Category: event musik

  • Sikaaaaat Mooo! Vol.04 feat Circarama, Goodnight Electric, & The Flowers

    Sikaaaaat Mooo! Vol.04 feat Circarama, Goodnight Electric, & The Flowers

    Circarama, Goodnight Electric dan The Flowers dalam satu acara? ini akan menarik. 3 band dari generasi berbeda dan genre berbeda akan bermain di venue yang tidak jauh dari tempat saya bekerja tentu susah ditolak. Apalagi hari ini hujan tidak turun, cuaca agak panas membuat saya memikirkan nikmatnya menengak segelas atau dua gelas bir dingin sambil menyaksikan musisi-musisi ibukota beraksi.

    Jam sembilan malam lewat dikit saya berjalan kaki melintasi jalan raya Cikini menuju gang kecil dimana Camden Bar Cikini berada. Suasana di lingkungan ini maupun dibagian dalam bar tidak banyak mengingatkan saya pada daerah Camden di London, mungkin mereka terinspirasi dari Camden di kota lain.

    Saat itu suasana bar ini sudah mulai padat dan dipenuhi asap rokok. Circarama baru saja memulai lagu pertama mereka. Saya mulai mencari lokasi yang nyaman untuk berdiri mengambil gambar, sambil menyaksikan band yang baru saja merilis album ini membawakan single-single seperti Porcelain Sky, Yellow Sun dan yang baru saja dirilis kemarin; Apple Quuen.

    Tidak jauh dari panggung tampak Ade Palloh sedang mengamati penampilan band hasil rilisan label miliknya; Helat Tubruk. Kenangan saya akan Kula Shaker, Oasis atau Primal Scream kembali muncul. Band ini sangat menarik, saya rasa albumnya akan menjadi salah satu yang terbaik tahun ini.

    Selepas Circarama, muncul Adit Insomnia yang berpasangan dengan Gilang Gombloh. Seperti yang sudah diduga dua orang ini mulai nyela-nyela apa saja yang kelihatan.

    Goodnight Electric pun tampil etelah lomba minum bir berhadiah sebotol vodka. Saya teringat beberapa belas tahun yang lalu saat Goodnight Electric masih cuma berdua dan manggungnya minus vokal. Saya terharu pernah menjadi saksi dari awal karir mereka saat melihat betapa kerennya mereka saat ini. Formasi paling solid yang pernah ada, didukung alat-alat bebunyian yang asoi dan tim kru yang cekatan.

    Mereka memainkan lagu-lagu yang sudah dikenal penggemar dan sebuah lagu yang belum pernah dimainkan; Stranded in the arms of love (kalau tidak salah).

    Selepas Goodnight Electric, fans-fans The Flowers mulai resah dan berusaha mengamankan posisi di depan panggung demi dapat berinteraksi dengan band rock n’ roll lawas ini. Namun demikian lomba minum bir babak kedua harus dilansungkan terlebih dahulu.

    Diantara orang-orang yang menyeruak kedepan, ada figur yang saya kenal; Felix Dass. Ia adalah seorang penulis dan aktifis skena independent. Mulai dari mengorganisir event sampai memanajeri band pernah ia lakukan. Seorang figur dengan banyak ide yang seringkali brilian dan kadangkala kurang masuk diakal, namun ia selalu berusaha mewujudkan ide-idenya tersebut. Seringkali berakhir dengan penuh makna dan manfaat.

    Ia berkata “gileee, ini hamba-hamba The Flowers dah pada ga sabar maju”. Saya berfikir apakah maksud “hamba” itu adalah sebutan untuk para penggemar The Flowers?. Mungkin saja, dan cukup keren karena memberikan kesan kebangsawanan untuk The Flowers.

    Sudah lama saya tidak menyaksikan The Flowers, sudah tentu kesempatan ini tidak baik untuk disia-siakan. Suara vokal N’jet yang khas itu tidak tergantikan.

    DJ Echo kemudian memutar lagu-lagu untuk menghibur setelah penampilan The Flowers

    Circarama
    Tampak bahagia
    Circarama
    Circarama
    Adit Insomnia & Gilang Gombloh
    Adit & Gilang
    Goodnight Electric download album
    Goodnight Electric
    Goodnight Electric
    Goodnight Electric
    Ade Palloh
    Ade
    lomba minum bir
    Lomba minum air
    The Flowers Rajawali Download
    The Flowers tampak belakang
  • Folk Revolutionaries vol.02 feat Krisna Floop & Lizelisabeth

    Folk Revolutionaries vol.02 feat Krisna Floop & Lizelisabeth

    Jelang tengah malam, sudah menjadi kebiasaan untuk melihat-lihat apa saja yang baru di Instagram. Setelah beberapa menit melihat foto jalan-jalan, foto konser, foto anak kucing, dan foto anak manusia, perhatian saya tertuju pada akun milik Rudolf Dethu yang menyiarkan video seseorang bernyanyi sambil bermain gitar.

    Di bagian bawah foto itu tercantum nama acara “Folk Revolutionaries vol.02”. Dalam hati saya tertegun, kapankah vol.01 nya berlansung?.

    Singkat kata, saya terlewat satu acara musik revolusioner dan sudah seharusnya bersyukur bisa menangkap info pagelarannya yang kedua. Nama penyanyi tadi adalah Lizelisabeth dan ia akan bermain di panggung yang sama dengan Krisna Floop di Paviliun 28.

    Beberapa hari setelahnya, di tanggal yang tercantum di pengumuman, saya memanggil taksi kurang lebih sejam sebelum waktu acara dimulai menurut flyer. Sayapun menembus malam menuju Paviliun 28. Lokasi venue berada di area yang sudah lama tidak saya sentuh, karena jauh dan kemacetan luar biasa di masa pembangunan infrastruktur saat ini.

    Mungkin saat MRT/LRT sudah beroperasi nanti, saya akan lebih banyak berkeliaran di daerah sini. Saya tidak suka mengemudi, walau merupakan pengagum mobil sport klasik.

    Setibanya di Paviliun 28, saya membuka pintu dan disambut tatapan aneh dari orang-orang yang sudah hadir sebelumnya. Mungkin mereka berharap pintu dibuka oleh seorang Pevita Pearce atau Danilla, bukan lelaki biasa-biasa saja seperti saya. Saya kemudian mencari-cari Rudolf Dethu, tetapi tidak berhasil.

    Namun saya yakin, kalau datang ke acara musik maka akan berjumpa wajah yang dikenal.

    Hampir keyakinan saya runtuh, kalau saja Rio Tantomo tidak melambaikan tangan dan mengajak saya duduk di bangku dekatnya. Sayapun duduk dan memesan jamu Kunyit Asam pada pelayan.

    Rio menjelaskan kalau Dethu sedang ada event lain di Bali, dan menyerahkan penanganan acara revolusi folk di Jakarta padanya.

    Lizelisabeth sudah memulai penampilannya saat itu. Saya tidak mengenal sebagian besar lagunya, ya wajar, karena baru pertama kali nonton. Hanya beberapa lagu cover version yang pernah saya dengar sebelumnya. Suaranya bagus dan besar harapan untuk bisa menyaksikan penampilannya lagi di kemudian hari.

    Setelah Lizelisabeth, Rio Tantomo mengambil alih panggung untuk mengumumkan Krisna Floop akan tampil.

    Tidak lama kemudian, majulah seorang pemuda membawa gitar dan suling. Ia mengatur-ngatur dua mesin di lantai, yang satu efek-efek gita, yang satu lagi Loop Station. Ia berkata ” Saya bermain flute dan loop, maka itu nama panggung saya Floop”. Boleh juga.

    Ia pun memainkan beberapa lagu sendiri, yang akan dirilis dalam bentuk album di awal tahun 2018 nanti. Serta beberapa cover version yang saya lupa apa saja judulnya. Lagu-lagunya menarik dan tampak memiliki peluang besar untuk sukses, jika ditangani dengan baik.

    Setelah itu, Rio Tantomo kembali maju dan mengumumkan kalau Minggu depan akan ada acara serupa lagi. Sayapun mengucapkan sampai jumpa kepadanya dan beberapa teman baru tidak lama setelah penutupan acara.

    Lizelisabeth
    Lizelisabeth
    Lizelisabeth
    Lizelisabeth
    Lizelisabeth
    Lizelisabeth
    Krisna Floop
    Krisna Floop
    Krisna Floop
    Krisna Floop
    Krisna Floop
    Krisna Floop bermain Flute dan Loop

    Piano Guy

    Folk Revolutionaries at Paviliun 28
    Folk Revolutionaries at Paviliun 28
  • Catatan, Foto & Video dari Konser Segara Anomalyst

    Catatan, Foto & Video dari Konser Segara Anomalyst

    Di sebuah bar remang-remang saya duduk berhadapan dengan Ario, yang sesekali ketukar sama Billy Saleh dari Polka Wars. Namun seiring berjalannya waktu, saya cukup yakin kalau didepan saya ini adalah Ario.

    Ia mengeluarkan sebuah CD dengan elegan, sambil berkata “ini album band gue, dengerin ya, nanti tanggal 28 mau ada konser di IFI Jakarta juga”.

    Selepasnya, sayapun mendengarkan CD album yang beberapa kali dipuji oleh jurnalis musik lokal. Mendengarkan album ini, saya berfikir kalau musisi-musisi ini tumbuh mendengarkan berbagai referensi musik. Referensi dari progresif rock model Genesis, sampai sensibilitas band indie rock memberikan Anomalyst karakter musik yang khas dan kuat.

    Sayapun mengunduh album tersebut via layanan resmi (tentu saja) untuk didengarkan sebelum konser. Berbekal beberapa lagu yang rada nempel di kepala, saya menerobos hujan badai untuk mencapai venue di IFI Jakarta, sebuah gedung dengan ruang auditorium berakustik sangat baik.

    Acara dimulai oleh Oscar Lolang, seorang musisi folk dengan kemampuan bercerita sangat baik. Tinggal masalah jam terbang dan konsistensi saja yang akan membuat ia menjadi musisi besar dikemudian hari.

    Setelah Oscar Lolang, tentu saja giliran Anomalyst sang pemilik acara yang tampil. Semua lagu di album Segara dibawakan, ditambah tiga lagu yang tidak ada dialbum. Susunan lagu bisa dibaca di salah satu foto di bawah, dengan single Segara yang dimainkan sebagai penutup.


    Oscar Lolang Download
    Oscar Lolang

    Oscar Lolang Download
    Oscar Lolang
    Oscar Lolang Download
    Oscar Lolang

    Anomalyst
    Ariyo Anomalyst
    Anomalyst download Segara
    Anomalyst
    Anomalyst Download
    Anomalyst
    Anomalyst
    Set List
    Vira Talisa Download
    Vira Talisa
    Oscar Lolang & Fans
    Oscar Lolang, Felix Dass & Deva
  • Foto dan Video dari Oktobeerfeast 2017

    Foto dan Video dari Oktobeerfeast 2017

    Musik indie yang asoi dipadukan bir free flow adalah paduan yang sempurna. Maka itu ide Oktobeerfeast selama dua hari tentu menarik hati, walau sayangnya saya tidak berhasil meliput yang hari pertama.

    Hari kedua ditutup dengan penampilan pamungkas Rock N’ Roll Mafia dan The SIGIT yang sukses memecahkan malam bergelimang bir.

    Semoga tahun depan diadakan lagi dan semakin seru.

    Rock N' Roll Mafia
    Rock N’ Roll Mafia
    Elda Stars & Rabbit
    Elda dari Stars & Rabbit

    Oktobeerfeast 2017

    Stars & Rabbit
    Adi, Elda dan kawan-kawan
    Rock N' Roll Mafia
    Rock N’ Roll Mafia
    Oktobeerfeast 2017
    Oktobeerfeast 2017
    Oktobeerfeast 2017
    Oktobeerfeast 2017
    The SIGIT
    The SIGIT
  • Fazerdaze Jakarta Tour • Rossi Music • 21 Oktober 2017

    Fazerdaze Jakarta Tour • Rossi Music • 21 Oktober 2017

    Hujan baru saja reda saat saya mencapai Rossi Music, sebuah venue musik yang nyelip diantara ruko-ruko tua di Selatan Jakarta. Saat akhirnya mendapatkan gelang tanda masuk dan naik menuju tempat pertunjukan, saya berpapasan dengan para personel Sharesprings.

    Dasar kagak jodoh, saya belum pernah berhasil menyaksikan mereka sejak bertahun-tahun lalu mengenal musik band ini dari seorang teman bekas pengusaha label independent yang sekarang mengharamkan musik. Namun demikian, saya masih merasa beruntung karena Grrrl Gang belum memulai set mereka.

    Saya sendiri baru mengenal Fazerdaze dan Grrrl Gang beberapa menit setelah dikirimkan materi poster acara oleh Reno Nismara. Sejak saat itu saya cukup bersemangat menanti datangnya hari ini, dimana hangatnya distorsi yang kotor dan mengawang-ngawang akan saya alami secara live.

    Tidak berapa lama, Grrrl Gang tampil dan pengunjung mulai hanyut dalam lapisan-lapisan suara yang dihasilkan band ini. Sambil sesekali diantara jeda waktu, sang vokalis melontarkan lawakan-lawakan yang patut dihargai.

    Selain membawakan single-single yang sudah cukup dikenal, mereka juga memperkenalkan single baru “Just A Game”.

    Setelah Grrrl Gang, tibalah saatnya Fazerdaze naik panggung. Saya sudah tidak ingat urutan lagunya, tapi tentu single kesayangan fans seperti “Lucky Girl” dibawakan. Seluruh gedung turut bernyanyi dan membuat Amelia Murray semakin bersemangat, saking semangatnya tau tau dia lompat ke penonton, untung ada yang menangkap.

    Akhirnya set ditutup dengan single “Little Uneasy”, dan acara dilanjutkan dengan sesi tanda tanga.

    Grrrl Gang Download
    Grrrl Gang bersiap-siap
    Grrrl Gang download
    Grrrl Gang
    Fazerdaze download
    Grrrl Gang
    Fazerdaze download
    Kendra Ahimsa
    Fazerdaze download
    Ario Sapi dkk
    Fazerdaze download
    Ezra dan Aleks
    Fazerdaze download
    Kolibri Records
    Fazerdaze download
    Zaky Arifin dan Istri
    Fazerdaze download
    Juragan Anggur Merah
    Fazerdaze download
    Fazerdaze in action
    Fazerdaze download
    Fazerdaze
    Fazerdaze download
    Amelia Murray berfoto bersama fans
    Fazerdaze download
    Xandega
    Fazerdaze download
    Sawi Future Collective
    Fazerdaze download
    Bandar AO