Review Event : A State Of Trance 650

FeaturedNewsReviews

Written by:

A State Of Trance 650 (ASOT) merupakan festival  EDM (electronic dance music) terusan dari berapa negara—untuk ASIA digelar di Malaysia dan Jakarta—kali ini menyerahkan sepenuhnya ke kedua promotor terpercaya yaitu Ismaya Live dan Dyandra Entertainment bertempat di Pantai Carnaval, Ancol. Dengan menghadirkan nama-nama lama penggerak scene trance pada masanya, menjadi trigger untuk festival yang dibentuk pada 3 tahun silam ini. Sebut saja John O’Callaghan, Paul Van Dyk, dan Armin Van Burren. 

Pihak panitia juga menyediakan fasilitas berupa live broadcast yang dapat diakses di live.astateoftrance.com ke seluruh dunia, sebuah fasilitas internet yang benefit pertamakalinya di Indonesia.

Screen Shot 2014-03-27 at 5.25.04 PM

Memasuki pelataran venue, langsung disuguhkan dengan stage super megah serta layar LED gigantis bervisualkan deck rocket yang futuristik. Memang sengaja dikonsep seperti itu, bertujuan untuk memanjakan penikmat dance music seraya menyebarkan virus trance yang diproklamirkan oleh Klaus Schulze pada awal tahun 90-an sampai ke luar angkasa.

Screen Shot 2014-03-27 at 5.22.58 PM

 

Tim kamipun menyaksikan Andrew Rayel sedang tampil enerjik bersama melodi-melodi progressif di turn table-nya. Kadang kala berinteraksi mengajak crowd mengangkat tangan lewat video interaktif divisualnya. Dilanjut Armin van Buuren yang lebih menonjolkan sisi kharismanya bersama unsur-unsur uplifting trance yang terdapat di album Shivers, Imagine, Marriage, dan Intense. Berbeda dengan Paul Van Dyk, salah satu nama yang mengalahkan singasana Tiesto di urutan pertama DJ terbaik, lebih liar, dan memekakan gendang telinga. Ditutup oleh John O’Callaghan yang namanya sering muncul di berapa headline festival trance dunia, menyempurnakan malam diringi semilir angin pantai sampai jam empat pagi.

Screen Shot 2014-03-27 at 5.26.23 PM

Ironis, ketika mengetahui festival ini memakan dua korban jiwa karena overdosis seperti yang terjadi di Future Music Festival Asia (Malaysia), padahal setelah pintu masuk terdapat himbauan pesan anti-narkoba.  Zat-zat adiksi atau segala jenis minuman memabukan menjadi hal yang mengikat untuk segala jenis dance music. Alih-alih supaya lebih menikmati setiap beat yang diberi sang DJ. Melepaskan paradigma tersebut memang sulit seperti pengemudi mobil rally dakar tanpa navigatornya akan “kehilangan arah”. Semoga hal seperti ini tak terulang kedepannya di festival sejenis, apalagi berskala internasional.

Photoset A State Of Trance 650 click here

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: