Pizza e Birra dan kami percaya bahwa bir tidak hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dirayakan!
Maka itu Pizza e Birra kembali menghadirkan satu-satunya festival yang menggabungkan free-flow beer, music dan Oktoberfest food dalam satu acara, yaitu PIZZA E BIRRA OKTOBEERFEAST!
Yang akan diadakan pada:
Hari/tanggal : Sabtu & Minggu, 14 & 15 Oktober 2017
Tempat : Piazza, Gandaria City
Waktu : 3 – 11 PM
PIZZA E BIRRA OKTOBEERFEAST tahun ini merupakan ketiga kalinya diselenggarakan sejak tahun 2015. Setiap tahunnya selalu menghadirkan sesuatu yang lebih, tahun ini akan menghadirkan lebih banyak live band performances, more beer, more fun games dan pastinya akan lebih seru dengan door prize: FREE return flight tickets to Germany!!
Artist line up:
14 Oktober
Agrikulture
L’Alphalpha
Maliq N D’Essentials
Marsh Kids
Neurotic
Pijar
15 Oktober
Dried Cassava
Rumahsakit
Stars and Rabbit
Teddy Adhitya
The Melodrama
The S.I.G.I.T
Dan masih banyak lagi yang akan di announce!
Ticket Price (free-flow beer included):
Pre-Sale Price – valid until 30 September 2017
Daily Pass : IDR 120.000
2 Day Pass : IDR 200.000
Normal Price
Daily Pass : IDR 160.000
Oktobeerfeast Jakarta 2017Oktobeerfeast Jakarta 2017
Puluhan orang dari Jakarta dan sekitarnya mendatangi sebuah bar bernama Lost & Found yang berada di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 20 September 2017 malam. Mereka berduyun-duyun merapat untuk dapat berada di sebuah acara musik yang telah digadang-gadang akan menjadi rumah bagi band-band instrumental rock.
Selain itu, acara musik yang bernama Apestronaut Volume 1 ini juga menjadikan Gaung sebagai headliner. Band rock asal Bandung yang baru saja meluncurkan album instrumental bertajuk Opus Contra Naturam dan tengah melakukan tur ini pastilah menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka untuk rela bersusah payah menembus kemacetan kota Jakarta dan juga hujan yang cukup deras pada malam itu.
Acara dibuka oleh band rock alternatif bernama Sir Lommar John. Band yang merupakan satu-satunya penampil non-instrumental di Apestronaut Volume 1 tersebut membawakan lagu-lagu andalan mereka dari album mini bertajuk Kosmik, seperti: “Summer Flower,” “Atlantic in Super Zoom,” dan “Suruhan Tuhan.”
Kalamantra menjadi penampil selanjutnya. Minus Achell Suez gitaris mereka yang sedang berhalangan, kuartet instrumental space rock asal Jakarta ini dibantu oleh Pandji Dharma dari band Sirati Dharma pada synthesizer membawakan dua lagu bernuansa kelam dan mengawang-awang berjudul “Zombie Ranch” dan “Cosmonaut” dari album mini yang tengah mereka garap.
Band ketiga yang tampil adalah Ellipsis. Kuartet instrumental post-rock matematis asal Bandung ini juga termasuk yang dinanti-nantikan. Terbukti dari banyaknya penonton yang berkerumun di depan panggung dan ikut bergoyang mengikuti irama musik saat mereka membawakan nomor-nomor catchy dari album mini Adversities.
Primata tampil berikutnya. Unit instrumental rock berbasis di Bekasi dan Ciputat yang kini hanya tersisa dua personel ini masih dibantu oleh Rya Antika dari band Apel pada departemen drum.
Band yang telah merilis album mini bertajuk Avani pada 2016 ini juga sempat dibantu oleh Reddy Aulia gitaris Makmur Sejahtera saat membawakan single tahun 2014 mereka yang belum pernah dibawakan secara live sebelumnya. Dan pada lagu baru tentang deforestasi berjudul “Tebang!” Primata juga dibantu Muhammad Reyhan Prima Mouthu sang vokalis dan bassis Makmur Sejahtera dalam memainkan terompet.
Gaung menjadi pamungkas acara. Band yang sedang melakukan tur hingga ke Singapura dan Malaysia ini membawakan lagu-lagu dari album baru cadas mereka dan berhasil membuat beberapa penonton terlihat menggila menggoyang-goyangkan kepala mengikuti irama lagu nan dinamis.
Untuk ukuran acara yang belum terbentuk brand image-nya karena baru yang perdana, serta diisi oleh mayoritas band-band pengusung genre yang segmented, Apestronaut terbilang cukup sukses. Meski perlu diakui secara jujur, bahwa perjalanan untuk memasyarakatkan instrumental rock di negeri ini masih sangat panjang.
Seperti yang Rama Wirawan gitaris Primata yang juga sekaligus penggagas acara ini sempat katakan melalui mikrofon pada salah satu sela antar lagu, “Ini adalah impian saya: membuat acara musik dengan mayoritas penampilnya memainkan musik instrumental rock. Penting untuk menciptakan pasar bagi genre musik ini di Jakarta, karena band saya pun memainkan instrumental. Jadi, ini adalah bagian dari perjuangan.” Sebuah ucapan yang langsung mendapatkan tepuk tangan meriah penonton.
Penilaian penonton terhadap acara ini juga cukup positif. Seperti yang dikatakan oleh Adisti Daramutia salah satu penonton dari Jakarta, “Kunci dari nonton acara musik instrumental adalah sound yang mumpuni. Apestronaut memenuhi kriteria itu dan memberi saya eargasm yang pol! Baru kali ini saya merasakan adrenalin yang naik turun oleh musik non lirik. Saya jadi sadar bahwa saya tidak begitu butuh lirik, saya hanya butuh musik.”
Vokalis kedua Makmur Sejahtera, Shindy Farrahdiba, menilai aspek-aspek lain dari acara ini. “Terhibur dengan band-band yang bermain, suka urutan lineup-nya. Membuat penonton mau mengikuti terus sampai selesai. Panggung minimalis, grafis video yang pas dengan beat musik. Semoga ada acara berikutnya,” tandas Shindy.
Apestronaut memang telah dicanangkan untuk menjadi helatan rutin. Jadi, nantikan Apestronaut Volume 2 dengan penampil-penampil yang tak kalah menariknya.
Tulisan dan foto oleh Team Apestronaut.Gaung @ Apestronaut Vol. 1_resized
Festival yang berlangsung selama dua hari ini mendatangkan selusin talenta baru ranah lokal dan mancanegara, seperti rapper grime asal Inggris Afrikan Boy, produser elektronik muda Chloe Martini dari Polandia, unit hip-hop terpanas tanah air Onar, dan band psychedelic kebanggaan Negeri Jiran Ramayan.
juga akan ada lima belas tema bahasan seputar infrastruktur musik di Indonesia, Archipelago Festival menghadirkan puluhan pembicara termasuk Guruh Soekarno Putra, Yockie Suryo Prayogo, Arian13, Andien dan Dipha Barus.
Archipelago Festival adalah sebuah music conference dan emerging talent festival yang diadakan pada 14-15 Oktober 2017 di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan. Acara ini dihelat sebagai wadah akselerasi networking musik lokal, juga ruang memperkenalkan musik-musik baru yang patut diberikan perhatian lebih.
Gagasan Archipelago lahir dari persepsi bahwa musik di Indonesia hakikatnya dipandang sebagai ekosistem yang melibatkan berbagai pihak. Pada tahun pertama, festival ini menawarkan lima belas topik bahasan yang mengulas sisi-sisi industri yang jarang diperbincangkan: dari merchandise, fans, venue musik, digital presence, hingga label rekaman. Archipelago juga menawarkan tiga panel istimewa, yakni Band & Brands, Indie Pioneers, dan Indonesian Pop Music.
Selain lima belas bahasan konferensi yang komprehensif, Archipelago juga menampilkan lima band internasional (Inggris, Polandia, Singapura, Malaysia, dan Filipina) serta delapan band dari Indonesia. Festival ini digagas oleh dua kolektif asal Indonesia, Sounds From the Corner dan Studiorama.
Menjelang hari raya Lebaran 2017 kemarin, di saat uang THR baru saja cair. Muncul pengumuman show Cigarettes After Sex akan diadakan di Jakarta oleh Ismaya Live. Tidak lama kemudian tiket pre-sale ludes.
Setelah menanti beberapa minggu berlalu, akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Jam 20.30, band ambient pop ini naik panggung dan membuka setlist dengan Sweet. Semua bersorak, namun ada sekelompok manusia merasa sedang ada di konser K-Pop dan meneriakkan lirik-lirik yang seharusnya syahdu.
Kurang lebih tiga lagu mereka memamerkan kemampuan menghafal lirik, kemudian saya memutuskan untuk melipir sedikit ke belakang. Suasana syahdu kembali didapatkan.
Setelah 14 lagu, mereka berpamitan. Namun ya namanya konser, kurang seru kalau konser di Jakarta tanpa encore. Maka dua lagu “Please Don’t Cry” dan “John Wayne” pun dibawakan supaya pada puas pulangnya.
Cigarettes After Sex Jakarta Show Ticket BoxCigarettes After SexCigarettes After SexCigarettes After SexCigarettes After Sex
Set list:
Sweet
Each Time You Fall In Love
Play Video
Truly
I’m a Firefighter
K.
Sunsetz
Flash
Dreaming of You
Nothing’s Gonna Hurt You Baby
Keep On Loving You (REO Speedwagon cover)
Affection
Apocalypse
Selain gizi dari makanan dan supplemen untuk tubuh kita, jiwa kita pun perlu asupan kebudayaan dan seni yang cukup. Asupan tersebut bisa kita dapatkan di Holy Market, sebagai salah satu pageleran pasar seni alternatif yang menyediakan berbagai produk yang tidak terpikirkan atau akan dijalankan oleh manusia biasa-biasa saja.
Siapa sangka, sebuah booth yang menawarkan jasa untuk mendengarkan curhat yang kemudian diberikan playlist yang sesuai dengan tema curhat itu akan sukses?
Rupanya selain asupan visual, kita juga haus akan bentuk seni yang memberikan pengalaman baru. Seperti membayar seseorang yang murah senyum untuk menuliskan puisi untuk kita menggunakan mesin tik tua.
Berikut adalah beberapa foto yang diabadikan dari Holy Market kemarin.
Indra AmengArie DagienkzSaleh HuseinMayatschism draw John NavidAgam x OmuniuumRalmond yang sedang berbahagia dengan FaniEwignOnx & Kopi Ruang SeketikaIit dan Mas TriMorrgth & MayatschismGilang GomblohTandunz & Rio FarabiPameran SeniKaraokeNastasha Abigail & DImas ArioHenry FoundationAdit InsomniaReza AsungMargaloThe PopoAyudilamarNasta Sutarjo
Alex & John Ken “Jirapah” Jenie & Merdi “Diskoria” Leonardo