Tag: anoa records

  • Gascoigne Merilis Lagu Berjudul “King”

    Gascoigne Merilis Lagu Berjudul “King”

    Gascoigne, band indie-rock asal Jakarta baru saja merilis single pertama berjudul “King”, yang mana single ini diambil dari album yang nantinya akan dirilis oleh Anoa Records.

    Single ini bisa didengarkan melalui berbagai platform streaming digital populer seperti Spotify, Itunes, Bandcamp, dan Soundcloud.

    Gascoigne terbentuk pada pertengahan 2016 beranggotakan Alvi Ifthikhar (Vokal, gitar),
    Dimaz Hafizhan (Bas), dan Zaka Sandra Novian (Drum).

    “King” ditulis oleh Alvi Ifthikhar. Proses rekaman berlangsung pada awal 2018 di Kandang
    Studio, Jakarta, dengan Yehezkiel Tambun sebagai produser dan mixer, dibantu juga oleh Haryo Widi sebagai recording engineer selama proses rekaman. Mastering single ini dilakukan oleh Andri Rahadi dari Anoa Records.

    “King” adalah rilisan baru Gascoigne semenjak merilis EP: Fagen Ain’t Fakin’ pada Maret 2017.
    Saat ini, Gascoigne sedang berada dalam proses penggarapan album yang telah dimulai
    semenjak awal 2018. Sambil menunggu albumnya rilis, silahkan dinikmati single ‘King’ ini.

    gascoigne download
    Gascoigne
  • Watch “Barefood – Candy [Official Music Video]”

    Watch “Barefood – Candy [Official Music Video]”

    Barefood merilis video musik berjudul ‘Candy’ pada perhelatan ‘Record Store Day Indonesia’ 2018.

    (more…)

  • Lysistrata the French Math Rock band will also perform at The Milo Wasted Parts Showcase.

    Lysistrata the French Math Rock band will also perform at The Milo Wasted Parts Showcase.

    Showcase The Milo Wasted Parts Showcase akan semakin meriah dengan turut tampilnya Lysistrata, band math rock asal Perancis.

    (more…)

  • Silverglaze – Essays EP

    Silverglaze – Essays EP

    Tidak lama setelah EP ini diumumkan untuk dirilis, saya segera mendownloadnya walaupun satu keping CD juga sedang meluncur ke alamat rumah saya. Single pertama yang dirilis Anoa Records beberapa waktu lalu sangat menjanjikan, membuat saya ingin segera mendengarkan rilisan ini.

    Sebuah EP yang dirilis dari rekaman yang sempat hilang satu dekade lalu. Hanya sempat meninggalkan jejak di Myspace dan hati beberapa insan pencinta musik yang mungkin sempat merasakan era Myspace. Sebuah rilisan yang akan menjadi klasik jika saja berhasil dirilis di awal 2000-an, saat lagu-lagu di rilisan ini direkam.

    EP ini buat saya adalah wahana mesin waktu, mengembalikan diri saya yang sekarang sibuk menyambung hidup dengan segala kesibukan ke waktu di mana musik indie pop dengan distorsi hangat seperti ini didengarkan sambil tidur-tiduran di kamar kos. Membaca lirik demi lirik dan membayangkan seperti apakah band ini akan manggung nanti.

    Lagu pertama mengingatkan saya pada majalah Trolley.
    Lagu kedua mengingatkan saya pada event-event di Bumi Sangkuriang.
    Lagu Ketiga mengingatkan saya pada kamar kos saya di salah satu lembah di Ciumbuleuit, dengan tape deck kontemporer.
    Lagu keempat mengingatkan saya pada perjalanan keliling Bandung untuk mencari sponsor acara.
    Lagu kelima mengingatkan saya pada perjalanan ke Lembang via Punclut sambil mendengarkan playlist dari Camera Obscura.
    Lagu keenam mengingatkan saya kalau saat ini adalah masa yang berbeda. Karena sekarang Bandung penuh FO, penuh taman tanpa tumbuhan asli. Mengingatkan juga kalau saya cukup beruntung pernah menikmati scene indie pop Bandung di masa Masih Hijau Dulu.