The Milo – Daun dan Ranting Menuju Surga

News

Written by:

Daun dan Ranting Menuju Surga (Radio Edit)

Terbentuk pada tahun 1996, pada awalnya adalah sebuah band side project nya Ajie Gergaji yang pada saat itu masih aktif sebagai gitaris Cherry
Bombshell, bersama-sama dengan Coro (ex-Cherry Bombshell), Upik dan Uti ( gitaris La Luna). Setelah Ajie memutuskan mengundurkan diri dari bandnya terdahulu untuk lebih serius di Themilo, bukan lagi sebagai band side project.

Formasi Themilo pun mengalami perubahan dengan masuknya Suki (ex-Dua Sejoli), Budi Cilsen (ex-Frozen Head) dan Hendi Unyil (ex-New Market) untuk menggantikan Coro dan Uti, yang terus bertahan sampai sekarang. Sebagai salah satu dari sekian banyak band indie label di tanah air, Themilo berupaya untuk terus mencipta dan berkarya ditengah berbagai keterbatasan yang ada.

Keterbatasan pada satu sisi hanyalah pendorong bagi kreativitas lain yang akan memacu hasrat untuk selalu berkembang dan selalu berpikir untuk menghadirkan sesuatu yang baru dan lebih memuaskan walaupun kepuasan tersebut (kadangkala) hanya bersifat sementara dan kemudian menjelma menjadi musuh bagi kreativitas itu sendiri. Themilo akan selamanya menjadi proses tanpa batas, kontemplasi tanpa henti, dialektik tanpa akhir. Dan Themilo sendiri (sekali lagi) masih akan terus berjalan dan berproses, sampai suatu saat nanti waktu tiada berpihak lagi..

Themilo formed in 1996 as a secondary band project of Ajie Gergaji while he was playing as guitarist in Cherry Bombshell together with Coro
(ex-member of Cherry Bombshell), Upik and Uti (La Luna’s guitarist). Ajie decided to quit the band and focused on Themilo as his main project. The group made some lineup changes as Coro and Uti was replaced by new personnel, Themilo is now consisted of Ajie Gergaji, Upik, Suki (ex-member of Dua Sejoli), Budi Cilsen (ex-member of Frozen Head), and Hendi Unyil (ex-member of New Market) for most of the band’s recording career until today.

As one of many indie label’s band exist in Indonesia, Themilo is trying to establish music creativity upon its limitation. The boundaries itself doesn’t
stop them to deliver new ideas in bringing their music. Satisfaction is the last thing they want to achieve because of its temporal nature and could become barricade to their creativity.

Themilo forever will be a process without boundaries, unstoppable contemplation, and dialectic without an end. Last but not least, Themilo will remain exist and processing until time stops them from being creative..

Contact
Jimmy Muhammad
Sadsonic Labs Management
+6281 6466 5579 | @jimmymuhammad
http://themiloband.com/ | @themiloband

0 Replies to “The Milo – Daun dan Ranting Menuju Surga”

  1. kemal says:

    welcome back milo…

  2. Im Always Like you…. Go Shoegaze

  3. giewahyudi says:

    baru lihat live themilo semalem di epicentrun, kerennnn..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: