Di Sebuah Malam di Kedai Kopi Public Hood.

eventsGigs

Written by:

“K.”: Penyanderaan Bersenjata oleh Teater Pandora di Kedai Kopi Publichood

Teater Pandora mempersembahkan naskah orisinil berjudul “K.” (karya Yoga Mohamad) sebagai produksinya yang ke-15. Pementasan ini menghadirkan penyanderaan bersenjata dalam sebuah kedai kopi yang dikepung oleh aparat kepolisian.

Dinding Publichood Coffee and Roastery yang terbuat dari kaca transparan memungkinkan penonton menyaksikan keseluruhan drama penyanderaan dari area parkir, berbaur dengan tim polisi, tim SWAT, dan pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Penonton pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 itu sekaligus berlaku sebagai pihak media ataupun warganet (netizen) yang mewartakan satu kejadian luar biasa. Teater Pandora menyulap Publichood dan area sekitarnya menjadi tempat kejadian perkara.


“K.” bercerita tentang tiga orang sahabat; Kalla, Kemal, dan Riky yang melakukan tindak kriminal tak terencana. Bermula dari mimpi Riky yang hidupnya tersisa beberapa jam saja akibat satu penyakit, Kalla memimpin kawanan mereka untuk mewujudkan mimpi itu: menjadi penjahat! Rentetan kejadian di luar perhitungan memaksa mereka untuk menyandera tiga staf kedai kopi Publichood beserta tiga pengunjung yang tersisa. Seiring malam berjalan dalam isolasi kedai kopi, penodongan pistol berubah menjadi pembicaraan soal hidup dan mati, antara penyandera dan tersandera. Kejujuran dibiarkan hadir melalui kopi yang disuguhkan oleh Hanka, barista papan atas kedai kopi itu.


Sementara di luar Publichood, suasana semakin ricuh. Regu polisi mengamankan area selama negosiasi antara Kalla dan Makha, negosiator dari pihak berwajib, berjalan alot. Konferensi pers digelar untuk memenuhi kehausan media yang ingin tahu. Penonton “K.” diajak ambil peran dalam kejadian. Selain melakukan citizen journalism, beberapa penonton ditunjuk di tempat untuk melemparkan pertanyaan sebagai perwakilan media di konferensi pers.

Dengan dukungan dari Bumi Laut Group dan Publichood Coffee and Roastery, “K.” adalah bagian dari kampanye #MempermainkanRuang oleh Teater Pandora. Ini adalah respons terhadap terbatasnya ruang kebudayaan di Jakarta, baik secara kuantitas maupun kemudahan akses. Maka di tahun 2019 ini, Teater Pandora rehat sejenak dari panggung pertunjukan konvensional; sebagai gantinya, mereka melakukan gerilya dan eksplorasi ruang-ruang asing, tempat-tempat yang masih tidak umum untuk pementasan teater di Jakarta. Salah satunya adalah kedai kopi Publichood yang merupakan bagian dari komplek Ruang 48 di bilangan Bangka ini.

Namun #MempermainkanRuang bukan soal bermain di macam-macam tempat saja. Secara artistik, #MempermainkanRuang mencoba untuk meruntuhkan dan mendekonstruksi batas panggung antara aktor dan penonton. “K.” melakukan ini dengan melibatkan penonton dalam situasi penyanderaan dan kehebohan massal yang muncul. Antara penonton dan kejadian yang berlangsung di latar nyata Publichood tidak ada sekat panggung.
#MempermainkanRuang adalah semangat menggairahkan seni pertunjukan — siapa pun dapat menikmati pentas teater di mana pun! Angan-angannya adalah membangun budaya menonton teater sebagai bagian dari budaya populer, mementahkan tuduhan “kuno dan membosankan” yang masih melekat pada teater di kalangan anak muda Indonesia. “K.” membuktikan bahwa teater bisa dinikmati sebagai obrolan santai sembari minum kopi, bicara kejujuran soal-soal kehidupan.

Comments are closed.