Interview with Homogenic

FeaturedInterviews

Written by:

Setelah lama ditunggu. Akhirnya e-mail saya dijawab via Friendster? yo semuanya sama sama membaca interview ini supaya mengenal sedikit lebih dekat siapa mereka?. by Eric Wiryanata.

kenapa diberi nama Homogenic?
dibaca inggris/indonesia sama. juga waktu jaman2 awal homogenic masih rissa sama dina, mereka berdua kan cewe-cewe, jadi homogen(sejenis) gituh.

which comes first? image, music, style?
music, image lalu style

bagaimana cara Homogenic mendeskripsikan musik Homogenic kepada orang orang yang belum pernah mendengarkan Homogenic?
sebenarnya basicnya pop hanya diramu secara elektronik. jadi kayanya masih gampang dicerna buat telinga-telinga awam.

Homogenic sering disebut sebagai pengekor Bjork. opini kalian sendiri?
wah bangga sekali kalo disamakan ama bjork,berarti kita hebat ya, adorer by everybody!! haha. sebenarnya ga ngekor2 amat, itu mungkin hanya euphoria massa orang2 yang belum tau musik homogenic dan menilainya hanya dari nama homogenic itu sendiri. mbak bjork itu out of reach banget lah.. gak mungkin kita ekor-ekorin…

gue sering dengar kritik. kalau penampilan kalian kurang hidup. karena hanya menggunakan peralatan elektronik. bagi kalian sendiri bagaimana?
ya itu hak mereka yang mau mengkritik, tapi itulah homogenic! mungkin suatu saat nanti di
waktu dan tempat yang pas kami akan melakukan beberapa inovasi sebagai jawaban dari kritikan2 tsb, tapi kami tdk akan pernah merubah image dan trade mark yang ada. tunggu saja nanti..

kiat kiat kalian dalam membentuk sebuah band dan mempertahankannya?
betul2 memikirkan konsep band itu sendiri, setelah itu mempelajari konsep itu baik..buatlah agar kita yang tau segalanya ttg konsep tsb! carilah orang2 yang betul ahli di bidangnya dan sekonsep juga satu visi sama kamu…untuk mempertahankannya tetaplah menjalin kerjasama yang baik!

musik trip hop model homogenic kan tidak terlalu ‘in’ di zaman yang sedang demam emo, punk atau garage rock. alasan khusus dalam hal ini?
ga ada..memang kita bukan orang2 yang in fashion..haha..eh kata siapa ga in?? tunggu deh bentar lagi..pasti menjamurr, indonesia lah tau sendiri

if possible. who will be collaborating with Homogenic?
beberapa pemusik kesenian daerah … liat aja nanti 😉 masih kejutan

how is Homogenic lifestyle?

hmm, sama aja kaya yang lain. kuliah,pacaran,buka friendster,jalan2 ke mall, nonton bioskop,pergi malam mingguan,nongkrong, biasa ajalah.

apa aja proses yang biasa dilakukan dalam penciptaan sebuah lagu?
dina:melamun, duduk manis di depan komputer dan keyboard, secangkir teh manis panas, aromatherapy lavender, beberapa kamus bahasa inggris dan indonesia, jadi. trus transfer via email ke dea. briefing.. tunjukin ke rissa buat masukin vokal

tell us about your upcoming album> (albumnya udah keluar, -ed)
more simple but sophisticated. (semoga!)

kiat kiat yang akan dilakukan Homogenic untuk terciptanya sesuatu yang Fresh dalam
penampilan dan musik?

penampilan ; maskeran seminggu sekali
musik ; banyak cari tau yang baru

describe the best enviroment to enjoy Homogenic’s music
malam hari, di kamar atau pagi hari di jalan tol. atau malah di wc? heh…? yang penting dikelilingi atmosfir yang enak.

hal hal yang mempengaruhi kreatifitas Homogenic?
perasaan, perasaan,perasaan, itu aja

what is in your playlist now?
Deena: mum,goldfrapp,lamb,massive attack,weekend players
dea: tangled out:electronic pop compilation, dubstar, mew, lhb, a few of car park north, sova, rufio, dll..dll..

opini tentang piracy?

bagus untuk band (jadi terkenal..hahaha) tapi neraka buat label
ps: kebetulan band bukan prioritas kami buat nyari duit. laku syukur, nggak ya apa boleh buat… yang penting idealisme kita tersalurkan, dan kita enjoy membawakan lagu2 kita sendiri.

click www.deathrockstar.tk tell us something about it.
oke udah di bookmark tuch

thanks
sama-sama ric.. trus berkarya!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: