereka, Putra Nusantara, dirilis via toko musik digital pada 17 Agustus 2016, sementara format CD dan bokset CD dengan wadah bakpia tanggal 10 November 2016 serta terakhir format piringan hitam pada 22 April 2017. Setelah 6 tahun vakum merilis album, Putra Nusantara merupakan bukti sahih bahwa mereka masih bisa berkreasi disela jadwal manggung yang padat. Belum lagi dengan ganjaran piala AMI Awards 2017 yang berhasil mereka bawa pulang dari kategori Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady melalui lagu Rock Da Mic.

    Hampir setiap akhir pekan band yang berdiri 1 Juni 1997 ini selalu berkutat dari panggung ke panggung, dari pelosok pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan sampai Papua. Tidak hanya pulau di Indonesia saja, tercatat mereka telah mencicipi panggung di luar negri semisal di Belanda (2004 dan 2006) , Darwin Festival di Australia (2009) dan terakhir bulan Maret 2016 lalu di Amerika pada gelaran prestisius, South by SouthWest Conference & Festival.

    Setelah sukses dengan konser perdana Putra Nusantara yang digelar di Gudang Sarinah Ecosystem di Jakarta, pada 23 Desember 2016 lalu akhirnya Shaggydog memutuskan untuk menggelar konser spesial ulang tahun ke 20 di kota kelahiran mereka, Yogyakarta.

    Konser ini akan menampilkan lagu-lagu hits mereka selain juga beberapa track yang berkolaborasi bersama JRX (Superman is Dead), NDX A.K.A serta special guest. Selain itu akan ada pameran memorabilia dari Shaggydog yang berisi display rilisan, artwork serta merchandise.

    Tidak hanya bersenang-senang dalam euphoria 20 tahun berdirinya band ini, Shaggydog juga mengajak siapapun yang datang untuk menyisihkan rejeki mereka bagi para korban bencana alam di Yogyakarta yang bisa diberikan melalui kotak donasi selama konser berlangsung atau transfer ke rekening:

    Bank: BCA
    Nama: Aloysius Odyssey Sanco
    No. Rek: 1691935529

    Dipilihlah tanggal 13 Desember 2017 dan bertempat di Liquid Next Generation untuk menggelar konser ini. Sementara itu tiket bisa diperoleh di:

    Presale harga 35k (+ special gift) mulai 27 November 2017 – 8 Desember 2017 di TNGRDEADLY, Doggy Shop dan Liquid Bar and Kitchen.

    On The Spot harga 50k (+special gift).

    Wahai para Putra Nusantara, kami tunggu kehadiran kalian semua!

    Download Shaggydog

    Download Shaggydog

    Download Shaggydog

  • Skastra Merilis Video Hilang Asa

    Skastra Merilis Video Hilang Asa

    Perhaps it’s good for one to suffer. Can an artist do anything if he’s happy? Would he ever want to do anything? What is art, after all, but a protest against the horrible inclemency of life?” – Adolf Huxley

    Kurang lebih, demikianlah yang terjadi pada Raga sang pemain bass. Ia menulis lirik yang begitu dalam di saat putus cinta. Kemudian menjadi single “Hilang Asa”

    Menurut Raga sendiri, single “Hilang Asa” lebih dari sekedar lagu putus cinta.”Setiap orang pasti punya momen saat dia kehilangan sesuatu yang berharga. Dan saat momen itu kejadian, ya, jangan hilang asa. Itu sih cerita personal yang mau gue bagi lewat lagu ini,”

    “Hilang Asa” merupakan single dari album penuh perdana Skastra yang bertajuk “Minor 7”. Selain mendistribusikan albumnya lewat rilisan fisik, saat ini lagu-lagu “Minor7” juga sudah tersedia di layanan streaming digital seperti iTunes, Joox, Deezer,dan Spotify.

    “Di lagu ini kita coba memadukan rock steady dengan jazz. Ya niat awalnya sih cuma eksperimen iseng-iseng aja. Tapi setelah lagunya jadi, wah ternyata asik juga. Mudah-mudahan bisa dinikmati sama kawan-kawan lain juga,” jelas Hanung sang keyboardist.

    CP: Ambar (+62 856-9550- 6400)

    Facebook: SkastraID

    Twitter: SkastraID

    Instagram: @skastra

    skastra
    Skastra