Author: eric

  • Interview with Jeruji

    Hey. Ini dia band cadas kota Bandung, yang masih tetap eksis setelah bertahun tahun di panggung musik keras. Dan tetap keras, dan akan tetap keras? here we goes JERUJI. Eric Wiryanata mempersembahkan sebuah wawancara dengan Robby dan Aldonny”Themfuck”, untuk pembaca Deathrockstar

    pertama tama ada pertanyaan standar, kenapa dikasih nama JERUJI?

    Karena teredengar gahar dan keras seperti musik kami, dan juga menggambarkan keadaan negara kita sendiri masih terkungkung seperti dibalik jeruji kapitalisme.

    gimana cara kalian mendsekripsikan musik Jeruji ke orang orang yang belum pernah dengerin Jeruji?
    Musik jeruji ya itu tadi seperti deskripsi nama jeruji sendiri.

    gimana sih cara kalian membuat sebuah lagu? berapa lama biasanya sebiuah lagu rampung?
    Banyak berkumpul otomatis kreatifitas membuat lagu akan tersalurkan itulah prosesnya, dan tergantung mood juga kalo lagi mood bisa seminggu dapet beberapa lagu, tapi kalo lagi ngga mood bisa berbulan-bulan.

    sound nya Metalica St. Anger sangat mirip album Lawan? apa pendapat kalian?
    Itu hal yang kebetulan aja, jangan terlalu dibesar-besarkan lah mungkin pendapat pendapat kamu dan telinga kamu begitu. musik itu universal.

    siapa yang bertugas menulis lirik? dan apa sih yang menjadi inspirasi terbesar dalam penulisan lirik?
    Yang menulis bisa siapa aja dari tiap personel bahkan si manajer juga bisa, dulu teman kita dari shaggydog juga nulis lagu buat kita *judulnya PAJEKSAN*. Inspirasinya dari pahit manisnya kehidupan dan lingkungan kita sehari hari.

    album apa aja yang lagi didengerin?
    Hampir semua musik cadas apapun kami dengerin, soalnya tiap hari kagak lepas dari musik

    dalam suasana seperti apa paling enak dengerin album Jeruji?
    Segala suasana dari mulai bermasalah sampai lagi gembira itu cocok buat dengerin, coba aja

    orang akan paling puas nonton jeruji manggung kalau?
    Mabuk!!

    ‘dimanaanakudimanistriku’ apa yang membuat Jeruji mengcover lagu si Unyil ini?
    Themfuck: Lagu si unyil itu punya makna khusus bagi gua pribadi, ceritanya panjang banget lah

    apa saja yang mempengaruhi Jeruji dalam pembuatan lagu. (band apa, atau apa saja)

    Kita terpengaruh secara personal oleh beda beda band dan jenis musik, asli banyak banget kalo diceritain sekarang ini halamannya kurang! Hahahaha

    ceritain tentang album berikutnya dong.
    Eits….album baru? ntar aja tunggu keluar ya, biar penasaran, yang pasti kalo kalian udah pernah nonton kita live, disitu ada beberapa lagu baru trus pendapat kalian gimana? *balik nanya hahaha PUAS SIAH!*

    sekarang kan banyak nih band band indie yang bikin video klip buat MTV kalian sendiri bagaimana?
    semua orang punya jalan masing-masing, menurut kita sih sah sah aja band indie bikin video klip di mtv, itu membuktikan bahwa kita masih eksis dan berkualitas. masalahnya sekarang anggapan orang itu adalah langkah menuju sell-out padahal kita bikin clip itu sebenernya berusaha meraih teman teman yang ngga bisa nonton live di panggung, begitu boss…

    saat ini jeruji tergolong band yang berdiri dan eksis cukup lama, bagi tips tipsnya donk buat band band yang baru berdiri.
    Tetap kompak anggap seperti sebuah keluarga, terus berkarya, jangan patah semangat dan yang paling penting yakin sama musik kamu sendiri dan band kamu sendiri bahwa kalian bisa berhasil dari musik.

    bagaimana opini tentang pembajakan?
    sucks!! but we couldnt resist it, aint we? negara ini sudah menjadi pembajak buat darahnya sendiri, mo gimana lagi??

    campuran minuman favorite. so that people can drunk with power.?
    vodka middle+ Orange Squash+Sprite 1ltr+Ice( Resep ini untuk 6 gelas) and enjoy!

    manggung sambil mabuk atau manggung dulu baru mabuk? kenapa?
    Keduanya juga asyik, as long as you enjoy the gig dats fine

    tuliskan 5 album favorite.
    EXPLOITED – BEAT THE BASTARD
    SLAYER – SOUTH OF HEAVEN
    BLACKFLAG – EVERYTHING WHEN BLACK
    NAPALM DEATH – HARMONY CORRUPTIONS
    RYKERS – BROTHER AGAINST BROTHER
    SEX PISTOLS – NEVERMIND….THE BOLLOCK is here
    dan semua band2 oldskool laennya

    terakhir … last words.
    LOUD, PROUD, DRUNK AND FUCKIN PUNK!
    TIDAK ADA PAHLAWAN YANG ADA HANYALAH KORBAN PERANG!!

    cheers n beers,
    www.jeruji.com

  • Interview with Free Living Insanity's David Kiefer

    Hey readers, you must have been familiar with the name FREE LIVING INSANITY, now is your chance to know them better? if you don?t know, now is your chance to know them? as written to Eric Wiryanata by David Kiefer himself

    how do you introduce your music for a stranger that never even hear your band’s name?
    what we do is rocking and furious punk with melody and ass kick.

    why Free Living Insanity?

    our bands name is just what we are and what mankind should not losse in this more or less high teck generation : free , don?t forget real life , what is more than work and school !!!and of course don?t forget to be always a bit insane.

    tell me five things that most influence you in music?

    – punk and hc lifestyle and attitude,
    – bands we loved as kids and now nofx,social distorsion, dead kennedies,ramones,satanic surfers,die ?rtzte to name a few….
    – we are interested and critical about politics in germany and worldwide, thats also part of our music in lyrics and aggression
    -the friendship we have and the friends we found in the music and the scene as well as the freinds who are not involved with punk rock and still close friends.
    -the shows we go to and the shows we play, that athmosphere at a good punk show is impressiv and strong.

    How did you choose the other members of the band?
    we all found each other in school or as friends, we hang out together, listen to music, change ideas , help with work or future plans, drink and trow up together and of course care about each other .

    what kind of enviromental setting would be the best to enjoy your show?
    i think the best shows are club shows were there is no big difference between the crowd and the band, because in the hc and punk scene should not be a difference between the guys on stage and the people in the crowd, they all have more or less the same ideas and feeling towards the show.

    what kind of intoxicant would you suggest to the people at your party? any favorite mix?
    as a german we prefer beer to everything else…but there are many different kinds of beer !!sometimes we drink vodka but thats the end…we are all not involved with drugs, everyone can choose his own way but for me i think drugs are more boring and also more dangerous than liquor.i?ve seen people getting stupid and ignorant idiots living in there own world and stoped caring about the scene and friends because of drugs.but its everyowns one choice …

    what records you have been listening lately?

    i listen to 80?s punk and hardcore a lot at the moment bands like D.I., agent oarnge, adolescens,adz,rick agnew,tsol,social distortion,descendens,minor threat, youth of today,7seconds,youth brigade,mdc… and i love rock?n?roll like turbonegro, backyrad babies,the bones , generators etc…

    Indonesia have a bad reputation out there. and we all glad that FLI set a tour to Indonesia. what is your opinion about our country?
    we are very happy to come over ,with the persons i phone and mail from indonesia i have very good experience, they are all very nice and care al ot. the main problem is , that the indonesian hc-punk culture is not very much know in europe, maybe we do a documentation video about the scene for germany and europe, that may help the bands , fanzines and labels to be more known and take foot in europe.

    what is the first thing you want to do in Indonesia?
    give a big hello to erick from no madness records, i hope to meet many people from the underground scene to change ideas and change music, and of course we want to do a little sightseeing at your country, we have some books and it looks beautiful.

    please share a short tips about ‘tour accross the sea”
    so far its also our first tour across the sea, but for some touring, you always have to have some people you can trust in every country. thats the most important thing, and some friends that share the van.

    thanks man.
    thanks too and i hoipe we meet and have some beer together …

  • Interview with Rocket Rockers' Al Ucay

    Sebuah interview via e-mail dengan Al Ucay, vokalis band Rocket Rockers. Dipersembahkan dengan bangga ke hadapan anda oleh Eric Wiryanata.

    Sepenting apakah image pada sebuah band?Apakah lebih penting dari musiknya sendiri?
    Sepenting semangkok baso tanpa sambel atau pizza tanpa saus sambel. Bayangkan baso atau pizza tanpa sambal, rasanya akan ‘flat’ dan nggak ada yang menendang emosi untuk memakannya. Ya paling kalo dimakan rasanya akan gitu-gitu aja dan mudah lenyap dari pikiran. Begitu juga dengan band, gue pribadi ga mau band hanya flat dan tidak memberikan berkas/ingatan apa-apa ke orang lain. Untuk seukuran rock, attitude itu penting..sebagaimana jelimetnya skill tapi kalo attitudenya ga nembak, wah susah juga diingetnya. Itu yang gue rasakan setelah hampir 8 tahun mendokumentasikan acara-acara ‘rock/underground/bazzar’ pake handycam butut sampe akhirnya ilang. Yang gue dapet dari pengalaman gue ya itu, attitude bisa menyihir pola pikir sesorang. Untuk musik, memang jangan dilupakan juga, musik juga tetep no.1 dan harus terus progres dan inovatif.

    Diperhartikan dalam beberapa show RR, seringkali Ucay memamerkan pantatnya kepada penonton. Apakah maksud dari perbuatannya tersebut?
    Mungkin bukan memamerkan, tapi memberi simbol aja. Ya itu tadi, semua ini karena attitude. Mungkin dengan memperlihatkan pantat gue, band gue bisa lebih menjual hahaha…!! Pantia acara dihadapkan pada 2 pilihan; undang band ini karena aksi ‘pantat’nya atau jangan undang band ini karena aksi ‘pantat’nya karena menyebalkan. Itu saja. Jadi aksi itu ada unsur tes psychology-nya juga untuk membaca pandangan orang terhadap RR…hehe. Sampai akhirnya aksi itu banyak band yang menjiplak, dan gue mulai malas untuk melakukannya lagi.

    Apa yang akan RR lakukan apabila mendapat tuntutan dari penerbit kamus Bahasa Inggris, karena telah mengutip isinya sebagai nama band?
    Haha,…kami akan bawa kepengadilan! hahaha…siapa tau perkara ini berhubungan dengan pengadilan di Inggris, kan kita jadi bisa ke Inggris tuh! Ketemu sama pakar-pakar new wave disana…haha

    Apa saja proses yang dilakukan oleh RR dalam menciptakan sebuah lagu.
    Prosesnya ngga ribe2 amat sih. Hanya tinggal masuk kamar, kunci, ambil gitar dan teriak2 atau nyanyi asal-asalan sampe nemu nada yang bagus, baru rekam ke walkman. Abis itu persentasikan ke band, sampai akhirnya perang urat! Ya, perang urat soal keinginan dan idealis. Nah, biasanya lagu menjadi fix karena perang itu, ketidak setujuan akan fix-nya lagu itulah yg menjadikan lagu itu direkam. Maklum 5 otak, 5 aura dan 5 idealis…anjist!! susah!!

    Apakah RR akan terus berusaha membuat sesuatu yang lebih segar,. Ada teknik khusus untuk membuat sesuatu yang fresh?
    Secara teknik mungkin ngga ada. Kita hanya berusaha progress. Membuat sesuatu yang sama terkadang menyebalkan juga. Makanya kita ga mau terpatok. Kita memang meng-klaim sebagai band College Punk yang intinya hanyalah buat keren-kerenan aja. Tapi kalo soal musik, yeah! kita punya ramuan sendiri dan kembali kepada 5 otak tadi. Setuju tidak setuju. itulah yang bikin kita fresh: Terus ada perdebatan!. Ada yang didebatkan berarti ada yang dibuat kan?

    Apa saja Pengaruh terbesar RR dalam berkarya? *Pengaruh terbesar dari musik:
    -Aska: dulunya dia punya band grindcore, dia penyuka Pearl Jam sampe sekarang dan dia punya pengaruh besar juga di RR.
    -Ucay: gue lebih ke suntikan attitude band. Soal musik…arrgghh! gue bebas bersyarat! Paling cerewet sama musik RR hahaha..
    -Bisma: Dia dibesarkan oleh lingkungan punk!
    -Lope: Lebih indie rock dan ugal-ugalan.
    Influence: Pulley, Lagwagon, A-ha, New Order, Devo.
    Pengaruh lain: Film, Girls and Money… (money? yeah..bales e-mail ini juga pake money kan? hehehe)kenapa lagi si ucay teh? hahaha…

    Bagaimana cara loe menyikapi label band ?punk? pada RR saat ini? Apakah akan menjadi adil apabila RR dibandingkan dengan band band seperti April Lapigne, Busted yang notabene lebih manis? Mengapa?
    Label ‘band punk’ pada RR? Hmm…sebenernya males juga sih ngebahas hal ini. Tapi mending gini aja deh: Punk itu sendiri yang gue liat hari ini ada 2 hal, yang satu kemasan attitude yang menyangkut dandanan, perilaku, musik (lebih kepada kemasan). Yang satu lagi lebih kepada movement..ada yang into politics, kemanusiaan dan mendalami punk lebih ke personal dll. Kalo kita lebih ke enjoy, enjoy disini lebih ke gimana kita aja! selama orang ngga rugi-rugi banget sama kita, ngga papa kan? Disebut punk kita seneng2 aja, ngga juga enjoy kok. Yang jelas kita tetep punya kontrol dan tau apa yang harus kita lakukan dengan RR. Toh lirik kita juga macem-macem, enjoy-nya ada, pergerakan/movement-nya juga ada…ya balance lah,..ngga cinta-cinta amat deh. Masalah adil apa ngga dibandingin ama Neneng April atau Akang Buset, wah itu ga adil! hahahaha…perjuangan kita lebih susah dari mereka dan kita lebih keren ah dari mereka! haha…

    Apa RR ada rencana untuk Go Internasional? Langkah apa saja yang dilakukan untuk mencapai reputasi pengakuan Internasional?
    Go International? Hmm..Jelas! tahap untuk ke arah sana. Propaganda kita dulu seperti apa. Nah, untuk sekarang kan RR sudah menjalin hubungan kontrak dengan Volcom dan Electric hampir 2 tahun, dan mereka cukup membantu mengenalkan kita ke dunia Internasional. Kita sudah dikenalkan kepada band-band yang berada di bawah bendera Volcom Entertaiment di USA dan band yang pernah di endors seperti Pennywise, Strung Out, NOFX..mereka setidaknya sudah mengetahui keberadaan RR di Indonesia dan mereka memberi respon positif, juga cukup mendukung kita untuk terus berkarya. Nah, tinggal dari RR-nya propaganda-nya seperti apa? Kita sendiri sekarang masih kewalahan masalah money dan untuk mendapatkan hasil rekaman yang ‘nyaman’ di telinga bule. Tapi kita terus usaha lah,…debat terus!! haha. Oh iya, kita juga sekarang sudah masuk kedalam SODA MUSIC DEVELOPMENT, suatu badan yang menangani management (keuangan, merchandise,stage,label), friendsclub dan propaganda newsletter. SODA MUSIC DEVELOPMENT berisikan; Robin Malau a.k.a Low Robb (ex-Puppen), Chaerul (Guitarist-NoinBullet)dan Tommy Prahara. Mereka sebenernya ingin mewujudkan tata management yang sebenarnya dan profesional (seiring dengan pengalaman mereka makan asam garam tentunya). Semua ini kemajuan bersama. Dan propagandannya adalah mem-blurkan masalah tentang indie, major, minor atau underground. Biarin ajalah, karena musik adalah musik dan kita harus enjoy didalammnya. Jangan sampai karena kita indie atau kita major atau kita u.g, tapi kita ngga enjoy didalamnya,..wah males kan? Makanya diblurkan saja…

    Band yang termasuk kedalam SODA saat ini adalah: Burgerkill, Rocket Rockers dan The Bahamas. Siapa tau SODA juga bisa membuat propaganda sampai ke Internasional,..who knows…

    Cita cita terbesar apa yang dimiliki oleh RR?

    Bisa membuka konser NOFX!! hahaha… Kalo cita-cita lokal mah, yah,…bisa beli rumah sendiri, studio sendiri, bikin label sendiri, istri dan tour-tour juga propaganda terus ke luar nagri!

    Bagi bagi ilmu teknik menyanyi loe donkCay.
    Arrgghhh…ga ada teknik! kalo dibandingin ama band-band lokal lainnya yang serupa, gue termasuk yang agak buruk…atau paling buruk? entahlah yg jelas, gue ga pernah puas ama vokal gue. Gue lebih prefer kepada nyanyi asal keluar ludah. Makanya gue ga mau les vokal, takutnya jadi lembut,..hmmm

    Seberapa pentingkah keberadaan fans? Dan dimanakah RR meletakkan posisi Fans dalam proses bermusik RR?

    Fans?..Oh my God,…sejak awal kita enggan menyebut mereka fans, maka dari itu kita membuat rocketrockfriends, yah..sarupaning (semacam) “Sobat Padi” gitu lah! hahahah… Kita meletakan posisi mereka sebagai nyawa kami. Lagian siapa yang mau beli merchandise kita atau mau ngedengerin kaset kita selain mereka. Klise memang. Tapi emang gitu lah,..yah..keun weh…hehe

    Dengan lebih terbukanya market terhadap musik indie sekarang-sekarang ini, apa lo rasa ini akan lebih baik untuk scene independent secara umum atau malah melonggarkan filter untuk band-band yang mediocre/pas2an untuk lolos?
    Wah-wah,..berat nih,..hehe. Ya itu semua kembali kepada kontrol masing-masing, biarpun indie kalo kitanya ga punya kontrol ya sama aja gendeng. Kontrol disini dari segi musik/band yang akan kita bawa. Kalo untuk masalah filter tentang band pas-pasan wah gue ga ada ide. Soalnya kalo band pas-pasan itu mo ngerilis sendiri gimana? ga ada yang larang kan? toh semua yang pas-pasan itu adalah proses menuju yang ngga pas-pasan. Apa lagi RR, dulunya pas-pasan berat..ada kok rekaman latihan kita dulu,..anjist..ga layak dengar! sumbang semua! Tapi sekarang, lumayan lah.. ngga segitunya banget. Intinya: kontrol masing-masing dan jalani prosesnya!

    What is your most intoxicant on your musical experience? Saat manggung atau menulis lagu.
    Intoxicant? wah,..wah,..gue goblok amat ya ga tau artinya. Sorry, gue cukup bingung nih sama pertanyaan ini (aduh..malu nih, bodohnya saya). Yang jelas dalam menulis lagu kita cuma berusaha “sedikit jujur” soalnya kalo jujur, bullshit banget,..pastilah ada influence/sesuatu yang ingin ditiru. Pernah juga depresi gara2 bikin lagu susah dan ngga kelar2. Kalo manggung, gue berusaha mengeluarkan soul yang ada…lepas aja gitu. Ketakutan untuk dilemparin atau dibenci atau ga ditanggap sudah ngga ada sekarang,…kalo dulu masih sih. Kalo sekarang mah, keun weh! (biarin ajalah!)

    Lagu terbaik RR adalah.?

    Kalo gue pribadi: “It’s Just Another Holiday” (soalnya gue ngerasa orisinil pas bikin lagu itu)

    Band yang gagal adalah band yang ?

    Band yang ngga punya kontrol, attitude dan ngga niat (numpang sana-sini mulu,…cari job sendiri lah! Ngga usah manja..huhu)struggle man!

    Rekomendasikan band-band lokal yang menurut loe layak untuk mendapat perhatian lebih.
    Wah, bingung juga euy,..but i’ll do my best:
    -The Upstairs (That’s my man! New Wave!)
    -Full Of Hate (wah tua amat, tapi gue sayang ama band ini)
    -Disconnected (seharusnya mereka lebih bergerak)
    -Electric Youth (band selingan gue, disco,emo-new wave)
    -Shaggy Dog (Ngga ada duanya!!)
    -Sajama Cut (cool di recording, tapi dari segi live kayaknya butuh sedikit pembenahan)
    -Homogenic (seharusnya band ini menyajikan yang lebih ‘aneh’ lagi dari sebelumnya)

    Ada saran kepada band band indie lokal
    yang baru memulai debutnya? *Propaganda-nya di perganas!!

    Setelah membaca DRS Webzine. Apa pendapat loe sebagai pembacanya? (kritik, saran dan pujian)
    Kritik: Hmm,..untuk review udah bagus, tapi apa ya?…sebagian ada yang masih gimana gituh,..eh,..ya agak gimana aja gitu..hihi…susah neranginnya.

    Saran: Propaganda terus!

    Pujian: Niat berat! pol!! bravo !!

    thanks

  • Interview with Sajama Cut

    Interview Sebentar antara DEATHROCKSTAR dengan Marcel dan Opi personel Sajama Cut, di markas mereka…

    coba definisikan Sajama Cut.. sebagai band.
    marcel:Definisiin gmn? Susah ah. Paling kita coba buat lagu sebagus mgkn. Ga ngebosenin (buat kita lho- buat orang lain ndak peduli). Kita juga temen dkt, jadi bisa ngeband kesempatan bagus utk lebih deket. Kalo ga ada band tp nongkrong brg trus nanti disangka homo lagi. Biarpun kt suka gayporn. Seksi kan? Seksi khan? Lagu kita jujur, itu garansi, soalnya kita gak peduli ama yg rokkstarr bisa peduliin. Kita ga demen cewek cakep ama uang. Kita cuman demen wanita dan foyafoya + wine. juga jas armani.tau ah, gimana pi?
    opi: Mau kamu seprti apa ya? Kita cuma sekelompok pemuda yang malas dan mencoba bermain band biar keren….hehehe. Ya mulanya dari ketemu dari kecil (Marcell baru bisa jalan, opi keliling2 naek sepeda, Beta entah dimana) trus waktu kita menjelang dewasa kita ketemu alat musik…..nah dari situ kita liatin aja biar para musisi yang mainin….trus ada orang baik nyumbang duit untuk kita buat bikin album nah jadi deh “apologia”….dari situ kiat santai2 lagi foya-foya dan jadi fans AV-porn

    bagaimana awal mula SC?
    marcel:Standard. Kita temen. Mgkn kalo ga ngeband skrg udah gak temenan. Mgkn dulu krn musik yg kt suka rata2 sama (melvins, altrock kuno, rem, deus)kt yah seneng bisa buat bising rame2 + maen lagu2 band favorit-syukur2 tiap latihan bisa buat 1/3 lagu sendiri. (hore). sejak latihan pertama ga ada balik lg/no turning back dong. asik dehhh.itu 97. sekarng 03.
    opi: kita suka musik dan mungkin musik tidak suka kita…karena itu kita bikin band dari 97 sampai sekarang 2003…kiat nyoba bikin lagu sendiri …eh ada juga orang yang senang (terima kasih semua yang menjadi fans “SC”)…dah gitu lah

    apa yang membuat Sajama Cut berbeda dengan band lainnya?
    marcel:mkgn krn anggota bandnnya beda.
    opi: hmmmm apa yaaa? pertam kita sekelompok pemuda ganteng yang main musik..heeheh (serius)
    marcel:Kt juga masih cari suara sendiri. ga bakal ketemu mudahan. pencarian selalu yg plg seru.nyangkut diantara jatuh cinta sama Brain Wilson – GYBE – SilverMountZion – DanielJohnston. Jd mkgn band lain mau jadi profesional. Kalo kita mau ttp naif. faux-naive. Kalo udah ketemu suara kita, kalo udah mulai jadi parodi diri sendiri, kita dengerin musik lain lagi, jaipongan juga boleh, biar tetep seru, berkembang trus lah… kita juga lebih ganteng dari banyak band lain. coba liat itu boomerang.iih geli deh jelek amat sih.kan udah kaya, operasi plastik dong.

    mengapa Sajama Cut menjadi cenderung lebih pelan dibandingkan album apologia?

    marcel:Krn kalo main lagu pop kan gampang laku. Dan krn kita selalu cinta beatlesbeachboysthehollies sama dengan kita cinta cradlerottingchristhighonfire. Mgkn kita lebih jujur ama diri sendiri. Gmnapun kt kurang bagus menurut gue kl maen lagu 8 menit tareak. Abis Apologia, gue re-evaluasi, ternyata di laci cd/vynil/kaset lebih banyak pop katro 60-an daripada postrock 90-an. Masalah be true to yerself gitu deh.re-evaluasi.vokal gue juga jelek kalo dipaksa teriak, orang lemah gini gue, lebih bis anyayi kalem.
    opi: tadinya gw pikir musik keras yang marah2 gitu keren kita bisa tereak2 lebih energik… lama kelaman kok kaga nyambung bikin musik yang time-traknya lama sampe 7-8 menit cuman bikin budek pas latihan pas kita manggung kita pada kecapean…maklum bodi kita kecil bukan orang macho kaya band jaman sekrg yang kalo maen gitarnya ngangkang..jadi kita coba re-evaluasi diri kita sendirilah.
    marcel:iya, gak kuat lah.stamina butut kita.Tapi yah ga tau, suka kok gue ama lagu2 itu…suka bgt malah

    bagaimana anda meberikan benang merah antara album apologia dengan album berikutnya?
    marcel:Mgkn kl yg dgr ngeliat lbh jauh dari perbedaan bhs, ga ada beda yg drastis sebenrnya. Sekencengnya APOLOGIA, kt berusaha memasukan melodi sekuat mgkn. not planed outrage.Sama juga ama lagu-lagu baru. Kt cuman ngebuang presengki2 yg gak perlu mgkn. Intro intrumental 20 menitnya misalnya, kita ganti jadi verse-chorus trus udah. Lebih langsung. enang merah perkawinan=melodi+lirik seputar cewek seksi.
    opi: benang merah apaan tuh?????(tidak ngerti) kalo hubungannya adalah apologia dan berikutnya kita sama2 Sajama Cut…

    menurut elo, Sc itu identik dengan apa?
    marcel:Hmm,kalo liat review mkgn “lirik puitis”-ngutip itu lho.Itu mgkn yg plg sering gue baca. itu jg kita berterimakasih ada yg merhatiin, krn gue juga sgt mengargai kalo ada band yg tulis lirik yg gak seadanya, tapi put some thoughts behind it lah…tp gue udah ga bis a nyayiin lagi kebanyakan lagu disitu, nginget liriknya terlalu personal, ga enak buat gue inget2 Maunya sih kt identik ama “lagu bagus”. udah. ga usah identik ama tampang keren atau gaya gimana gituhhh. Kayak rem atau papaM atau idlewild. Selain lagu bagus, org kan ga ada yg bilng, ihh dandanannya keren lho.Ihh band sok matching gitu lho, geli dehhh.gak seksi akh. sc identik ama:novel detektif,porno jepang,noir,seksi,pornojepang,lagu bagus, porno jepang. tau dah, gimana pi?
    opi: yahh memang waktu pertam org ngedenger kita banyak yang ngopmong lirik kita puitis….ya tapi gak pa2-lah, tapi kita bangga sama tuh lirik….identik kita tidajk sama satu sama lain gimana bisa dibilang identik
    marcel:iyah, apaan sih identik identikan?

    akhir akhir ini banyak band yang cenderung memberi aksi panggung desktruktif. bagaimana pendapat elo?
    marcel:Terserah mrk mgkn yah. Kt udah lama engga sih. Kl dipikir mgkn selama ga ada preplanning yah gpp. Abisnya yah itu, namanya juga msuik, rokkk apalagi, kalo udah segitu emosinya, kadang kayaknya yah ngeluap gituh lah, rok n rol. Tapi kalo udah ada koreografinya..ihh malu dong. Apalgikalo sampe latihan banting gitar, banyak tuh skrg kayaknya, Dibanting tp gitarnya ga ancur gitu. Buat apa tuh. Sampe ancur dong, kalo perlu dibor pake titit trus dilempar ke kepala anggota badn yg nyebelin / mukanya ga gantengsampe pecah berkeping. kayak dulu si opi (bass) supaya gitaris lama kt gomez keluar band. daripada kt pecat mending kt buat dia pengin keluar. tp ga sengaja sih, abisnya si opi bilang “eh, bass gue licin nih, ga sengaja kelepas ke kepala si gomezzz”. emang mgkn krn bass murahan jadi keringet gampang nyerep./Sori, kt emang dulu agak kampungan sih.rok n rol.man.oh yehh.si opi juga akhirnya di gebukin abangnya gomez.lucu juga sih, dia tau bakal digebukin, jd dia megang di kantong walkman sekitar 3 hari, jadi kalo pas digebukin dia bisa ngerekam suaranya sendiri minta tolong sama ributnya orang2 yg nendang. akhirnya kita jadiin sample trus ditaruh di lagu judulnya “kurang semangat hidup”.mau kita rilis, cuman ga tau nih mau dimana, mgkn kalo ada kompilasi yg keren kali yah…
    (DRS pun diberi kesempatan mendengar lagu ini, dan benar dibagian tengah lagu ini keluar sample gila ini-gilanya kedengeran suara si opi malah tertawa terus menerus selama dipukuli).
    “aw aw, haha ampun mas, gue gak sengaja, hahaha tangan gue keringetan bang!!”.”diem ngentot, sok jago lo ama adek gue?”hahahaha.
    opi: oh itu terserah gimana kreasi mereka diatas panggung asl bisa keliatan keren ama fan s mereka jalan aja trus peduli teeuing ama org lain lah… kalo SC sekarang dah kaga lagi kita kurangilah sebisa mungkin dari pada keluar biaya banyak buat betulin alat2 belum lagi dah di black list ama panitia…abis itu kita pikir lagi itu tolol udah duit abis untuk banting2 mending untuk alkohopl apa gak lu banting cewe lebih asyik

    trus akhirnya gimana?opinya gpp?
    marcel:
    gpp, kita jugalangsung pada nolong , trus rio dan anak2 jg pada nenangin + ajak omong tuh orang.
    opi:http://us.f131.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=&???!!!!@#$*!!!!
    orang timur item ngen(sensor)
    (semua ketawa)

    rencana band ini kedepannya?

