Circarama’s Plasticine Jewel Launching Concert

event musikeventsGigs

Written by:

Circarama adalah band indie rock yang gaya musiknya seperti terpengaruh band-band britpop 90-an.

Mungkin bisa dibilang terinspirasi Oasis, Kula Shaker atau the Beatles jaman-jamannya mereka bikin musik psikedelik. Atau bisa juga mereka tumbuh bersama piringan-piringan hitam musik rock Indonesia dari era orde lama yang memang sangat psikedelika.

Bahkan foto band dan outfit mereka tampak seperti hasil memindai sampul piringan hitam tua.

Intinya musik mereka adalah indie rock psikedelik dan saya menikmatinya. Maka saya tidak menunggu lama untuk lansung membeli tiket konser kecil peluncuran albumnya sejenak setelah posternya online.

Konser di IFI Jakarta ini bisa dibilang gedung auditorium yang ideal bagi saya pribadi. Ruangan yang tidak terlalu besar dan tata suara berkualitas tinggi membuat suasana menyaksikan pertunjukan musik disini menjadi sangat intim.

Hanya sayang saja, bagian tata lampu sering tidak diperhatikan oleh para penyelenggara Supersonik. Termasuk saat Sky Sucahyo tampil sebagai pembuka. Tata lampunya kurang diperhatikan sehingga membuat panggung terlalu silau.

Selain tata lampu, kadangkala fotografer-fotografer amatir itu tidak sadar kalau kamera mereka bunyi saat menangkap gambar. Cekrak cekrek sepanjang pertunjukkan tentunya sangat tidak menambah syahdu penampilan akustik yang menawan dari Sky Sucahyo.

Sky Sucahyo adalah singer-song writer yang sedang naik daun dan menjadi perbincangan fans musik folk membuka konser peluncuran Plasticine Jewel ini dengan suara vokal yang khas dan guitalele saja. Hanya di beberapa lagu saja ia dibantu dengan gitar akustik yang dimainkan oleh gitarisnya Lizzie yang bernama Tubagus Risqan.

Di konser ini, ia memainkan beberapa lagu yang merupakan musikalisasi puisi karya Taufiq Ismail, Edgar Allan Poe dan mantan dosennya dulu; almarhum Dudih Amir Zuhud.

Suara dan cengkok si Sky ini kalau lagi nyanyi mengingatkan saya pada Hope Sandoval nya Mazzy Star. Terutama di lagu-lagu yang lebih muram, seperti hasil musikalisasi puisi Dream Within a Dream karya Edgar Allan Poe.

Setelah menyaksikan penampilan di IFI Jakarta ini, saya berharap Sky Sucahyo ini bisa segera merilis sesuatu.

Setelah Sky Sucahyo, tentu sekarang adalah giliran Circarama mengambil alih panggung. Band ini memiliki potensi menjadi besar menurut saya. Dengan musik yang relatif solid dan pemain bass yang lincah maka yang mereka butuhkan adalah jam terbang.

Menurut saya kalau mereka lebih rajin manggung maka seiring bertambahnya jam terbang akan membuat karisma mereka di panggung semakin solid dan pada akhirnya pasti membuat musik mereka juga semakin kuat.

Beberapa hal yang menarik di konser mereka kemarin adalah kolaborasi mereka dengan Angga ‘Ramayana Soul’ di dua lagu dan aksi solo bass yang cukup menghibur.

Secara materi musik, album Plasticine Jewel yang kemarin diluncurkan itu cukup menarik untuk dinikmati. Diproduksi dengan rapih dan saya tidak akan menahan diri untuk merekomendasikan album ini ke kalian semua.

Enjoy Plasticine Jewel via your favorite streaming service atau ya beli cd nya

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo dan Tubagus Risqan

Circarama

Circarama

Circarama

Putra Timur

Circarama

Circarama

Circarama

Circarama

Circarama

Circarama feat Angga ‘Ramayana Soul’

Circarama

Circarama

Sky Sucahyo

Sky Sucahyo

Comments are closed.