Tag: concert

  • Bottlesmoker Hypnagogic Journey Concert

    Bottlesmoker Hypnagogic Journey Concert

    Bermain band dari tahun 2005, Bottlesmoker selalu percaya bahwa musik sesungguhnya adalah energi kegembiraan yang selalu harus dibagikan kepada banyak orang. Mereka selalu memilih untuk membagikan setiap album yang mereka buat dengan gratis.

    Begitu juga dengan album ke-4 mereka, Hypnagogic yang pada tahun 2013 dirilis melalui format digital lewat netlabel Dystopiaq Records dari London – Tokyo. Tapi ternyata Bottlesmoker juga punya mimpi untuk mewujudkan kemasan fisik berupa CD setelah selama ini merilis album-album mereka dalam bentuk digital. Keinginan  mereka kemudian dimudahkan oleh masuknya bantuan dari teman baik dan partner sponsor yang juga sepenuhnya mengerti dan memberi kebebasan terhadap apa yang mereka inginkan.

    “Siapa sih musisi yang ga punya kepengen untuk merilis karyanya dalam bentuk fisik?” begitu kata Angkuy dan Nobie ketika dikonfirmasi tentang hal ini dan mereka juga menjelaskan bahwa setiap kali merilis album, mereka selalu mendapat pertanyaan tentang kapan mereka akan merilis CD.

    Juli 2014, dibuatlah purwarupa kemasan fisik dari album Hypnagogic dengan  menggandeng dua seniman muda Bandung, Mufti Priyanka dan Erwin Pandu Pranata sebagai penata grafis.  Proses mastering dari album mereka dibantu oleh Yosef Herman Susilo dari Uncle Margos Studio yang juga berprofesi sebagai gitaris dari Melancholic Bitch.

    13 November 2014 adalah tanggal yang mereka pilih untuk merilis CD Hypnagogic dalam konser bertajuk “Hypnagogic Journey Concert”. Konser ini akan diadakan di Rooftop Sasana Budaya Ganesha dan pada saat yang sama Bottlesmoker juga akan melepas 500 paket CD Deluxe Hypnagogic di acara tersebut. Paket CD Deluxe Hypnagogic ini terdiri dari 2 disc, booklet, passport-diary, map-case dan box.

    Selain pesta rilis CD, konser ini merupakan pertunjukan puncak dari program #Hypnagogicjourney, sebuah presentasi yang dimulai sejak album ini dirilis dengan melibatkan banyak seniman dari berbagai multi disiplin mulai dari seniman visual, body movement, seni instalasi dan pantomim.

    Poster Press

    Mari berjumpa dengan kegembiraan dan berjalan bersama Bottlesmoker di pesta rilis Hypnagogic!

    *ket – Hypnagogic adalah Hypnagogia – sebuah kondisi antara mimpi dan kenyataan, perbatasan antara tidur dan bangun, meninggalkan mimpi dan sedang menuju kesadaran. 

    Info pembelian tiket:

    Omuniuum

    Jalan Ciumbuleuit no 151B lt.2 Bandung

    Tlp. 022-2038279 / 087821836088

    omuniuum@gmail.com

    *Harga tiket Pre-sale Rp. 35.000, On The Spot Rp. 50.000 (Terbatas hanya 300 tiket)

  • Review Concert : Kylesa “Ultraviolet 2014 Southeast Asia”. Membuka Cakrawala Psikedelia di Jakarta

    13/04/2014, Rossi Musik, Jakarta, Indonesia. Kylesa berhasil menggelar tur promo album terbarunya dengan tajuk “Ultraviolet 2014 Southeast Asia” yang dengan senang hati menyelipkan dua kota di Indonesia sebagai perwakilan dari Asia Tenggara. Mereka juga mencantumkan kota Kuching dan Kuala Lumpur di Malaysia. (more…)

  • Suara Awan: Konser Kolaborasi Banda Neira, Layur, dan Gardika Gigih

    Banda Neira, Gardika Gigih, dan Layur akan berkolaborasi menggabungkan warna musik yang mereka bawa dalam sebuah konser bertajuk “Suara Awan, Sebuah Pertemuan”. Konser ini menggabungkan kesederhanaan folk akustik Banda Neira dengan alunan piano Gardika Gigih serta nuansa elektronik pada musik Layur. Musik ketiganya akan dibuat lebih megah dengan tambahan string chamber Alfian, Jeremia, dan Suta.

    Konser kolaborasi ini dipicu oleh rasa saling kagum di antara Banda Neira, Gigih, dan Layur. Banda Neira mengagumi musik karya Gigih dan Layur, begitu juga sebaliknya. Awalnya, pertemuan ketiga musikus ini awalnya hanya terjadi di dunia maya. Di Soundcloud lebih tepatnya, situs di mana ketiganya mengunggah karya. Saling komentar di dunia maya akhirnya berkembang menjadi pertemuan tatap muka. Setelah beberapa kali bertemu di Yogyakarta, mereka sepakat mengadakan konser kolaborasi.

    Rencananya ada 10 lagu yang akan dibawakan dalam Suara Awan. Dua lagu ciptaan Layur (Are You Awake?, Suara Awan), empat lagu ciptaan Gigih (Kereta Senja, Tenggelam, Hujan dan Pertemuan, I’ll Take You Home), dan empat lagu ciptaan Banda Neira (Hujan di Mimpi, Matahari Pagi, Derai-derai Cemara, Hal-hal yang Tak Kita Bicarakan).

    Lagu-lagu yang dimainkan dalam konser kolaborasi akan terdengar sangat berbeda dengan yang selama ini diperdengarkan. Ketiganya mengubah aransemen lagu menjadikannya sesuatu yang baru. Ketiganya juga terbuka untuk ide-ide baru yang terlontar ketika latihan bersama sehingga struktur serta nuansa lagu bisa sama sekali berbeda dengan yang aslinya.

    Karya-karya Gigih yang biasanya berupa komposisi instrumental akan terdengar berbeda dengan tambahan vokal dan lirik. Lagu-lagu Banda Neira yang biasanya dibuat hanya dengan satu gitar kopong dan satu xylophone akan terdengar lebih mewah dengan tambahan suara-suara dari Layur. Musik elektronik Layur pun akan jadi berbeda dengan sentuhan akustik, piano, dan iringan cello dan biola.

    Konser Kolaborasi :
    Banda Neira, Gardika Gigih, dan Layur

    Tajuk :
    “Suara Awan”

    Turut bermusik bersama:
    Alfian Emir Aditya (cello), Jeremia Kimoshabe (cello),
    dan Suta Suma Pangekshi (biola)

    Sabtu, 26 April 2014
    Amphiteater Tembi Rumah Budaya
    Jl. Parangtritis km 8,4 Tembi, Timbul Harjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta
    Buka gerbang pukul 19.15, Konser pukul 20.00
    Acara khusus undangan

    Undangan bisa didapatkan mulai Sabtu 19 April 2014
    Di Tembi Rumah Budaya pada jam kerja (10.00-16.00)
    Satu orang maksimal mengambil dua undangan
    Kontak: 0878.394.111.92 (Forum Musik Tembi)

    Dikutip oleh press-release: Ananda Badudu, personel Banda Neira

  • Review : Teenage Death Star “Act Like A Concert”

    Siapa yang tak kenal Teenage Death Star? Lagu “I’ve Got Johny In My Head” milik mereka mengiringi laju motor Joni sang pengantar roll film ke bioskop satu pindah ke bioskop lainnya, sempat terkenal dalam kompilasi album OST Janji Joni. Dan pada sabtu, 8 Maret kemarin, kembali mereka mengguncang panggung setelah 2 tahun beristirahat dari dunia musik. Hey, tapi itu tak membuat taring mereka tumpul. Tercatat dua ratus lebih tiket “Act Like Concert” yang digelar oleh FFWD Records, 3Hundred, dan Super Music di Auditorium IFI, Bandung ludes terjual! Menandakan Teenage Death Star (selalu/akan) ditunggu-tunggu setiap penampilannya. (more…)