Tag: 2014

  • Aliansi Musik Akhir Tahun 2014

    Aliansi Musik Akhir Tahun 2014

    Mohon maaf atas Aliansi Musik yang kami tiadakan di bulan November. Memang suatu kesengajaan mengingat di akhir tahun Deathrockstar ingin memberikan yang spesial kepada penikmat musik di Indonesia lewat kompilasi ini. Siapa tahu bisa menjadi teman menghitung mundur menuju tahun baru, bagi kalian yang menghabiskan waktu sambil surfing internet diluar keriaan yang ada.

    01. Raoul Dikka – Sepatu Biru (Malang)

    Raoul Dikka, seorang yang sangat misterius di jagat musik indiepop malang. Walaupun dengan minim jam terbang tapi materi rekaman selalu update dan unik diantara sejawatnya di kota ini. Mengambil influence dari neo psikedelia garage australia seperti tame impala, maupun Flaming Lips. Kali ini mengambil moniker Polisi Merah , raoul siap menginvasi telinga kita dengan Senjata, Sepatu biru dan Mobil Tua (koes-ploes cover). —Akhmad Alfan Rahadi Akhmad Alfan Rahadi (Malang, malangsubpop.wordpress.com)

    02. Jungkat-Jungkit – Kuku (Solo)

    Said dan Adis adalah sepasang kekasih yang memiliki ketertarikan dan selera yang
    tidak jauh berbeda terhadap musik Blues, meskipun perjalanan musik mereka cukup
    berbeda. Bertemu di komunitas Blues Kota Solo, keduanya saling kenal. Kemudian Agustus
    2013 mereka memilih untuk membentuk duo akustik bernuansa bluesy. Beberapa
    panggung terlewati oleh duo yang belum memiliki nama ini. Singkat cerita, mereka sepakat memilih Jungkat-Jungkit sebagai nama duo. Filosofi dan harapan tentang ‘keseimbangan’
    menjadi alasannya. Album pertama sedang digarap. Sambil terus berproses dan
    menggarap album, Jungkat-Jungkit merilis single ‘Kuku’ serta official merchandise berupa
    kaos, sebagai bukti keseriusan bermusik mereka. —Dimas Purnomo Fridbramantyo (deanstreetbillys.wordpress.com)

    03. Talking Coasty – Second Summer (Yogyakarta)

    Saat ini Yogyakarta sedang dilanda lesu nya band-band baru yang masih malu-malu untuk muncul, terutama di skena indies. Talking Coasty menjadi jawaban dari beberapa band baru yang sudah mulai kembali bermunculan di Yogyakarta saat ini. Meskipun pada awal band ini terbentuk sangat di indentikkan oleh banyak pihak sebagai versi lain dari Best Coast, band surf pop asal Los Angeles, California, mereka akhirnya dapat menemukan bentuk musik mereka sendiri dimana saat ini Talking Coasty sedang menjalani proses mixing untuk album barunya. —Komang Adhyatma (Yogyakarta www.kanaltigapuluh.info)

    04. KarnaTra – Heroine (Jakarta) 

    KarnaTra masih memegang beberapa elemen substansial dari era musik indie 90-an, mereka mencoba untuk menggambarkan dunia yang aneh dan sinis mereka, dalam cara yang lebih sejuk. Menurut saya, tiada yang lebih syahdu dari band alternatif menyanyikan lirik-lirik puitis. — Robby Wahyudi Onggo (Jakarta, www.deathrockstar.club

    05. Mooikite – Chaotic On The Spaceship (Surabaya)

    Setelah merilis single pertamanya “Eyering”, Mooikite band alternative grunge asal Surabaya merilis single kedua mereka dari album “Strange Invitation” yakni “Chaotic On The Spaceship”. Lagu ini bercerita tentang kekacauan waktu pesawatnya masuk ke gravitasi planet tidak dikenal. Atmofernya yang tebal dan mengandung banyak oksigen yang dapat membakar lapisan pesawat. Strange Invitation sendiri sebuah cerita yang berlatar kehidupan manusia sebelum meteor menabrak Bumi bertahun-tahun yang lalu. Menceritakan empat orang yang menerima undangan (strange invitation) untuk mengarungi luar angkasa. Petualangan ke planet yang asing pun berlangsung, halusinasi, hingga bertahan hidup bertarung dengan Raptor, meski akhirnya planet tersebut meledak dan serpihan terbesarnya bergerak menuju Bumi. —Emirul Fahmi Fanshuri (Surabaya, praotozine.wordpress.com)

    06. Marga O – Berlari Mengejar Mimpi ft Miss Pramz (Malang)

    Hendik Harianto lahir pada tanggal 15 februari, Dengan alias Marga o, mulai mencuri perhatian saya 2013 lalu dengan lirik – lirik rapnya yang bertemakan love, friendship dan semangat hidup. Hendik memulai awal karirnya di kota Malang bersama teman-teman pada tahun 2002 membentuk satu grup bernama RapStreet. Pada tahun 2003 beberapa anggota RapStreet bernama Blazta, Xwu, Dafu serta Marga O Sendiri membentuk grup baru yang di beri nama NBS (no block sistem). Tetapi grup NBS (no block sistem) dan Rap street ini hanya bertahan hingga akhir tahun 2008. Karena Marga O ingin tetap berkembang di dunia musik rap akhirnya Marga O mulai berani ber solo karir dibawah naungan poemsgate production Malang dengan lagu ter hitznya yang berjudul Danz With me dan Bobby. Pada tahun 2012 Marga O Mencoba mengeluarkan album pertamanya yaitu Favorite song dengan lagu terbaru paling hitz berjudul 548KM dan I am single dan tak lepas juga dari bantuan poemsgate production,TatzBeatz (Angga), papaStreet (Panca) serta beberapa produser musik lokal lainya dengan mengusung materi yang lebih ringan dan easy listening. Di tahun 2013 Marga O merefresh konsep dengan menggandeng beberapa personil baru yang mempunyai bakat lebih dalam musik yaitu Ocha pada Vocal, Angga pada Bass, Panca pada Gitar.

    07. Dinosaur Youth – Take Me Home (Yogyakarta)

    Musik indie rock ternyata masih diminati di Yogyakarta. Kali ini band pendatang baru, Dinosaur Youth mencuri banyak perhatian dari para penikmat musik indies di kota ini. Meskipun baru merilis satu single, dalam waktu dekat Dinosaur Youth akan menyelesaikan proses recording materi EP Album perdana mereka. —Komang Adhyatma (Yogyakarta www.kanaltigapuluh.info)

    08. Crayola Eyes – Baby May (Demo) (Jakarta)

    Pertamanya saya kira mereka band fiktif. Terbilang sulit untuk mencari informasi mereka kalau tidak berkomunikasi langsung ke para personilnya. Maklum Crayola Eyes memang lebih banyak tahu dikalangan tertentu saja. Unit psychedelic-rock ini baru  terlihat percaya diri mendengarkan demo di kanal soundcloud mereka. Tanpa panjang pikir langsung saya nobatkan sebagai perwakilan Jakarta di kompilasi edisi spesial ini. — Robby Wahyudi Onggo (Jakarta, www.deathrockstar.club)

    09. Timeless – Lonesome Street (Surabaya)

    Band asal Surabaya ini awalnya beranggotakan Bima, Fajri, Fery dan Cipto (alm). Pada Agustus kemarin baru saja merilis EP berjudul “We Believe For What We Do Is Timeless”, yang menurut mereka adalah kepercayaan, dan mungkin banyak band yang lain bahwa apa yang mereka lakukan sekarang, menikmati danmengerjakan musik adalah hal yang tak lekang oleh waktu. Berisi 4 track berirama paduan punk serta american rock Dinosaur Jr, yang singkat, padat serta garang cukup mendeskripsikan album ini.  —Emirul Fahmi Fanshuri (Surabaya, praotozine.wordpress.com)

     

    Aliansi Musik Akhir Tahun 2014 from Robonggo on 8tracks Radio.

  • Aliansi Musik Oktober 2014

    Aliansi Musik Oktober 2014

    Kali ini Aliansi Musik kembali dengan format yang berbeda. Jika berapa bulan kemarin kami membagikan lagu-lagu dari berbagai kota kepada kalian lewat kanal soundcloud, kini kami mencoba membagikannya menggunakan dropbox. Bisa diunduh secara gratis di link berikut >> DOWNLOAD. Usaha ini merupakan uji coba supaya para penikmat kompilasi Aliansi Musik semakin mudah mendapatkannya. Tanpa adanya streaming kita menjamin bahwa ketujuh lagu berikut, sangat berkualitas tersimpan rapih ke dalam playlist kalian.

    01. Animalism – Get Lost (Jakarta)

    Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya bahwa filosofi nama Animalism adalah sisi liar dari manusia. Jadi kalian nggak usah bingung lagi apa arti dibalik nama yang berisikan duo produser independen Imam Buana dan Pandji Dharma. Mereka berdua sepakat membentuk sebuah projek Electronic Pop, kental dengan dentaman drum machine, serta sound berkiblat pada musik Psychedelic. Lagu ini terinspirasi dari masyarakat modern yang sudah terlalu tenggelam dengan duniawi, mereka (Animalism) mengajak kita untuk melepaskan keliaran mereka sejenak dengan cara “traveling” ke gunung atau ke pulau. Sangat direkomendasikan untuk kalian penggemar Jagwar Ma.—Robby Wahyudi Onggo (Jakarta, www.deathrockstar.club)

    02. Barokka – Barapantura (Yogyakarta)

    Anak muda kreatif dari Yogyakarta memang selalu membuat penasaran dengan karya-karya uniknya, dalam ranah musik independen Barokka hadir dengan membawakan jenis musik yang berbeda dibanding dengan musisi elektronik lainnya.  Heru, pentolan dari Shaggydog dan Dubyouth memutuskan bereksperimen dengan membentuk Barokka, grup musik elektronik yang membawakan genre dangdut koplo.  Seperti kita tahu selama ini musik dangdut masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, dan dengan hadirnya Barokka diharapkan musik dangdut dapat lebih diterima di kemudian hari bahkan sampai dengan ke tingkat internasional.—Komang Adhyatma (Yogyakarta www.kanaltigapuluh.info)

    03. Hakash – Man Of Mountain (Surabaya)

    Hakash adalah band beraliran Progressive-Rock/Psychedelic yang berasal dari Surabaya, berpersonelkan Sinatrya Dharaka (Bass/Keys) dari Indonesian Rice, Dewandra Danishwara (Gitar/Vokal) dari Zorv, dan Prasetyo Imansyah (Drum) dari The Ska Banton. Mereka bertemu dan membentuk Hakash pada bulan Ramadhan 2014 kemarin. Mulai dari sesi jamming iseng hingga akhirnya menulis dan merekam 2 materi awal mereka yaitu “Mountain Man” dan “Shabaani Cave”. Single yang berjudul “Mountain Man” bercerita tentang 2 orang yang sedang dalam petualangannya bertemu dengan seorang “penjaga” gunung yang sedang mereka lintasi. Kabarnya November 2014 ini, Hakash akan merilis EP mereka dengan tambahan 3 lagu yang sudah disiapkan. Sembari menunggu EP mereka silahkan menikmati single “Mountain Man”.—Emirul Fahmi Fanshuri (Surabaya, praotozine.wordpress.com)

    04. Life Cicla – Rasa Sayange (Bogor)

    Life Cicla pada mulanya merupakan proyek solo dari Yos Bonar (Guitar/Vocal) yang sebelumnya tergabung di grup emo/post-hardcore asal Bogor, Kuas Cielo. Memainkan musik Folk Rock/Baroque pop yang dicampurkan dengan elemen musik etnik melalui bebunyian alat musik tradisional dan cara penyanyian ‘nembang’ a la sinden dari sang vokalis wanita, Life Cicla memberikan warna baru di skena musik Bogor yang belakangan terlalu membosankan. “Rasa Sayange” adalah re-interpretasi dari lagu daerah asal Maluku yang berhasil mereka terjemahkan menjadi sebuah track bercorak balada nan megah dengan balutan string section. Saat ini Life Cicla sedang dalam proses pengerjaan album pertama mereka yang akan dirilis oleh Paviliun Records akhir tahun nanti.—Gilang Nugraha (Bogor, hujanradio.com)

    05. Nectura – Crossing Coward (Bandung)

    Nectura berisikan personil yang sudah sangat lama bertempur di scene metal Bandung. Kalau teman-teman pernah melihat penampakan ini, memang beberapa personil Nectura pernah tergabung dalam grup musik Beside yang kita ketahui bersama pernah terluka. Suka duka perjalanan musik masing-masing personil yang membuahkan dewasanya setiap racikan musik Nectura. Kubur dalam luka lama dan mari kita simak musik segar Nectura.—Gagi Aria Alembana Fatkhurahman (Bandung)

    06. Something Suck – Don’t Look Back (Solo)

    Something Suck adalah band skate punk / hardcore yang beranggotakan Jaddah bakar (gitar vocal) Phondra aka bedoen (drum) arip aka weghe (bass backing vocal). Lagu Don’t Look Back merupakan singel di album pertama mereka Do It Your Skate yang menceritakan tentang pembelajaran masa lalu, masa lalu kadang jangan dilupakan dan lurus menatap kedepan.—Dimas Purnomo Fridbramantyo (deanstreetbillys.wordpress.com)

    07. Suggar Bitter – Circle of Life (Semarang)

    Virus musik dari ranah Britania Raya ternyata masih menjangkiti kota Semarang. kali ini tersembur lewat sekumpulan anak muda yang menamakan diri mereka Sugar Bitter. berdiri di tahun 2012 dengan anggota Lutfi (gitar, vokal), Jujuk (gitar, vokal) ,Reza (bass), dan Dennis (drum). Sugar Bitter mengklaim mengusung brit pop dengan pengaruh dari Arctic Monkeys, The Smiths, The Kooks, Oasis, dan Two Door Cinema Club. hanya berbekal dua single, mereka telah punya jam terbang yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir di kotanya. singkat kata, mereka masih muda dan potensial!—Andi Fitriono (Semarang, www.houtskools.com)

    08. Beeswax – Dissappear (Malang)

    Bagas Yudhiswa, mahasiswa angkatan 2012 sastra inggris Universitas Negeri Malang, Gitaris Megatruh dan Dracula Omnivora, Asli Sidoarjo, berdomisili di Malang. Tak seberapa nampak roots 90s emo dan pop-punk di Megatruh maupun Dracula Omnivora. Berbekal Laptop dan soundcard seadanya, sebuah karya yang tidak bisa diremehkan lahir dari sebuah kamar kost di sekitar jalan ngantang, kaliurang, kota malang. Mengambil sedikit influence dari Braid, Mock Orange dan Bluebeard, Bagas mengolah namanya menjadi Beeswax dan mengolah semua keterbatasan itu menjadi lagu berjudul Dissapear yang catchy namun juga eclectic. Kabarnya dekat ini Beeswax akan dirilis oleh Haum entertainment salah satu label yang gencar mempromosikan musik – musik 90s emo revival di Malang.—Akhmad Alfan Rahadi Akhmad Alfan Rahadi (Malang, malangsubpop.wordpress.com)

    Aliansi Musik Oktober 2014>>DOWNLOAD<<

    01. Animalism – Get Lost (Jakarta)

    02. Barokka – Barapantura (Yogyakarta)

    03. Hakash – Man Of Mountain (Surabaya)

    04. Life Cicla – Rasa Sayange (Bogor)

    05. Nectura – Crossing Coward (Bandung)

    06. Something Suck – Don’t Look Back (Solo)

    07. Suggar Bitter – Circle of Life (Semarang)

    08. Beeswax – Dissappear (Malang)

     

  • Aliansi Musik Juli 2014

    Aliansi Musik Juli 2014

    10521532_10152377654844221_787471769_n

    Tracklist :

    01. The Lamebrain – Overpower (Bandung)
    02. Vorbleed – Genesis (Semarang)
    03. Bin Idris – Calm Water (Jabodetabek)
    04. Indigo Moon – Puzzlement (Yogyakarta )
    05. Hecht – Kekkai (Surabaya)
    06. Mera Bercerita ft Cholil – Bunga Dan Tembok (Solo)
    07. Frank – Turn On My Heart (Malang)
    08. Mom Called Killer – Juggernaut (Bali)

    Pesta demokrasi telah usai dan pemimpin baru bangsa ini sudah terpilih. Pun beritanya sudah memanaskan ranah media sosial ataupun dunia nyata sewaktu bersitegang pada bulan-bulan kemarin, diantara dua kubu calon pilihannya. Tapi tenang, kita tidak akan membahas itu lebih jauh karena hal terpenting kompilasi Aliansi Musik bulan ini lebih menghangatkan suasana liburan kalian nantinya.

    Banyak nama-nama baru bermunculan di kompilasi ini—atau saya saja yang kurang update?—terpilih mewakili kotanya masing-masing oleh tim penyeleksi. Sebuah bukti nyata bahwa Aliansi Musik juga menaruh minat untuk mereka yang bertalenta terhadap musik walaupun hitungannya masih dini. Dan semuanya itu bisa kalian dengar dan download disini. Enjoy!

    01. The Lamebrain – Overpower (Bandung)

    “The Lamebrain lahir dari generasi baru di Kota Bandung, lumayan payah saya mencari talenta baru dari generasi baru di Kota Kembang yang serius dalam membuat musik. The Lamebrain cukup bisa mewakili Kota Bandung di scene rock and roll yang pernah berjaya dahulu. Petikan mengayun distorsi khas ala-ala rock and roll maskulin yang sedang naik pitam namun harmonis! Kira-kira begitu dan tak usah berlama lagi, mari kita dengar saja seperti apa bunyian dari band yang bervokaliskan Alan Davison ini.”—Gagi Aria Alembana Fatkhurahman

    02. Vorbleed – Genesis (Semarang)

    “Saat ini kancah musik metal kota Semarang sedang lesu, khususnya di koridor metalcore dan death metal. jarang sekali band metalcore dan death metal yang muncul ke permukaan dengan kualitas mumpuni. dan unit technical-metalcore bentukan 5 orang metal-geek, Vorbleed, datang kembali lewat mini album perdananya, Book Of Genesis. Vorbleed sendiri terbentuk di tahun 2010 dan sempat melepas single “Three Horned Face” di tahun 2011. dan lewat mini album Book Of Genesis, Vorbleed membuktikan kalau kancah metal kota Semarang masih punya amunisi yang segar dan siap menghantam indera pendengaran.”—Andi Fitriono (www.houtskools.com)

    03. Bin Idris – Calm Water (Jabodetabek)

    “Bin Idris adalah solo project dari Haikal Azizi (vokalis Sigmun) musisi surealis asal Depok yang sekarang sedang menjalani tugas sebagai dosen Seni Rupa salah satu universitas di Bandung. Dan nyatanya, ia telah memproduksi kaset EP perdananya bertajuk ‘Muqadimmah’ oleh Hasana Record pada tahun lalu. Memang berbeda jauh dari karakteristik Haikal di Sigmun, disini (Bin Idris), terdengar lebih tenang tapi ‘menghanyutkan’.”—Robby Wahyudi Onggo (www.deathrockstar.club)

    04. Indigo Moon – Puzzlement (Yogyakarta)

    “Suatu bentuk transformasi luar biasa secara musikalitas sukses dilakukan oleh Kusuma Prasetyo Putro dalam proyek bermusiknya di Indigo Moon. Sebelumnya Putro lebih banyak dikenal sebagai frontman dari band punk rock kenamaan asal Yogyakarta, The Frankenstone, tetapi dirinya berhasil melepas image ‘punk’ nya di Indigo Moon yang membawakan musik akustik dengan berduet bersama Gogor Seta Dewa.”—Komang Adhyatma (www.kanaltigapuluh.info)

    05. Hecht – Kekkai (Surabaya)

    “‘Kekkai’ dirilis keroyokan bersama lima band Surabaya lainnya pada bulan Juni kemarin, merupakan single pertama yang dirilis oleh Hecht sejak band ini terbentuk. Lewat single ini Hecht ingin bercerita tentang suasana keindahan sebuah sacred things didalam suatu dimensi yang purikatif.

    Hecht adalah band bergenre postrock, genre yang sangat jarang dimainkan di Surabaya. Beranggotakan Dimar, Yudhistira, Ryan, Eka serta Kurnia, mereka memainkan music instrumental yang banyak berlatar ambience, twingkling, reverb, low beat , white noise. Tanpa harus panjang lebar, silahkan menikmati.”—Emirul Fahmi Fanshuri (www.praotozine.wordpress.com)

    06. Merah Bercerita feat Cholil – Bunga dan Tembok (Solo)

    “Tidak ada aling-aling maksud apapun atau membuat sebuah kebetulan di Aliansi musik Juli 2014. Merah Bercerita, salah satu band asal Solo yang kini sedang cukup naik daun, memang pantas untuk dimasukan ke dalam daftar metereng lagu-lagu di bulan ini. Dilihat dari judulnya, sebagian orang yang mengagumi kesusastraan mungkin akan langsung terhenyak dengan judul Bunga dan Tembok. Gubahan puisi salah satu putra terbaik Indonesia, Wiji Thukul, dilantunkan dengan musikalitas yang lirih dan menyayat hati. Petikan gitar dan raungan suara yang terjerat memperkuat penyampaian pesan tentang sebenarnya kita yang saat ini masih ditindas. Mungkin ada saatnya kita mencoba merenung sembari mendengarkan lagu Bunga dan tembok, kita ini bunga ataukah tembok tirani?”—Ekawan Raharja

    07. Frank – Turn On My Head (Malang)

    “Frank band pendatang baru dari kota Malang beraliran inderock yang beranggotakan Pio Threeding (Vocalist), Ken Baruna (Lead Guitar), Muhammad Rofif (Bassist), Raveizal Ario Sayoga (Drummer). Berdiri sejak 2013 akhir, sergap, siaga dan berondong adalah suasana yang akan dirasakan ketika melihat mereka, begitu energik, menyergap perhatian dan membuat matamu siaga. Sebuah anthem perjalanan pulang-pergi kuliah maupun kerja yang cocok untuk setiap hari terutama hari senin yang sibuk. Beat rapat layaknya deru sepeda motor, dan moodbooster tepat untuk segala suasana sendu.”—Akhmad Alfan Rahadi (www.malangsubpop.wordpress.com)

    08. Mom Called Killer – Juggernaut (Bali)

    “Juggernaut, Lagu ini mencerita tentang raksasa penjaga keseimbangan bumi yang bangkit dan murka siap mengambil setiap jiwa manusia yang angkuh dan sombong!!
    Ketika gue dengerin dengan volume max, gue semakin ngerasain setiap dentuman drum yang kencang, distorsi gitar dan suara bass mengantarkan suara vokal yang terkadang terdengar berat namun beberapa saat berteriak dengan penuh emosi, gue suka lagu ini karna mampu membuat gue berimajinasi/merasakan gimana seramnya ketika bumi ini hancur, terasa banget dipertengahan lagu ketika suara gemuruh menghajar telinga gue! Mom Called Killer band metal asal kota denpasar ini terbentuk tahun 2007. Nama Mom Called Killer tercetus ketika hangatnya berita pembunuhan anak yang dilakukan oleh ibunya sendiri.”—Teddy Drew

  • Aliansi Musik Juni 2014

    Aliansi Musik Juni 2014

    Download lagu terbaik Indonesia bulan Juni 2014
    Download lagu terbaik Indonesia bulan Juni 2014

    Tracklist:

    01. Gold Thief – Farewell (Semarang)
    02. Origin Name – Living In The Highest Place (Solo)
    03. Head Crusher – Molotov (Surabaya)
    04. Napolleon – Rendevouz (Bandung)
    05. Oneding – Menangis Riang (Malang)
    06. Half Eleven Pm – Delusion (Yogyakarta)
    07. The Wellington – Thousand Yards (Jakarta)

    Sebelum menutup Juni sekaligus menyambutnya bulan suci Ramadhan, kami tim Aliansi Musik seperti biasanya telah menyusun deretan band/musisi lokal menambah referensi pengetahuan musik kalian. Adapun, semuanya dikemas kedalam kanal soundcloud kami yang telah berubah domain websitenya menjadi www.deathrockstar.club . Sedikit intermezzo, perubahan ini tidak ada alasan khusus selain kami butuh nama baru yang lebih segar dan semoga Deathrockstar bisa menjadi club dimana kalian dapat menemukan musik-musik segar. . Sesederhana itu filosofinya, kalau kalian penasaran menanyakan penyebab berubahnya domain website kita

    Di Aliansi Musik bulan Juni ada dua band yang mempercayai platform ini sebagai medium rilis single terbarunya. Sebut saja Headkrusher dari Surabaya serta Napolleon trio ‘kriwil’ psikedelia asal Bandung. Kalian berkesempatan mendengarkannya untuk perdana kali dan bisa diunduh gratis disini. Mari kita download lagu-lagu Indonesia terbaik bulan ini.

    gold-thief

    Photo: Gigsplay

    01. Gold Thief – Farewell (Semarang)

    “Single “Farewell” ini dirilis tepat setahun tragedi kecelakan yang menimpa sang vokalis/gitaris Gold Thief, alm. Krido Priambodo dan stage manager Gold Thief, alm. Rio T.A. Dan dirilisnya single ini bulan Mei kemarin, bertujuan khusus untuk mengenang sekaligus mengumumkan kalau Gold Thief akan kembali eksis dengan formasi dan konsep baru setelah vakum sekiranya satu tahun. Tapi sebelum masuk ke babak berikutnya, kita simak dulu lagu “Farewell” sebagai perpisahan, dimana mendiang Krido bernyanyi dengan murung dibaluti musik folk pop minimalis. Selamat jalan, kawan.”—Andi Fitriono 

    10380682_347932585355003_4346555492830755521_o

    02. Origin Name – Living In The Highest Place (Solo)

    “Origine Name sendiri merupakan alias dari one man standing Ezra Nugroho. Belum banyak yang paham dengan project ini namun konon sebuah album siap untuk diluncurkan Origine Name. Sebuah single Living In Highest Place didaulat menjadi materi perkenalan sebelumnya. Kalau pertama kali mendengarkan, alangkah lebih baik dengan mempertajam indera pendengar sebelum memulai materi ini. Jujur tampaknya bukan lagu yang mudah untuk diperdengarkan dengan sekilas. Tarik menarik antara Shoegaze, Postrock, dan Britpop membuat menjadi mengambang. Selebihnya nikmati saja materinya dan rasakan sensasi tinggal di perbukitan.”—Ekawan Raharja

    headcrusher photo2

    03. Head Crusher – Molotov (Surabaya)

    “Single pertama serta track keempat dari EP “Keos” yang baru saja rilis pertengahan Mei kemarin ini, bercerita tentang hari penyerangan musuh. Musuh ini yaitu sistem yang  selama ini merasa  tertindas. Molotov sendiri sebagai symbol perjuangan rakyat kelas bawah yang mana mereka tidak mungkin bisa memiliki senjata yang sama seperti yang dimiliki oleh pemerintah.”—Emirul Fahmi Fanshuri 

    napolleon-at-redefine-8

    Photo : Shutter Beater

    04. Napolleon – Rendevouz (Bandung) 

    “Bayu Adrianto vokalis dari band ini adalah adik kelas gua sewaktu SMA. Di masa tumbuh berkembangnya itu gua sudah melihat dia membuat musik bersama teman-temannya dengan mengusung genre Rock And Roll, memang pada tahun yang2009 kota Bandung sedang ramai oleh band Rock And Roll seperti The S.I.G.I.T dan Speaker First juga The Changcuters. Sudah lamanya kami tidak berjumpa dan akhirnya gw melihatnya bermain musik lagi dengan format berbeda di panggung kecil acara farewell dari band Vincent Vega yang sementara akan vakum karena sang vokalis harus melanjutkan studi di Jerman. Gue hanya tersenyum ketika melihat Bayu Adrianto memainkan musiknya karena apa yang gw lihat sekarang bukanlah sosok Bayu Adrianto remaja yang menelan mentah apa yang dia suka kemudian membuatnya ulang, sosok Bayu Adrianto dalam bandnya Napolleon adalah sosok yang sudah cukup kaya hatinya untuk memutuskan musik apa yang akan dia buat. Entah pengalaman apa yang terjadi padanya sampai bisa membuat musik yang boleh dibilang sangat jarang bunyian ini terdengar di kota Bandung. Ya, tidak usah panjang lebar lagi mari kita simak saja teman.”—Gagi Aria Alembana Fatkhurahman

    Screen Shot 2014-06-20 at 9.49.21 PM

    05. Oneding – Menangis Riang (Malang)

    “Albertus Prima Karuniargo Oneding. Orang yang biasa Anda temui di Malang. Dalam setiap kesempatan, mc gig, dan di beberapa band. Lucu dan seksi. Ramah dan hangat. Pernah bermusik bersama dengan Suster Clinic dan Andjoeran Pengoeasa. Sekarang masih aktif di My Beautiful Life dan Snickers And The Chicken Fighter. Sekarang dia merintis jalan solo karir untuk kebebasan kreatif dan lagu catchy yang tulus. Sering juga ditemani tandem bermusiknya seorang cellist handal malang Octavianus Triangga. Lagu – lagu dari Oneding adalah lagu – lagu yang bersahabat dengan alam dan perasaan, sekali dengar langsung bisa singalong.”—Akhmad Alfan Rahadi

    Penampilan-Half-Eleven-PM-saat-Roadshow-Berdua-Concert-di-Legend-Coffe_Taufiq-Fada

    Photo : Berita Jogja

    06. Half Eleven Pm – Delusion (Yogyakarta)

    “Duo yang bisa dibilang baru di skena musik  Jogja ini datang dengan membawa jenis musik yang bisa dibilang belum terlalu populer di kota ini. Suasana gloomy secara sukses di hadirkan oleh balutan vokal dari Aniisa Ramadhani. Lagu ini menceritakan tentang manusia yang menciptakan dunianya sendiri karena merasa asing dengan keberadaannya di lingkungan sosial.”—Komang Adhyatma

    IMG_5953

    07. The Wellington – Thousand Yards (Jakarta)

    “Menarik adalah ketika mendengar pertama kali The Wellington di split single bersama Sharespring yang membalikan memori era kejayaan Sarah Records. “Thousand Yards” sendiri bercerita tentang seorang teman mereka yang gagal membina rumah tangga bersama perempuan idaman. Bawasannya, patah hati, kegagalan, ataupun jatuh cinta memang sudah menjadi formula dasar dalam musikalitas band setipe mereka. Band yang berbasis di Depok kini konsisten terdiri dari Hanzalah Usaidi, Rinaldi Aban, Riftyza Gestandi, Feizal Akbar, dan Rizky Ocktadinanta. Dengan nada-nada indie-pop—menyerempet sedikit ke shoegaze—saya pun menganjurkan untuk mendengar lagu ini ditemani sebotol bir dingin sore hari.”—Robby Wahyudi Onggo

  • Aliansi Musik Mei 2014

    Aliansi Musik Mei 2014

    COVER-MAY-2014
    Tracklist

    01. Dopest Dope – The Luck Song (Surabaya)
    02. Christabel Annora – If These Walls Could Talk (Malang)
    03. Rabu – Semayam (Yogyakarta)
    04. Black Coffee Monologue – Two Years (Semarang)
    05. Future Collective – A Distant Beach (Jakarta)
    06. Parau – Darah Menoreh Sejarah (Bali)
    07. The Working Class Symphony – Broken Heart (Solo)

    Pertama-tama, kami ucapkan terimakasih atas besarnya apresiasi terhadap rilisan kompilasi perdana Aliansi Musik yang bisa diterima khalayak luas diluar sana. Semaksimal mungkin kami tetap menyajikan band/musisi yang sering kalian dengar ataupun sebaliknya per tiap bulan. Segala unsur yang mendukung melalui sarana internet—dari mencari talent berbakat di berbagai platform musik—sudah menjadi senjata utama. (more…)