    marcel:rilis album,maen dimana mana. kayaknya kt udah bbrp bulan ini pemanasan. kmrn bulan maen lagi ngetes masih bisa
    gak.ehhh ancur bgt.mgkn krn baru pertama bertiga doang.tp skrg kita ber-4 meskipun add.gitar kita agak ada masalah bau
    badan.tapi jago .semua yg gak perlu, dan emang kita payah ngurusnya jg udah diberesin, ada yg bakal urus secara “pro”. jd yahtinggal rekaman, maen,rilis.etc etc. Ceritain ttg aldy lah Pi..
    opi: Horeeee… besok si ALdi balik(ini satu lagi kawan kecil kita) yah pertma dia jadi add personal kita jadi mudah2an kita maen kaga jelek kaya kemaren mungkin bagi pada yg datang mafkan kami itu belum maksimal Mungkin sugdah panjang jangka waktu vakum kemaren yah skrg dah tambah krew pro jadi yah kita tinggal men aj…pokoknya kita buat live yg lebih ok gitulah

    band mana saja yang menurut elo dekat secara musikal dengan SC
    marcel:ga berani ngomong ah. nanti mrk ngerasa terhina lagi. kalo band yg kt suka lokal mgkn snorg ama klepto opera.tp ga deket kali secara musik.lebih ke friendly creatures we like to be around with.
    opi: sebuah band di bdg, tapi mereka deket ma kita
    marcel:snorg…snorg

    kalo elo bisa memberi nama untuk sebuah planet. akan lo kasih nama apa? dan kenapa?
    marcel:gue kasih nama planet mercury. atau pluto. keren yah kedengerannya.tapi kok tiba2 jadi ngomongin ttg astronotlogy sih.
    opi:ini satu pertanyaan yang gak nyambung dari drs jadi gak perlu saya jawab gimana kalo saya ganti jadi dungurockstar

    pembajakan menurut loe?
    marcel:gue dari dulu plg suka novel bajak laut. kapten haddock di tintin tuh. keren kocak. seribu kepiting rebuss!!hahaha. krmn gue malah bintitan jd terpaksa pake eyepatch. udah sembuh skrg…gak bakal gue lepas. jadi trend sebentar lagi. tunggu aja deh imbesil2 di mal mal terdekat bentar lagi bakal make tuh eyepatch trus supaya bisa beli bilang ke mama-eh ma mataku bintitan ngintip si mbok lagi beraks…. tp tenang kita udah copyright.
    opi: yahhh kita sih gak pa2 asal mereka ngomong dulu ama kita itung2 ngurangin biaya distribusi… abis dari dulu biaya ini
    mencekin kita karena kita kurang modal…hehehe…

    pembajakan kaset,, dodolz. bukan bajak laut,,,gimana sih? menurut loe gimana? ga sexy banget otaknya
    opi: wah untuk para pembajak kalo mau ngebajak yah jangan ama band indie… band2 yang besar kalo dari luar yang susah carinya di sini atau mereka males release di sini karena takut ama “lu-lu semua”…. Yah
    marcel:Apaan sih? Ini ngomongin apa?Copy kaset ama cd ga minta ijin yah maksudnya? Yah jgn lah, apalagi band2 indie. Simple aja, musisi perlu makan, makan dapat dari uang, uang dapet dari penualan karyanya. Kalo yg protes anti komersil2 segala biasanya yg masih tinggal ama orangtua trus masih nete mubngkin yah, dikasih uang jajan tiap hari buat ngeband.

    bagaimana trend musik saat ini?
    marcel:lumayan. media2 yg sompret2 jg udah mulai kasih exposure ke band2 indie, jadi pasti yg bagus ada di jln. Mgkn krn lagi ngetrend kali yah. tp gpp lah, daripada ga ada yg tau. maksudnya abege plasa senayan mana tau mobilderek atawa kekal atwa upstairs kalo ga dari mtpi.Yg jelek juga bakal mati, yg bagus idup Masalah evolusi darwin aja deh.kalo yg di tv dan radio ga tau gue. sori. ga pernah liat-cuman diceritain. gue khan elitist kalo soal musik.yg gue liat ihhh gokil deh bowww, kok beitil gituh sih yah musik kta skrg.nanti deh , kalo vklip kt diputer baru gue ntn tipi.
    opi:lumayamlah sekarang dah banyak band2 bermunculan, sesak dikit euyyy tapi keren,,, kemaren waktu promonya acara drs gw suka tuh ama Henry foundation manggungnya keren…… aku tampan dan kamu tidakkkk…..hahahaha waktu itu saya ketawa setengah mati waktu si batman nyanyi itu trus si Arian masuk …wahahahaha

    tips tips untuk band band indie lain?
    marcel:hey sodara, jgn menyerah, ngeband emang berat kok. tenang aja, kalo kerja keras, mudahan 10/15 tahun lagi kamu pasti sukses.kalo mau berhasil jgn diem aja-tulsi lagu sendiri-kirim kemana2 ama surat ttg band you you pada-kenalan ama orang2 musik-buat acara kalo perlu.yg plg penting muka badak.kalo ada gengsi ga bakal berhasil………..
    opi:jangan menyerah memang mermakan aktu lama tapi senang2 aj… nulis lagu trus….rilis album sendiri,bagiin gratisan yang banyakkkkk…..yahhhh intiny jangan menyerah
    marcel:kecuali band lo jelek,,,nyerah mungkin bagus

    gue denger syarat ikut sc gapenting bisa maen alat , yang penting ganteng gimana tuh?
    opi: gak lahh kita cari yg levelnya menengah yaitu gak ganteng gak jelek banget bisa maen alat gak usah kompleks lagipula lgu2 kita pada simple yang penting feelnya asik buat org seneng banget tergila2 kalau bisa, kalo gak bisa kita ganti am org laen … gampang aja…..satu lagi kalo bisa kaya trus hartanya di bagi2 am org2
    marcel:ga lah, itu sarkasme, penting lah, ga usah jago kayak van halennn, yg penting feelingnya jago, ga usah dijarain udah bisa, orang gitar-part kita kangampang bgt, orang musti congek banget kali sampai ga bisa. JAdi sala gak bego dan orangnya baek, ya udah, beres aja, Kedengerannya gampang kali yah, tapi susah lho cari orang yg kompatibel, cocok gituh, Apalagi anak muda seumuran kita sekarang jarang yg kurang seleftik tastenya, korn suka, ini suak, itu suka, wahh males, kita maunya sih orangnnya original gitu tastenya. Misalnya dia suka Rites of Spring atau Tobin Sprout gituh lah, biar seksi.

    beberapa temen gue banyak yg nanya, kalo album greatest hits itu dapetnya gimana? kapan rilis
    marcel:hmm, itu emang maksudnya cuman buat promo aja sih, ga bakal dijual, tapi bisa dibilang lah kalo mgkn semua lagu disitu bakal sirilis dlm bentuk yg lebih, umm, jadi lah. Album gituh, tunggu aja. Sabar napa…
    opi: itu cuman buat promo aja, kita gak untuk jualan euuyyy… yah mungkin nanti bentuk lagu sajama cut gak bakal jauh2 dari album itu….Yah untuk albumnya nanti saja ..
    marcel:bego ah……

    image porno jepang dikarenakan apa? mengapa SC menggunakan image porno jepang?
    marcel:abisnya iamge laen udah kepake semua sih. kita rapat panjang…gimana nih man?kok image band 60,70,80 semua udah ada, aduh bingung deh, ya udah lah…kan belum ada yg pake image bokep. ga tau lah, sibuk image mah, buang waktu…mending juga diem di studio berusaha buat lagu yg bagus.Kita terlalu hobi aja mungkin jadi sampe keliatan dari luar.
    opi: pertama kita ngomongin bareng2 … kita duduk2 bareng trus masang bokep “dream shower” wah tuh bokep asoyyy seksi banget huhu… nah kan image band dateng dari kebiasan tuh band sendiri gak dibuat-buat lebih natural gitu malah lebih kerennn ….. nah udah deh kita langsung kena.

    si opi gimana tuh abis digebukin?
    marcel:kan tadi udah nanya, gimana sih…ahhh tuli nih…

    si opi itu sodaranya leon koil? Kok mirip?
    marcel & opi:bukan.(menjawab dengan malas)

    ada ngga pertanyaan favorit waktu interview?
    marcel:“kenapa orang yg baik selalu jelek?”
    opi: ada sih .. pertama kita ditanya “bersediakah anda menjawab interview ini”.
    jawaban “tidak”

    12. kalo mau ngundang manggung SC gimana tuyh caranya?
    marcel:kontak kita aja, atau erik, atau label, plg gampang ke http://us.f131.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=sajama_cut@yahoo, nanti dikirimin kontak info.

    gimana pendapat lo tentang review album lo di Deathrockstar?

    marcel:tepat sih…maksud gue, si erik juga milih orang yang ngereview pinter, yang gak kenal kita sama sekali, jadi yah…bagus banget, gue juga pengen sih kritik yang jujur. Kalo yg gue denger cuman, “ah,musik lo bnagus man..”blablabla, yah gak bakal maju. Kayak dulu si Beta ama Aldy (bassis lama SC), kalo ga suka lagu langsung bilang “ah..jelek”,sakit juga tapi yah..bodo amat,khan gue jadi maksain diri gue buat lagu yang mereka ga bakal anggap jelek. Kalo reviewnya sendiri tepat banget kok. Album kita yang dulu waktu Roswell (vaginal thoughts) emang jelek banget. Kalau gue yang ngereview bisa lebih gue ancurin lagi. Kalo APOLOGIA,..setuju juga…meskipun lagu-lagu disitu mungkin lagu ter-emosional mungkin yang pernah gue buat..istilahnya semua luka ama dosa ama aib gue, gue taruh lah disitu, semua anak cowok culun sensitif cengeng yang sedikit aja punya lebih banyak otank dari mahluk2 yang ngandelin titittstosterone..kayak gue pasti ngerti … dan gue rekam di APOLOGIA untuk diliat semua orang…bagian itunya gue bangga, tapi rekamannya emang ancur banget…jadi cocok…7 kan nilainya? yah, pas lah…

    band lokal yang bagus donk… kalo bisa sama kontaknya sekalian…

    marcel:yehh, emangnya gue manajer band sedunia…yg bagus, klepto opera, seringai, snorg, henry foundation, theMemeks,VintagePussy, KillingLittlefurryAnimals, dll ,dll…yg jelek lebih gampang mungkin buat didata.

    loe pada lagi ngedengerin apa sekarang?
    marcel:Masih guided by voices, atau apa aja yg ada robert Pollard, Interpol, the Shins, sparta, scud montain boys, snorg-friendy creatures, a silver mount zion, the backstreetboys, rachmaninof, joy division, fields of gafney, plus the Rachel’s.udah ah…..

    rencananya kapan mau rilis album?
    marcel:minggu depan…
    engga sih…tahun depan…yang penting mungkin kita bisa ngenalin lagu-lagu ini sampai tahap dimana mungkin orang-orang udah
    mulai nungguin albumnya.

    oke deh,segitu aja, trims mau jawab interviewnya…
    marcel+opi:makasih juga…dadah…makan yuk….

  • Interview with Superman Is Dead

    Interview with Superman Is Dead

    DEATHROCKSTAR meng-interview SUPERMAN IS DEAD. Oleh Eric Wiryanata via e-mail

    tolong jelasin konsep musik SID itu. apa lebih dari sekedar punkrock, atau apa?
    Di istilah pribadi SID menamakan genre yang dianut sebagai: 3-Chordsabilly Beer Punk Rock. Deskripsinya? (baca biografi yang diselipin di e-mail ini). Sementara itu secara perspektif sosio-musikal bisa dibilang SID hampir tak menyuarakan pesan apa-apa kepada publik kecuali: jadilah diri sendiri. Pula SID gak bakal mencoba menyuarakan slogan anti narkoba, anti ini anti itu. Sebab hidup adalah pilihan. Biarkan orang melakukan apa yang mereka suka. Dan SID semampunya menghindari stigma mendikte atau menggurui publik. SID menganggap Generasi Y telah cukup pintar utk memilah-milah yang mana baik yang mana buruk. Jangan ketika banyak band menyuarakan politik lalu kita ikut-ikutan melakukannya semata untuk membuktikan bahwa band kita intelektual plus banjir peduli pada kelangsungan negara ini. We have nothing to prove. You are who you are. And be proud of it.

    gue pernah ngobrol ngobrol dengan beberapa teman, terjadi sedikit perdebatan tentang album terbaru kalian, satu bagian menyatakan album baru kalian tidak memiliki greget lebih dibanding kan rilisan sebelumnya (bad bad bad). sementara yang lain menyatakan lebih enjoyable.. menurut SID sendiri bagaimana?
    SID sendiri menganggap album “Kuta Rock City”–sejauh ini–adalah pencapaian artistik tertinggi di jazirah berkesenian SID (yah, paling kita kurang puas ama sound di album itu aja, maklum, namanya juga putra daerah, masih gagap teknologi dan tata suara he he he…). Seandainya ternyata di kecenderungan komunal ada pro-kontra tentang kualitas estetika “Kuta Rock City”, well, tiap individu berhak punya pendapat berbeda, kan? Apalagi jika menyangkut faktor selera, wih, amat subjektif sifatnya. Dan di sini tak ada pendapat absolut tentang siapa benar siapa salah. Tapi lebih tentang soal suka tidak suka.

    ada pernyataan lain yang menyatakan itu adalah akibat kalian masuk major label..pendapat SID tentang itu?
    To whom it may concern: ketika hendak menyimpulkan sebuah fenomena emang sebaiknya dimunculkan niat menghargai proses alias peduli pada elemen kronologis yang disebut pra-kondisi terlebih dahulu. Coba investigasi secara holistik, pasang kuping lebih lebar, buka mata sampai jauh, serta terus tegar loyal pada akurasi informasi. Jika sudah, baru deh menyertakan estetika seni subjektif di situ lalu baru kemudian gagah berani mengambil kesimpulan: album ini yummy yummy, album ini yucky yucky, album ini not so yummy not so yucky. Let me get this straight, Major bisa dibilang nihil andil di proses berkesenian SID. SID dipersilakan berkreasi suka-suka hati. Dari bikin lagu, bikin desain cover, bikin vidklip, semua dikerjakan SID sendiri (Sony cuma supervisi dalam skala bukan artistik). Nah, kemerdekaan berimprovisasi segitu dramatis–ngomongin so-called pra-kondisi nih–didapat oleh SID lewat negosiasi yang alot dan menghabiskan banyak energi dan riuh botol bir. Look, dude, proses negosiasi sampai sekitar 4-5 bulan. Melelahkan. Tekanan mental ultra tinggi. Asli. Dus, jangan pernah lupa, SID ndak pernah yang namanya nyodorin demo ke label mana pun. Never. No, dude, never. Sebab dari awal SID telah sadar, jika SID nyodorin demo ke label (Indie, Major Indie, Major, whatever) maka posisi tawar menawar SID akan jomplang sejak mula. Kesannya SID yang perlu pada itu label. Padahal sama-sama butuh. Dan hierarki yang natural muncul nantinya adalah bak atasan dengan bawahan. Kalo diilustrasikan, persis kayak pegawai yang butuh pekerjaan. Sementara yang SID pengen adalah partnership yang notabene hubungannya bakal sejajar. Kayak manajer berprestasi yang dikejar oleh sebuah perusahaan besar. Selanjutnya sang manajer bakal berani mati bilang: “Lu berani bayar gue berapa?” Seperti itu, dude. Kenapa SID menyanggupi bekerja sama dengan major label? Sederhana, SID itu band miskin. Kalo SID setajir Setiawan Djody, wih, ngapain juga kerjasama dengan Major??! Nah, karna SID adalah band yang secara finansial pas-pasan (baca: duit honor manggung dan penjualan album cuma cukup buat beli bir dan berdandan fully Rock Star, lain tidak), on the other hand SID pengen melulu hidup dari musik, ya sudah, SID memilih realistis lalu menjalin kerjasama mutual dengan taipan bernama Sony Music Indonesia. (Dude, lu gak tau gimana demi mempertahankan idealisme “pantang nyerahin demo ke label” ini sudah bikin SID nangis darah, muntah keringat, vertigo akut, hingga 8 tahun…) Sekarang sih SID udah sedikit hidup lebih enak karna SID cuma mikirin tentang:
    1. Giat berkesenian.
    2. Giat berkesenian.
    3. Giat berkesenian. Sampe mati.
    Urusan distribusi dll udah diurusin Sony. Dengan 24/7 fokus berkesenian an sich, niscaya diharapkan hasil yang muncul lebih opitmal… Hey, esensial diingat, independensi tak serta merta pararel dengan eksistensi institusi di situ. Maksudnya, ketika sebuah band berada di bawah–katakanlah–Major (baca: institusi) bukan otomatis berarti band tsb katro’ (seperti kecurigaan komunal di Indonesia juga dunia pada band-band di bawah Major). Sebab jika demikian itu sama aja dengan nuduh rakyat Indonesia (baca: band) yang tinggal di negara paling korup di dunia bernama Indonesia (baca: institusi) adalah bagian integral dari axis of evil alias poros kejahatan. Negara Indonesia = korup > Rakyat Indonesia = korup. Begitu? Se-stereotype itu? Oh, come on…. Furthermore, saatnya nanti jika SID sudah tangguh secara finansial SID bakal bikin label sendiri dus akan mengimplementasikan obsesi SID selama ini.
    PS:
    1. Sarwono Kusuma Atmadja pernah bilang, “Saya pada prinsipnya lebih peduli pada proses serta pra-kondisi dibanding hasil akhir…”
    2. Rancid saat sudah gabung dengan Major, mereka tetep Punk Rock, kan?

    apa sebenarnya peran masing masing personel SID dalam membuat sebuah lagu>?
    Kronologinya kerap seperti ini:
    -Bobby bikin musik
    -Jerinx bikin lirik
    -Eka kadang ikut serta bikin lirik juga musik
    -Bir Bintang (botol besar dan dingin) menyatukan harmoni ketiganya

    apa yang menjadi inspirasi kalian dalam membuat sebuah lagu?
    Dominan tentang keseharian SID a.k.a. old school Punk Rock principal: Sex, Drugs and Rock ‘N Roll.

    apa yang menjadi acuan kalian dalam menulis lirik? pengalaman pribadi kah, atau harapan, atau apa?
    Ya keseharian itu tadi: Sex, Drugs, and Rock ‘N Roll. Drink beers, crank up Punk Rock and having a good time.

    dalam banyak artikel saya baca, kalau kalian selalu memainkan lagu karangan sendiri. dan telah memiliki beberapa rilisan. apakah akhirnya SID berhasil mendapatkan ‘cara paling baik dan termudah membuat lagu bagus ala SID’.? bisa di tuliskan disini? dan bagaimana cara SID tetap memiliki sesuatu yang fresh?
    From the beginning, cara kita bikin lagu ya sama saja: Bobby dateng bawa lagu baru, kita nge-jam, minum bir, setelah aransemennya dapet kita ngerjain liriknya. Abis itu ya minum bir lagi… plain and simple.

    SID terkenal sebagai band yang bersedia dibayar murah. bahkan bersedia bermain tanpa dibayar dalam event tertentu, bahkan dalam beberapa interview saya baca kalian mengalami proyek rugi., . ada alasan khusus dibaliknya? apa tuh?

    SID hidup dari musik. SID udah gak disubsidi lagi oleh ortu tercinta. Untuk mengakomodasi kebutuhan hidup layak SID ya cari duit dengan bermain di event-event besar (itu pun dengan syarat-syarat khusus, contoh soal: SID pernah diajak sebuah event organizer untuk jadi band pembuka Ari Lasso serta dibayar sesuai standar SID. Tapi SID nolak. Bukan karna Ari Lasso seperti ini seperti itu. Bukan karna pilihan musikal Ari salah. Bukan karna SID gak butuh duit. Lebih karna imej SID beda dengan Ari. Dan SID selalu coba sekuatnya loyal pada brand image. Simple as that. Not a judgemental decision). SID rela dibayar murah bahkan gak dibayar jika sifat dari pertunjukan tsb non-komersial atau DIY. Alasan kenapa mau main dalam kondisi macam begitu, roots SID emang dari event kayak gitu, dan SID akan terus mempertahankan itu. Hell yeah, kacang yang mencoba setia pada kulitnya.

    apa yang sedang SID dengarkan saat ini? musisi/band.. dan apakah itu mempengaruhi musik SID?
    Stereo SID sekarang sedang dipenuhi band-band Rockabilly/Swing macam Reverend Horton Heat, Living End, Rocket From The Crypt, Supersuckers pula Brian Setzer Orchestra. Jejak mereka di “Kuta Rock City” kental tercuat salah satunya di lagu “Graveyard Blues/Vodkabilly”. Dan yang tak pernah sirna dari stereo SID adalah album-album Social Distortion. Kilas balik, SID pada awal kemunculan masif dipengaruhi NOFX dan Green Day. Sejalan waktu, SID bergeser ke genre a la Social Distortion, Living End dan Supersuckers. Tentu saja grup-grup tadi punya andil dalam proses kreatif SID, hanya saja seiring meningkatnya kepercayaan diri SID, band-band yang disebut di atas pada akhirnya lebih berposisi sebagai suri tauladan dalam konteks psiko-sosial. Pengaruh musikal mereka telah jauh menipis. Sampai kemudian akhirnya muncul yang SID sebut sendiri sebagai “3-Chordsabilly Beer Punk Rock”.

    trend musik saat ini yang banyak memunculkan band band berimage punk dengan tampilan yang lebih manis.. seperti simple plan, busted, dan hmm Avril… apakh itu berpengaruh terhadap kalian?> dan opini kalian tentang trend tersebut?…
    They ain’t got nothing on us. SID gak ada sangkut pautnya dengan mereka baik konsep musikal ataupun tampilan visual. Opini SID terhadap utamanya Busted, hmm…, jangan-jangan mereka cuma rekayasa produser…

    walaupun tidak banyak yang beredar luas, tapi dari media massa orang mengetahui kalian mempunyai rilisan yang tidak sedikit…album apakah yang paling kalian nikmati hasilnya, dan pembuatannya.?
    Ya, kita udah bikin 3 album indie (“Case 15” thn 95, “Superman Is Dead” thn 99, “Bad Bad Bad” thn 2002> “Bad Bad Bad” dirilis ulang lagi dalam bentuk single oleh Spills Record, Bandung), ikut serta di beberapa album kompilasi, dan 1 album Major yaitu “Kuta Rock City” thn 2003. Secara popularitas album “Bad Bad Bad” yang mulai mencuri perhatian publik. Saat pembuatan album “Bad Bad Bad” juga SID sudah lebih merasa lebih dewasa dalam bermusik (Punk Rock). Kalo secara duit, belom ada yang kita nikmati hasilnya. Album satu sampai tiga duitnya tau lenyap kemana. Untuk “Kuta Rock City” belom kebagian royalti nih. Denger-denger sih udah laku puluhan ribu kopi hingga minggu ke-3 ini. Mudah-mudahan duit bisa cepet masuk ke kas kita. Bosen banget miskin, euy!

    dan rilisan apakah yang akan kalian sarankan kepada orang orang yang baru akan memulai mendengarkan SID? dan kenapa?
    Album “Bad Bad Bad” sebab di situ SID pribadi merasa proses pendewasaan musikal mulai menunjukkan taringnya. Setelah itu baru deh ikuti dengan mengkoleksi “Kuta Rock City” sebab proses pendewasaan musikal sudah makin gahar.

    kalau punya kesempatan membuat album lagu lagu terbaik versi kalian.. lagu apa sajakah yang akan kalian masukan? dan kenapa?

    Oh well, sejujurnya, SID belom kepikiran sampe ke situ. Maaf.

    sebutkan band band lokal terutama indie yang kalian rekomendasikan?
    Kebunku
    Pitstop
    Navicula
    The Brews
    Shaggy Dog

    kalau band luar?
    Social Distortion
    Stray Cats
    The Clash
    Brian Setzer Orchestra
    AFI
    Reverend Horton Heat
    Green Day
    Rocket From The Crypt
    Johnny Cash
    Living End
    Supersuckers
    No Use For A Name
    Alkaline Trio

    sebagai orang indonesia, pasti kalian tau kalau indonesia adalah surga pembajak. apa opini kalian tentang hal tersebut, dan apa yang kalian lakukan apabila SID menjadi korban pembajakan?
    Lucu juga kalo liat kecenderungan yang terjadi pada sebagian musisi anak negeri. Mereka agresif pula bangga mengadopsi falsafah band luar tanpa filter seraya menyarankan: “dude, bajak aja album ini!” tanpa pernah sadar saatnya nanti ketika benar-benar hidup melulu dari bermusik–ketika karya seninya dibajak–baru deh kelojotan setengah mati. Emang enak udah capek-capek bikin sesuatu yang menurut kita rockandroll-estetis-luhur-suci taunya orang lain minus penghargaan pun belas kasihan langsung main bajak aja. You have to experience it yourself so you know how bad it is! Pada prinsipnya SID menganggap pembajakan itu tak dapat dibenarkan dari sudut apa pun. Sayangnya negara Indonesia tercinta adalah masih tergolong dunia ke-3 (baca: miskin rupiah berkesadaran hukum rendah beli bir saja susah), tentu saja masalah ini terjebak jadi duh dilematis.

    pendapat kalian tentang konflik Aceh?
    Terhadap politik, jujur saja, SID benar-benar miskin minat. Memang sih pada awal kemunculan SID sempat cukup vokal menyuarakan nafas politik. Namun sejalan dengan waktu SID kemudian menyadari bahwa fenomena politik dan sejenisnya gak pas dengan suara hati SID. Sebab di atmosfer berkesenian SID (juga Bali/Kuta Rock City pada umumnya) yang paling dominan adalah–in no particular order–tentang minum bir dan bergembira bermain musik. Begitulah keseharian SID yang paling sejati. Dan SID gak akan coba lagi menyuarakan hal yang SID tak paham. Namun yang paling hakiki di sini,–dalam konteks konflik Aceh–SID sejak awal tak pernah setuju dengan budaya kekerasan. Sebisanya segala persoalan diselesaikan dengan bicara hati ke hati dan dengan kepala dingin untuk menuju satu titik kesepakatan. Perang adalah opsi paling paling paling akhir. Make Rock ‘N Roll Not War.

    setelah membaca DEATHROCKSTAR. apa pendapat SID tentang webzine ini, beserta kritik saran dan pujiannya.
    Webzine DEATHROCKSTAR ini pekat merepresentasikan sosok khas Generasi Y, jujur sekaligus cerdas. Salut. Bravo. FYI, emang sih SID sempet gak enak hati saat “Kuta Rock City” dapet nilai kurang memuaskan dari DEATHROCKSTAR sementara SID tidak satu pendapat dengan apa yang kritikus DEATHROCKSTAR ungkapkan tentang “Kuta Rock City” (he he he…) Ah, tapi apapun itu SID musti tekan ego pribadi dan mempersilakan orang lain meneriakkan suara hatinya. Yup, in order to respect so-called democracy. Yup, in order to respect so-called Freedom Of Speech. Yup, in order to keep life going on interestingly.

    final words?
    Ini klise namun signifikan: Be who you are. Do what you please. And drink beers when you are in doubt.

    SUPERMAN IS DEAD: Young, Drunk, and Handsome
    Biografi-Diskografi-Hierarki-Jagat Seni

    Bermarkas di Kuta Rock City. Beranggotakan 3 pemuda asal Bali berusia 20-an, baik hati, bijak bestari, tepo seliro, dan jarang sembahyang, yaitu:
    -Bobby Cool (beer drinker, lead vvocal, guitar, well-known as “The Bastard Child of Fat Mike” since his voice sounds pretty similar with that NOFX frontman)
    -Eka Rock (beer drinker, bass, baacking vocal, warm smilin? Rock ?N Roll bandman)
    -Jerinx (hairwax junkie, drum, beeer drinkin? Rock’N Roll prince charming)

    Nama tendensius Superman Is Dead (SID) dicomot dari Stone Temple Pilot?s ?Superman Silvergun?. Namun karena dianggap miskin konotasi, zonder rasa bersalah secara sewenang-wenang nama tersebut lalu diganti menjadi ?Superman Is Dead? ? yang seenak udelnya dimaknai sebagai: tak ada manusia yang sempurna.

    Pada mula kemunculan, akhir 95, SID pekat teracuni warna Green Day & NOFX. Seiring beringsutnya waktu, inspirasi musikal SID bergeser ke genre Punk ‘N Roll a la Supersuckers, Living End & Social Distortion.

    Imej yang frontal hendak ditonjolkan oleh SID ke publik, self-described as: ?Blitzkrieg 3-chordsabilly Beer Punk Rock? (think raw energy of Ramones vs Living End meets Supersuckers + Sid Vicious? nihilism yet supersonicaly fueled with beer-soaked Rockabilly attitude? Ribet, kan? Horeee?)

    SID sendiri telah menerbitkan 3 indie album (Case 15 – thn 95; Superman Is Dead – thn 99; Bad, Bad, Bad – Maret 2002, berformat mini album ? berisikan 6 lagu). Menuju pelebaran skala wilayah pencapaian publik, fajar 2003 SID ? bekerjasama dengan Spills Record ? merilis ulang ?Bad, Bad, Bad? dalam bentuk single (4 lagu). Maret 2003, SID menandatangani kontrak dengan Sony Music Indonesia. Yang oh mengejutkan, Sony Music berbesar hati mempersilakan SID riang gembira terus bernyanyi dalam lirik mayoritas berbahasa Inggris. Tepatnya 70% Inggris, 30% Indonesia. Wow. Sony Music nekat (namun terukur)? Atau beranggapan sudah saatnya menancapkan jejak monumental? Atau semata capek/males/bosen/ngantuk dibombardir ewuh pakewuh etos adiluhung Punk Rock oleh kontingen big badass Balinese beer band bernama SID? Whoa… (Hey, whatever it is, the history of Indonesian Punk Rock has just begun. And miracles are real, mind you)

    Kilas balik, pra-tragedi bom SID agresif diundang berkiprah di kafe-kafe internasional di seantero Kuta yang mana SID dipersilakan memuntahkan gubahan sendiri (baca: bukan sebagai cover band). Esensial dicatat, untuk skala lokal hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di Bali. Di masa silam, legiun band yang beraksi di pub-pub di Kuta hanya diijinkan mengusung ciptaan orang lain an sich.

    Popularitas SID perlahan kian menjulang ketika satu demi satu tembang SID ? yang dominan berlirik Inggris ? ultra frekuentif diputar di radio-radio lokal berpengaruh ya di Bali ya (melebar) ke Jawa >dus, percaya atau tidak, lagu-lagu SID malah telah gencar juga diperdengarkan di radio-radio di Australia, Swedia dan jazirah Skandinavia lainnya.

    Langkah fenomenal SID bisa disebut dimulai pada Agustus 2002 saat menjadi band pembuka Hoobastank di Hard Rock Hotel, Kuta, Bali. Kemudian tengah September ?02 SID duhai mencengangkan sukses mengobrak-abrik Senayan di acara Puma Street Games. Berlanjut Desember 02 SID digjaya meluluhlantakkan PL Fair. Berikutnya diwawancara oleh MTV Sky, M97 FM, Prambors, dsb, serta masif diekspos oleh hampir seluruh majalah remaja populer nasional. Di Hai edisi tahunan 2002-2003 ? bersama Rocket Rockers ? SID dimunculkan sebagai The Next Big Thing. Pun oleh MTV Trax SID dinobatkan sebagai band potensial 2003.

    Epos Punk Rock paling mutakhir, SID telah merampungkan proses rekaman bersama Sony Music dengan judul album ?Kuta Rock City? dan hingga minggu ke-3, um, telah terjual puluhan ribu kopi. Oh, coba juga beli majalah Time (Asia) edisi pertengahan Juni, SID disebut juga di situ. Gak banyak sih, tapi lumayanlah buat diceritain ke anak cucu: ?Biar gini-gini bokap lu dulu Rock Star lho?? Kebanggaan domestik yang cukup untuk membuktikan bahwa kita ada di dunia tak sekadar jadi aksesori doang? Whoa!

    Dikisahkan secara bersemangat dan penuh gairah narcissism oleh Rudolf Dethu
    (Serta?terima kasih Tuhan?sama sekali nihil pengaruh alkohol)