Tag: Superbad

  • Superbad vol.88 dengan Kabar Burung, Amboro, & Stars and Rabbit

    Superbad vol.88 dengan Kabar Burung, Amboro, & Stars and Rabbit

    Kabar Burung adalah band yang menjadi perbincangan akhir-akhir ini karena karakter musik mereka yang unik. Saya pernah menuliskan kalau vokalis band ini falesnya sungguh tulus sampai menjadi keunikan rilisan mereka di tahun 2019.

    Maka itu hujan rintik-rintik di Minggu malam tanggal 26 Januari 2020 kemarin tidak berhasil mengurungkan niat saya bersantai saja di sekitar Kemang. Apalagi Stars and Rabbit juga akan melakukan pertunjukkan perdana bersama personil baru.

    Amboro, seorang solois melengkapi setlist malam itu. Hanya tiga penampil, artinya acara tidak akan selesai terlalu malam, tipe acara ideal saya memang.

    Superbad vol.88 di The Jaya Pub
    Keke dan Ameng membuka acara

    Seperti sebuah tradisi, acara Superbad selalu dibuka oleh Keke dan Ameng. Kecuali ada hal-hal yang membuat salah satu dari mereka berhalangan, duo ini selalu ada menjadi tuan rumah yang menyenangkan di rangkaian Superbad.

    Setelah mengumumkan urutan penampil, merekapun memperkenalkan Kabar Burung ke publik.

    Kabar Burung di Superbad vol.88
    Kabar Burung

    Band ini rupanya telah sukses membangun basis penggemar, karena lumayan banyak yang ikut menyanyi bersama mereka.

    Band ini adalah generasi terkini yang berhasil menyeruak karena konsepnya menarik. Tampaknya terinspirasi band-band indie 00’an yang terpengaruh musik lama, kemudian dipoles dengan berbagai referensi yang juga antik. Di panggung terdengar pengaruh dari era awal the Adams, Sore, WSATCC dan musik-musik lama yang mungkin hanya ada dalam format piringan hitam.

    Sungguh menyenangkan untuk dapat mengalami masa yang sama dengan aktifnya band ini. Semoga 20 tahun lagi masih bisa berinteraksi dengan musik mereka di panggung.

    Amboro di Superbad vol.88, the Jaya Pub
    Amboro

    Setelah Kabar Burung, seorang pria naik ke atas panggung; ialah Amboro. Amboro ini juga salah satu asuhan pak Dado. Drummernya the Flowers yg juga mengurus Jason Ranti. Ni orang tampil sendiri di panggung membawakan lirik-lirik dan pantun dengan bahasa tubub yang ekspresif. Albumnya sudah dirilis dan asik juga mendengarkan ia bernyanyi tentang hal-hal receh namun menarik.

    Jika musisi lain mengkritik keadaan sosial, pemerintah atau berbicara hal cinta, maka Amboro bercerita soal nonton konser atau pemuda tajir yang menjadi budak cinta. Menyenangkan, supaya hidup ga ribet-ribet amat.

    Stars and Rabbit at Superbad vol.88
    Stars and Rabbit

    Setelah Amboro, tentunya ini waktu untuk Stars and Rabbit. Bikin penasaran karena formasinya baru dan single terbarunya memiliki rasa berbeda dengan rilisan Stars and Rabbit sebelumnya.

    Beberapa rasa penasaran yang muncul misalnya:

    Kayak apa ya kalau ada gitaris seekspresif Didit?
    Bagaimana lagu-lagu baru mereka?
    Penasaran lagu-lagu lama yang banyak menonjolkan vokal Elda akan seperti apa?

    Malam itu, Stars and Rabbit memainkan set lagu baru semua. Elda menolak request lagu-lagu lama. “Liat di Youtube aja” atau “Nanti aja”

    Akhirnya memang setlist memainkan lagu baru dan tentunya berbeda dengan biasanya. Biasanya Adi santai-santai di belakang dan menghindari spotlight sementara Elda tampil begitu ekspresif, kali ini spotlight dibagi dua karena Didit juga sangat ekspresif bersama gitarnya. Saya sudah lama tidak melihat gitaris yang maen gitar sambil mangap-mangap mulutnya.

    Malah di lagu baru, Elda lebih ‘kalem’ dari biasanya. Dugaan saya karena liriknya belum hafal atau karena penonton masih menyimak dan belum menyumbang energi seperti biasa. Akhirnya di single “Little Mischievous” energi mulai terkumpul dan puncaknya di “I’ll Go Along” yang membuat saya cukup lega. Karena lagu lama jadi asik juga dibawakan formasi baru. Semoga Stars and Rabbit terus berevolusi dan menciptakan keajaiban-keajaiban baru.

  • Superbad Vol.86

    Superbad Vol.86

    Tradisi bulanan ini telah mencapai edisi 86, yang artinya jika dihitung secara kasar sudah berlansung lebih dari 7 tahun. Nyatanya Superbad pertama berlansung di tahun 2008, walaupun ada bolong-bolong yang disebabkan berbagai hal, Superbad bisa dibilang sebagai serial acara yang menampilkan musik independen paling konsisten di Jakarta.

    Dan di edisi ke 86 ini mereka menampilkan Margie Segers & Tjut Nyak Deviana, Danilla, & Jeslla.

    Line up lintas generasi yang betul-betul menarik, tidak mudah mendapatkan pertunjukkan semacam ini di panggung yang intim seperti di Jaya Pub tempat dimana perhelatan Superbad selama ini berlansung.

    Tidak menyangka saya bisa menyaksikan Margie Segers berkolaborasi dengan Tjut Nyak Deviana di tempat saya biasa menonton band-band kegemaran saya. Ternyata ya namanya musik yang bagus, akan selalu relevan jika dibawakan oleh individu-individu yang berbakat seperti Margie Segers dan Prof. Tjut Nyak Deviana ini.

    Semoga bertahun mendatang, kita semua dapat menjadi tua bersama dan tetap relevan dengan jaman saat di pertunjukkan musik.

    Danilla – Entah Ingin Kemana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Download Danilla
    Danilla
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Margie Segers & Tjut Nyak Deviana
    Stanley Widianto & Raka Ibrahim
    Stanley Widianto & Raka Ibrahim
    Indra Ameng
    Indra Ameng
  • “SUPERBAD!” Vol.81 in Instrumentalia Fantastico

    “SUPERBAD!” Vol.81 in Instrumentalia Fantastico

    superbad

    The Secret Agents presents
    “SUPERBAD!” Vol.81 in Instrumentalia Fantastico
    Sunday, 5 Nov 2017 / 9 pm – 1 am at The Jaya Pub Jakarta.
    Feat. : Sentimental Moods – Bottlesmoker – The Mentawais
    FDC: IDR 50 k.

  • Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah

    Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah

    Saya bersyukur karena ditengah riuhnya ahli politik dan ahli agama dadakan, sepasang agen rahasia masih bisa menyelenggarakan satu lagi acara Superbad di Jaya Pub. Kali ini mereka berkolaborasi dengan Pepaya Records dan Studiorama dengan mengangkat tema Dentum Dansa Bawah Tanah, seperti judul rilisan kompilasi anthem dansa bawah tanah yang baru saja rilis.

    Setelah berjalan kaki beberapa ratus meter dari pemberhentian Trans Jakarta, saya membeli tiket di pintu masuk dan rasa rindu tercairkan setelah memasuki ruangan bar yang sudah menjadi ‘rumah’ dalam mencari musik asoi dan wajah-wajah familiar yang juga penikmat musik serupa.

    Tidak lama setelah Keke dan Ameng membuka acara, seorang pemuda gondrong muncul dipanggung, ia adalah Whoosah. Setelah Whoosah ada Future Collective yang kali ini bertiga. Ditutup oleh Sunmantra yang membuat Jaya Pub di penghujung tahun 2016 seperti berada di rave party akhir dekade 90-an sampai awal 00-an.

    Mengingat ini adalah akhir dekade 10-an, mungkinkah rave-rave intens dalam skala kecil ini akan kembali? semoga Tuhan memberkati lantai dansa.

     

    Keke Tumbuan & Indra Ameng
    Keke Tumbuan & Indra Ameng

    Whoosah
    Whoosah

    Madrim Djodi & Kendra Ahimsa
    Madrim Djodi & Kendra Ahimsa

    Future Collective at Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah
    Future Collective at Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah

    Future Collective at Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah
    Future Collective at Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah

    Avindy
    Avindy

    Superbad Jaya Pub
    Putri & Wing

    Future Collective at Superbad x Dentum Dansa Bawah Tanah
    Tida, Sawi, & Wing

    Santy Yas
    Santy

    Sunmantra
    Sunmantra

     

    Sunmantra
    Sunmantra

  • Superbad! Vol.74: Edisi 3 Kota

    Superbad! Vol.74: Edisi 3 Kota

    The Secret Agents
    present

    “SUPERBAD!” Vol. 74: EDISI 3 KOTA

    Sunday, 27 March 2016
    8 pm – 1 am
    at
    The Jaya Pub,
    Gd. Jaya parking area, Jl. M.H. Thamrin Kav. 1-2,
    Jakarta Pusat (Right across Hotel Sari Pacific)

    Featuring:

    * ZOO (YK)
    Rully Shabara(vocal, synth,jembe), Bhakti Prasetyo (bass), Dimas Budi Satya (drums), Ramberto Aguzalie (drums)
    http://zoo-indonesia.blogspot.co.id/

    * MAX HAVELAAR (JKT)
    Dedidude (vocal, guitar), David Q Lintang(guitar), Muhammad Asra Noer(keyboard), Teddy Satrio(bass), Timur Segara(drum & cymbals)
    http://suaramaxhavelaar.com/

    * ELLIPSIS (BDG)
    Elmar Shidqi Sulaiman (guitar), Feisarino Abitama (drums), Aulia Lazuardi (bass), Aulia Ramadhan (guitar)

    SHOW RUNDOWN:
    20.00 – 21.00 SUPERBAD PLAYLIST
    21.00 – 21.40 ELLIPSIS
    21.55 – 22.35 MAX HAVELAAR
    22.50 – 23.35 ZOO
    23.30 – 01.00 SUPERBAD PLAYLIST

    PLEASE, PLEASE US… COME ON TIME!!

    *FDC: IDR 40K (a choice of beer or soft drinks)
    Bring extra cash to buy CDs and merchandise of the featured bands!

    *Capacity: -/+ 200

    * Photographers and video-makers are always welcomed to shoot, but please always make sure that the audience behind you can still enjoy the view of the stage, the bands playing aren’t distracted, and the operation of the venue is not disturbed.

    “SUPERBAD!” is a monthly independent live music event by The Secret Agents, held since 2008. Its venue is The Jaya Pub (the oldest music pub in town that, since 1975, has maintained a good rep for its live music performances of various genres; mainly blues, jazz, and rock). “SUPERBAD!” showcases good independent local talents; from the freshly squeezed newbies, to those already known in the local music scene; giving them space to perform in front of the hard-core lovers of music in Jakarta and the surrounding areas.

    The Secret Agents are: Indra Ameng and Keke Tumbuan
    A duo working on projects involving conceptual art, good music, and other delightful things.

    Contact info:
    T: 0821-10146685 (Keke) or 0818-817548 (Ameng)

    Terima Kasih & Thank You
    THE SECRET AGENTS
    www.the-secret-agents.weebly.com
    www.superbadgig.weebly.com
    www.instagram.com/superbadgigs/
    Twitter: @DeSikretEjents
    Facebook Group: www.facebook.com/groups/desecretagents

    zoo, max havelaar, ellipsis