Category: events

  • 8th Music Gallery

    8th Music Gallery

    Music Gallery adalah festival tahunan yang diselenggarakannoleh BSO Band FEB Universitas Indonesia. Tahun ini adalah yang kedelapan kalinya dan acaranya menjadi semakin besar. Diadakan pada tanggal 10 Maret 2018 di Kuningan City Mall.

    Yang walaupun di Intimate Stage nya panas dan bau keringat, acaranya tetap menarik dengan pilihan band-band yang segar.

    Berikut adalah beberapa foto dan video dari festival tahunan tersebut.

    Heals – Overcast/False Alarm


    Beach Fossils – Adversity


    Mondo Gascaro x White Shoes & the Couples Company – Indahnya Sepi (Candra Darusman)


    Jason Ranti – Anggurman

    Beach Fossils
    Beach Fossils
    Beach Fossils
    Beach Fossils
    Novo Amor
    Novo Amor
    Music Gallery 2018
    Pemandangan
    Mondo Gascaro
    Mondo Gascaro
    Ricky Virgana
    Ricky Virgana
    Octavia 'Heals'
    Octavia ‘Heals’
    Heals
    Heals
    Danilla
    Danilla
    Jason Ranti download
    Jason Ranti
    Sari White Shoes & the Couples Company
    Sari Sartje
    Sari White Shoes & the Couples Company
    Sari
    Mondo Gascaro × White Shoes & the Couples Company
    Mondo Gascaro × White Shoes & the Couples Company
    Mondo Gascaro × White Shoes & the Couples Company
    Sari & Ario
    Lafa
    Lafa
  • Rrrec Fest Showcase Vol.5 feat Adrian Yunan dan NonaRia

    Rrrec Fest Showcase Vol.5 feat Adrian Yunan dan NonaRia

    Tanggal 25 Februari 2018 kemarin saya sengaja datang ke Gudang Sarinah Ecosystem untuk menyaksikan penampilan dari Adrian Yunan dan NonaRia. Keduanya belum lama merilis rekaman dan sedang hangat diperbincangkan diberbagai kesempatan.

    Apalagi dengan konsep konser kecil yang intim, tentu akan lebih mudah bagi saya untuk menikmatinya. Rrrec Fest vol,05 ini adalah konser intim ketiga diakhir Minggu ini yang saya hadiri dan sudah barang tentu saya menaruh harapan cukup tinggi kalau konser ini akan memuaskan hati dan jiwa,

    Maka hari Minggu itu, saya memindahkan lokasi ibadah mingguan saya yang biasanya dilakukan di gereja dekat rumah ke Gudang Sarinah Ecosystem yang cukup jauh dari rumah.

    .

    Setibanya di lokasi, saya membayar tiket masuk dan mulai menikmati pilihan lagu-lagu dari Iramamama. Iramamama adalah duo DJ yang terdiri dari mama-mama beranak satu. Terdiri dari Kenzef dan Marishka yang keduanya juga saudara sepupu.

    Sementara itu, didalam juga sudah siap sedia kak Popo yang menawarkan menu rahasia nasi rempah kreasinya. Rupanya selain piawai melukis di tembok ia juga pandai memasak. Sayapun menikmati setiap kunyahan dalam menikmati nasi rempah ini.

    .

    Setelah selesai makan, Iramamama juga menyelesaikan setnya yang berarti Adrian Yunan akan segera tampil dalam beberapa menit.

    .

    Adrian Yunan yang memilih bersolo karir setelah kehilangan sebagian besar penglihatannya ini adalah penulis lagu yang brilian.

    Beliau tampak semakin sehat dan penampilannya juga semakin solid seiring jam terbang dan progres kesehatannya.

    Adrian Yunan membawakan lagu-lagi dari rilisan perdananya, sambil sesekali menceritakan cerita dibalik setiap lagunya. Beberapa sangat menyentuh saya secara pribadi; seperti lagu ‘Alzheimer’ misalnya. Di lagu Alzheimer ia menceritakan kalau awalnya ia merasa sangat sedih dan menderita karena kehilangan penglihatan, namun saat mengetahui mengenai penyakit Alzheimer, ia berfikir kalau orang dengan Alzheimer itu lebih kasihan.

    Sambil menyaksikan penampilan Adrian Yunan, saya juga sambil ngobrol dengan Indra Ameng. Membahas semakin solidnya penampilan Adrian Yunan, dan beberapa unsur aransemen dari Efek Rumah Kaca yang mungkin akan hilang saat ditinggal Adrian.

    Saya membayangkan Simon & Garfunkel yang terpisah, Weezer tanpa Matt Sharp, New Order tanpa Peter Hook, atau Metallica tanpa Cliff Burton. Warna musik tentu akan berubah sedikit. Namun berhubung Efek Rumah Kaca belum mengeluarkan rilisan lagu baru lagi dan Popi sebagai pemain bas yang baru juga cukup mumpuni, saya jadi penasaran bagaimana musik mereka nanti.

    Sepulangnya dari Rrrec Fest vol.05 ini, saya mendengarkan kembali album perdana Adrian Yunan berulang-ulang. Besar harapan saya supaya karya beliau ini bisa menjangkau lebih banyak orang, karena menurut saya bagus.

    .

    Setelah Adrian Yunan menyelesaikan setnya, naiklah Nonaria. Band pendatang ( tidak begitu) baru yang sangat menghibur dengan musikalitas dan aksi panggung.

    Saya yakin tidak akan banyak band lain bisa bernyanyi tentang memasak sayur labu semenarik mereka. Dengan gaya musik ‘Rag Time’ mereka memadukan musikalitas dan humor yang segar dan menyenangkan. Menyaksikan mereka menyanyikan lagu tentang sayur labu dengan totalitas, saya seperti melihat Nona Nesia memainkan drumnya seperti menumis sayuran. Kebawa laper.

    Sesuai namanya NonaRia, ketiga nona ini memang membuat suasana jadi ria. Namun walau banyak bercandanya saat manggung dan lirik yang bertema keseharian, musik mereka digarap serius. Setiap personel adalah musisi yang berbakat dan sepertinya sudah kawin dengan instrumennya masing-masing.

    Coba aja dengerin albumnya yang belum lama dirilis oleh BandTemenLoe Records.
    .

    Setelah menyaksikan kedua band tadi, tampaknya tahun 2018 akan semakin cerah bersama mereka.

    Iramamama
    Iramamama
    Adrian Yunan
    Adrian Yunan
    Adrian Yunan
    Adrian Yunan
    NonaRia
    NonaRia
    NonaRia
    NonaRia
    Indra Ameng dan Adrian Yunan
    Indra Ameng dan Adrian Yunan
    Adrian Yunan dan Cak Hend
    Adrian Yunan dan Cak Hend
    NonaRia
    NonaRia
  • Gema di Awan 

    Gema di Awan 

    Talun Awan kembali menyelenggarakan pertunjukkan dengan kolaborator mereka: Monica Hapsari, Angga dan Ivon Destian. Dua nama terakhir adalah ikon dari band Ramayana Soul, sementara Monica Hapsari yang kali ini tampil sendiri dikenal sebagai seniman dan vokalis dari beberapa band.

    Di even ini semua penampil diberi siraman visual dari Psycho Biji, seorang seniman visual bergerak yang menggunakan teknik-teknik manual. Malam itu ia menggunakan Over Head Projector, air dah pigmen warna.

    Malam itu tanggal 25 Februari 2018, keramaian ini berlokasi di Coffeewar. Sebuah kedai kopi yang sedang aktif menampilkan berbagai musisi berbakat untuk dinikmati sambil ngopi malam-malam.

    Seperti apa kira-kira penampilan mereka? Silahkan diperiksa video-video berikut.


    Monica Hapsari


    Talun Awan


    Talun Awan feat. Angga & Ivon Destian


    Talun Awan feat. Monica Hapsari

    Ramayana Soul (Angga dan Ivon Destian)
    ERL & Ivon Destian
    Monica Hapsari
    Monica Hapsari
    Talun Awan
    Talun Awan
    Talun Awan
    Talun Awan
    Talun Awan
    Talun Awan
    Ramayana Soul (Angga dan Ivon Destian)
    ERL & Ivon Destian
    Monica Hapsari
    Monica Hapsari
    YD Sumule & Reda Gaudiamo
    YD Sumule & Reda Gaudiamo
  • Masa Depan Musik Indonesia Masih Cerah Bersama Rayssa Dynta, Tanayu dan Klav + RL

    Masa Depan Musik Indonesia Masih Cerah Bersama Rayssa Dynta, Tanayu dan Klav + RL

    Jum’at tanggal 24 Februari 2018 kemarin di The Fifth Kemang tampil tiga musisi elektronik pop perempuan yang semuanya berbakat dengan musik yang solid. Tanayu, Rayssa Dynta dan Klav + RL semuanya belum lama mengumumkan rilisan mereka.

    Kecuali Tanayu yang sebelumnya dikenal sebagai Intan Ayu dan sudah cukup dikenal sebagai vokalis bersuara khas kedua musisi lainnya terhitung sebagai wajah baru.

    Acara dibuka oleh Klav + RL yang merupakan kolaborasi antara komposer yang juga multi instrumentalis bernama panggung Klav dengan vokalis bernama panggung RL. Penampilan mereka tambah menarik dengan tambahan pemain saxophone dan keterampilan Klav memainkan berbagai instrumen; dari gitar, synthetizer sampai drum.

    Penampil kedua adalah Rayssa Dynta yang sedang menjadi perbincangan di kancah musik indie. Musik elektronik pop ditambah suara vokal yang lembut dan khas lansung berbekas di hati banyak orang yang suka elektronik pop. Pulang dari showcase ini, ep ‘Prolog’ si Rayssa Dynta ini lansung jadi heavy rotation di music player saya.

    Sebagai pemungkas di showcase malam itu adalah Tanayu, yang merupakan bentuk ‘Lahir Kembali’ nya Intan Ayu. Re-branding sebagai vokalis dan musisi pop elektronik. Saya mengenalnya sebagai vokalis bersuara khas yang cengkoknya sangat terpengaruh vokalis-vokalis seperti Nina Simone atau Amy Winehouse. Namun demikian seiring berjalannya waktu, karakternya semakin solid dan bisa dibilang karakter vokalnya sebagai Tanayu sekarang cukup kuat. Ia berhasil membangun kepribadian dan karakter vokalnya sendiri.

    Di showcase ini, ia didukung oleh kolaborator seorang music director bernama Bagus. Hasilnya asoi, dan saya rasa akan sangat sayang sekali jika musik mereka tidak disebarkan lebih jauh lagi.

    Akhir kata, showcase ini membangkitkan optimisme saya kalau 2018 tidak akan kekurangan musik asoi. Terutama dari kancah musik berdikari.

    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Rayssa Dynta
    Klav
    KLAV
    Tanayu Intan Ayu
    Tanayu
    Tanayu
    Tanayu
  • ST. JEROME’S LANEWAY FESTIVAL’18

    ST. JEROME’S LANEWAY FESTIVAL’18

    Setelah mengeluarkan nama-nama internasional, minggu kemarin St. Jerome’s Laneway Festival Singapore kembali mengumumkan tahap kedua line up selanjutnya. Termasuk juga telah memilih penampil dari ASIA pilihan mereka. Diantaranya alextbh,Amateur Takes Control, Obedient Wives Club, HEALS, MAS1A, THELIONCITYBOY, Tim De Cotta dan The Ransom Collective.Tiket official sudah tersedia di www.apactix.com atau juga bisa ke www.kiostix.com. Semakin banyak teman yang kalian ajak tentunya semakin meringankan beban kalian untuk mengocek rupiah untuk melihat penampilan-penampilan di bawah ini: