Aliansi Musik Juni 2014

Aliansi MusikDownload Lagu

Written by:

Download lagu terbaik Indonesia bulan Juni 2014

Download lagu terbaik Indonesia bulan Juni 2014

Tracklist:

01. Gold Thief – Farewell (Semarang)
02. Origin Name – Living In The Highest Place (Solo)
03. Head Crusher – Molotov (Surabaya)
04. Napolleon – Rendevouz (Bandung)
05. Oneding – Menangis Riang (Malang)
06. Half Eleven Pm – Delusion (Yogyakarta)
07. The Wellington – Thousand Yards (Jakarta)

Sebelum menutup Juni sekaligus menyambutnya bulan suci Ramadhan, kami tim Aliansi Musik seperti biasanya telah menyusun deretan band/musisi lokal menambah referensi pengetahuan musik kalian. Adapun, semuanya dikemas kedalam kanal soundcloud kami yang telah berubah domain websitenya menjadi www.deathrockstar.club . Sedikit intermezzo, perubahan ini tidak ada alasan khusus selain kami butuh nama baru yang lebih segar dan semoga Deathrockstar bisa menjadi club dimana kalian dapat menemukan musik-musik segar. . Sesederhana itu filosofinya, kalau kalian penasaran menanyakan penyebab berubahnya domain website kita

Di Aliansi Musik bulan Juni ada dua band yang mempercayai platform ini sebagai medium rilis single terbarunya. Sebut saja Headkrusher dari Surabaya serta Napolleon trio ‘kriwil’ psikedelia asal Bandung. Kalian berkesempatan mendengarkannya untuk perdana kali dan bisa diunduh gratis disini. Mari kita download lagu-lagu Indonesia terbaik bulan ini.

gold-thief

Photo: Gigsplay

01. Gold Thief – Farewell (Semarang)

“Single “Farewell” ini dirilis tepat setahun tragedi kecelakan yang menimpa sang vokalis/gitaris Gold Thief, alm. Krido Priambodo dan stage manager Gold Thief, alm. Rio T.A. Dan dirilisnya single ini bulan Mei kemarin, bertujuan khusus untuk mengenang sekaligus mengumumkan kalau Gold Thief akan kembali eksis dengan formasi dan konsep baru setelah vakum sekiranya satu tahun. Tapi sebelum masuk ke babak berikutnya, kita simak dulu lagu “Farewell” sebagai perpisahan, dimana mendiang Krido bernyanyi dengan murung dibaluti musik folk pop minimalis. Selamat jalan, kawan.”—Andi Fitriono 

10380682_347932585355003_4346555492830755521_o

02. Origin Name – Living In The Highest Place (Solo)

“Origine Name sendiri merupakan alias dari one man standing Ezra Nugroho. Belum banyak yang paham dengan project ini namun konon sebuah album siap untuk diluncurkan Origine Name. Sebuah single Living In Highest Place didaulat menjadi materi perkenalan sebelumnya. Kalau pertama kali mendengarkan, alangkah lebih baik dengan mempertajam indera pendengar sebelum memulai materi ini. Jujur tampaknya bukan lagu yang mudah untuk diperdengarkan dengan sekilas. Tarik menarik antara Shoegaze, Postrock, dan Britpop membuat menjadi mengambang. Selebihnya nikmati saja materinya dan rasakan sensasi tinggal di perbukitan.”—Ekawan Raharja

headcrusher photo2

03. Head Crusher – Molotov (Surabaya)

“Single pertama serta track keempat dari EP “Keos” yang baru saja rilis pertengahan Mei kemarin ini, bercerita tentang hari penyerangan musuh. Musuh ini yaitu sistem yang  selama ini merasa  tertindas. Molotov sendiri sebagai symbol perjuangan rakyat kelas bawah yang mana mereka tidak mungkin bisa memiliki senjata yang sama seperti yang dimiliki oleh pemerintah.”—Emirul Fahmi Fanshuri 

napolleon-at-redefine-8

Photo : Shutter Beater

04. Napolleon – Rendevouz (Bandung) 

“Bayu Adrianto vokalis dari band ini adalah adik kelas gua sewaktu SMA. Di masa tumbuh berkembangnya itu gua sudah melihat dia membuat musik bersama teman-temannya dengan mengusung genre Rock And Roll, memang pada tahun yang2009 kota Bandung sedang ramai oleh band Rock And Roll seperti The S.I.G.I.T dan Speaker First juga The Changcuters. Sudah lamanya kami tidak berjumpa dan akhirnya gw melihatnya bermain musik lagi dengan format berbeda di panggung kecil acara farewell dari band Vincent Vega yang sementara akan vakum karena sang vokalis harus melanjutkan studi di Jerman. Gue hanya tersenyum ketika melihat Bayu Adrianto memainkan musiknya karena apa yang gw lihat sekarang bukanlah sosok Bayu Adrianto remaja yang menelan mentah apa yang dia suka kemudian membuatnya ulang, sosok Bayu Adrianto dalam bandnya Napolleon adalah sosok yang sudah cukup kaya hatinya untuk memutuskan musik apa yang akan dia buat. Entah pengalaman apa yang terjadi padanya sampai bisa membuat musik yang boleh dibilang sangat jarang bunyian ini terdengar di kota Bandung. Ya, tidak usah panjang lebar lagi mari kita simak saja teman.”—Gagi Aria Alembana Fatkhurahman

Screen Shot 2014-06-20 at 9.49.21 PM

05. Oneding – Menangis Riang (Malang)

“Albertus Prima Karuniargo Oneding. Orang yang biasa Anda temui di Malang. Dalam setiap kesempatan, mc gig, dan di beberapa band. Lucu dan seksi. Ramah dan hangat. Pernah bermusik bersama dengan Suster Clinic dan Andjoeran Pengoeasa. Sekarang masih aktif di My Beautiful Life dan Snickers And The Chicken Fighter. Sekarang dia merintis jalan solo karir untuk kebebasan kreatif dan lagu catchy yang tulus. Sering juga ditemani tandem bermusiknya seorang cellist handal malang Octavianus Triangga. Lagu – lagu dari Oneding adalah lagu – lagu yang bersahabat dengan alam dan perasaan, sekali dengar langsung bisa singalong.”—Akhmad Alfan Rahadi

Penampilan-Half-Eleven-PM-saat-Roadshow-Berdua-Concert-di-Legend-Coffe_Taufiq-Fada

Photo : Berita Jogja

06. Half Eleven Pm – Delusion (Yogyakarta)

“Duo yang bisa dibilang baru di skena musik  Jogja ini datang dengan membawa jenis musik yang bisa dibilang belum terlalu populer di kota ini. Suasana gloomy secara sukses di hadirkan oleh balutan vokal dari Aniisa Ramadhani. Lagu ini menceritakan tentang manusia yang menciptakan dunianya sendiri karena merasa asing dengan keberadaannya di lingkungan sosial.”—Komang Adhyatma

IMG_5953

07. The Wellington – Thousand Yards (Jakarta)

“Menarik adalah ketika mendengar pertama kali The Wellington di split single bersama Sharespring yang membalikan memori era kejayaan Sarah Records. “Thousand Yards” sendiri bercerita tentang seorang teman mereka yang gagal membina rumah tangga bersama perempuan idaman. Bawasannya, patah hati, kegagalan, ataupun jatuh cinta memang sudah menjadi formula dasar dalam musikalitas band setipe mereka. Band yang berbasis di Depok kini konsisten terdiri dari Hanzalah Usaidi, Rinaldi Aban, Riftyza Gestandi, Feizal Akbar, dan Rizky Ocktadinanta. Dengan nada-nada indie-pop—menyerempet sedikit ke shoegaze—saya pun menganjurkan untuk mendengar lagu ini ditemani sebotol bir dingin sore hari.”—Robby Wahyudi Onggo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *