Kurung Manuk : Film Panjang Karya Sigit Pradityo

News

Written by:

Satu lagi karya anak bangsa yang kali ini kita akan menoleh ke dunia perfilman. Kurung Manuk judulnya, sebuah film panjang perdana dari sutradara Sigit Pradityo. Kinerja Sigit lebih dikenal banyak mengerjakan beberapa video musik, film pendek dan bahkan sebuah novel grafis berjudul ‘Satrio Piningit’, dengan gigih akhirnya dapat menyelesaikan proses produksi film bergenre ‘lo-fi’ ini dengan proses produksi bergerilya serta dengan dana produksi yang minim. Dan berpedoman pada sikap ‘rebel without a crew’ milik Robert Rodriguez dalam setiap karyanya

Adapun perjuangan panjang dia berbuah film bergenrekan drama-romantis-ironis dilebur horror-misteri-fantasi serta mitologi tradisional Indonesia-budaya pop-surealis lewat karakteristik film ‘lo-fi’ ini dengan proses produksi bergerilya serta dengan dana produksi yang minim. Sedikit sinopsi tentang film ini – “Manuk adalah seorang aneh yang tidak pernah keluar dari kamarnya karena keanehannya itu dia jadi bahan pembicaraan dilingkungannya. Dilain pihak ada sebuah kasus pembunuhan berantai yang mengindikasikan bahwa pelakunya adalah Manuk yang tidak pernah keluar kamar.”

“Tidak ada nama besar di deretan pemain film ini, semua peran dimainkan oleh teman-teman Sigit sendiri dan beberapa talent yang Sigit ajak dari beberapa tempat kursus acting.” Kutipan dari rilisan pers yang kami terima. Skenario ini juga ditulis sendiri oleh Sigit Pradityo dan Rosa Serena dimana mereka mempunyai pengalaman  menggarap novel grafis, Sigit dengan Novel Grafis “Satrio Piningit”, Rosa dengan Novel Grafis “Mata Kaca” sehingga film Kurung Manuk mempunyai unsur gaya bertutur dan gaya visual novel grafis yang kuat. Film ini juga mencampurkan animasi garapan Ramdhan Dwiputra dari Kampoong Monster studio, Ari Satria yang juga menggarap animasi pada film Madame X dan Rocket Rain, Putuy Satria dan Supari.

Film ini diproduksi oleh Mercusuar Production dan Ngisupers diperankan oleh Prasajadi Heru sebagai Manuk, Osh Indah sebagai Sora, Rhoald Marcellius sebagai Agen Bara, Ari Satria sebagai Agen Bayu, Meike Djueni sebagai Ibu Manuk, Citra Lubis sebagai Wani, Yohanes Dwicipta sebagai Iwan, Makoto dan Arie Gusti sebagai Yakuza, Farras Fatik dan Adinda Gabby sebagai Manuk dan Wani kecil, Asep dan Sigit Pradityo sebagai pemancing. Untuk departemen musik dan tata suara pada film Kurung Manuk ini dikerjakan oleh Yudhi Arfani (Everybody Loves Irene), Zeke Khaseli (Zeke and the Popo), Benedict Pardede (Negative Lovers) dan Jonathan Pardede (Sunmantra).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: