Raindrops and the Sunshower

FeaturedReviews

Written by:

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah membaca sebuah artikel berisi wawancara seorang musisi senior yang berbicara mengenai perkembangan musik di kota Bandung. Di situ sang musisi menyebut Bandung (dan sekitarnya) sebagai tempat di mana jenis musik instrumental dan eksperimental dapat tumbuh subur dan mendapat atensi yang layak. Saat saya mendengar sampel lagu dari Raindrops and The Sunshower yang saya terima minggu lalu, saya langsung teringat kembali pada artikel tersebut, dan menyimpulkan bahwa dengan musik yang mereka bawakan, Raindrops and The Sunshower ikut berperan membuat pernyataan sang musisi senior tadi tetap valid hingga saat ini.

Raindrops and The Sunshower merupakan kolektif musikal beranggotakan Randy Ramadhan, Ferdian Yuren, Sony Mardian, Ibend. Empat lagu yang mereka kirimkan ke kami, menunjukkan bahwa band asal Jatinangor ini bukanlah band kacangan. ’Beautiful Moonlight in the Dawn Sky’ misalnya, akan
berhasil membuat anda membayangkan sejuknya hembusan angin di hutan pinus, yang tiba-tiba mengamuk membawa hujan badai pada pertengahan lagu sebelum kemudian reda dan berakhir
damai.

’And the Morning Comes’ menawarkan dentingan suara menyerupai gamelan berlatar bebunyian digital serta bubuhan bunyi alat musik tiup di akhir lagu. Flow lagu ini agak monoton memang, tapi jika anda ingin mendengarkan sesuatu yang tidak lazim, lagu ini adalah jawabannya.

Dengan musik se-bergizi ini, wajar rasanya jika musik mereka sampai hingga sampai ke halaman situs sebuah netlabel di Amerika. Patut ditunggu, apa yang dapat mereka tawarkan untuk menjaga agar pendengar tidak mati kebosanan jika suatu saat mereka merilis sebuah full album.
(Risyad Tabattala)

0 Replies to “Raindrops and the Sunshower”

  1. dompu says:

    eta mah para senior aing!hahaha

  2. pud says:

    watch their live performance, mereka jelek dan membosankan, asli deh.

  3. taylor says:

    band jelek,, norak pokoknya.

  4. doni says:

    i like them..they're great!!…ngeliat terakhir di Jakarta Echo Fest. mantap mereka mainnya…go Raindrops!!

  5. kinar says:

    gw tau mereka dari temen, bagus lagunya

  6. rania says:

    Love their music 🙂

  7. ariefff says:

    ini tipikal band postrock indonesia.. formulanya sama.. quiet-loud-quiet-loud.. gak ada yg beda!!! karena kurangnya referensi dan malas menggali akar postrock berikut sejarahnya.. hanya postrock revival yg di dengar!! review mereka di webzine lain dinilai buruk!!!

    • Randyy says:

      ya, di webzine lain kami memang dinilai buruk. tapi tahu apa anda apa yg kami dengarkan?kurang referensi??sayangnya kami banyak menggali postrock bukan cuma yg anda sebut postrock revival, lagian anda jd terkesan sok tahu tentang apa yg kami dengarkan dan referensi yg kami gali, sudah dengar EP kita apa cuma baca webzine atau cuma denger satu lagu pny kita? ya, kita tetap pny lagu2 dngan formula quiet-loud tapi ga semuanya, klopun formulanya quiet-loud kami coba lebih mengakali dari progresi kord atopun dng aransemen lewat instrumen yg jarang dipakai. kalaupun anda tidak suka dan tetap menganggap kami seperti itu, itu hak anda, dan terima kasih atas perhatian anda dng mengkritik kami, at least setiap kritik akan menjadi manfaat buat kami ke depan…

      btw, kayaknya anda tahu betul tentang postrock, mungkin saya bs belajar dan berdiskusi dgn anda….:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: