Review Event : Jägermusic Night (Seringai X Jägermeister)

FeaturedNewsReviews

Written by:

Awal tahun 2014, kabar tentang Seringai yang telah menandatangani kontrak kerja sama (endorsement/sponsorship) dengan Jägermeister telah mencuat ke penjuru Indonesia, lewat kicauan akun twitter mereka . Suatu kebanggaan tersendiri band rock/metal/cross-over asal Jakarta yang berdiri sejak 2002 berkolaborasi bersama brand liquor nomor satu di Jerman asal Wolfenbüttel ini.

Setelah mengadakan secara rutin Jägermeister Music Tour di Amerika dan Eropa dengan line-up seperti Skeletonwitch, Megadeth, Slayer, Anthrax, Pennywise, Hatebreed, Corrossion Of Conformity, Mastodon, dan banyak lagi, kini brand minuman berlogokan kepala rusa ini menggelar Jägermusic Night yang diadakan di Basement Cafe Arion Swiss-Belhotel, Kemang, Jakarta. Berisikan band-band yang sudah diseleksi terlebih dahulu oleh Seringai dan Jägermeister. Dipandu oleh MC kesayangan kaum remaja sekarang yaitu Abdul Gofar Hilman (@pergijauh).

JaggerMusic Night

Dibuka oleh The Porno band kebanggaan Pondok Gede, Bekasi yang namanya sudah jarang terdengar setelah album perdananya rilis, tampil dengan formasi baru. Digawangi kakak beradik Yanu Fuadi (bass) dan Pandu Fahtoni—yang kini mengisi bagian vokal/gitar, N A Prabowo (drum), serta Amy Amanda (gitar) memberikan variasi baru dalam musiknya—walaupun bassline dari Yanu condong terdengar berlebihan saat membawakan Control. Tipikal Peter Hook membetot bass. Monoton namun powerfull. Komposisi baru, aransemen baru, hampir tidak ada yang mengecewakan. Akhirnya, satu demi satu para personil meninggalkan stage, hingga menyisakan Bowo bersama raungan distorsi, menandakan mereka menyudahi aksi sempurna malam ini. Lalu ada duo asal Jakarta yang memainkan sound 90s raw & fuzzy doom-metal / stoner-metal yaitu Matiasu, melanjutkan pesta Jägermusic bersama sound paling megah. Iqra selaku peramu instrumen utama, tampil beda mengenakan baju kokoh mengajak headbanging berjamaah. Bersama lagu-lagu baru yang mereka rilis di album Doom Dance, membawa berkah untuk penikmat yang tak bisa mendapatkan rilisan album ini dalam bentuk fisik—dikarenakan sudah sold out. Merambat dan membius sesaat waktu membawakan ulang “Funeralpolis” kepunyaan Electric Wizard. “After Dark” menjadi track andalan untuk menutup performa yang maksimal.

JaggerMusic Night

Caustics.Ultraist.Totally Slice atau yang disingkat C.U.T.S menjadi penampil ketiga yang mendapat apresiasi secukupnya dari para penonton. Tak ayal jika aksi mangku tangan oleh kebanyakan pengunjung membuat dua berkewarganegaraan asing yang sedari Matiasu main menjadi (makin) ‘gerah’! Mereka berdua pun membuat kemeriahan sendiri—alih-alih ingin menjadi ‘pemantik’—seraya Ykha Amelz berteriak menyanyikan “Beringas”, “Isabella”, sampai lagu terakhir, “Teriak Gila”. “That’s how we appreciate the show” ujar sang bule tersebut. Namun, hal itu tak membuat patah semangat  band electro clash asal Bandung ini tetap ciamik memegang kendali pertunjukannya. Sama hal-nya dengan Kelelawar Malam, budak-budak Suzanna ini memang disetiap aksinya selalu memberikan gimmick. Bukan pocong, replika makam, ataupun taburan kembang 7 rupa beraromakan kemenyan. Kali ini mereka tampil sangat sederhana. Hanya loopingan skrip dari adegan film “Sundel Bolong” bersama kemunculan boneka kuntilanak sewaktu “Malam Jumat Kliwon” dibawakan. Juga mengajak bernyanyi bersama lagu “Bangkit Dari Kubur” sebagai lagu terakhir.  Masuknya Uri Putra sebagai pemain bass menjadikan Kelelawar Malam terdengar semakin dinamis.

JaggerMusic Night

Giliran Seringai selaku yang punya hajat atas kolaborasinya bersama Jägermeister menjadi penampil utama. Sebuah tembang asal tanah Batak yaitu “Lissoi” mengawali malam keakraban bersama kawanan Serigala Militia (sebutan untuk fans Seringai). Lalu melibas keras dengan sekumpulan lagu yang terdapat di tiga album mereka. Total ada belasan lagu yang dimainkan. Mosh pit sudah tidak terlihat kondusif lagi. Kedua bule yang asik sendirian sedari Matiasu main, sudah kewalahan akan kegilaan ini. Terlihat juga berapa teman-teman media menikmati acara ini, seperti Felix Dass (Jakarta Post), Rio Tantomo (Trax Magazine), Yulio Safik (Gigsplay) saling bertukar keringat di pit. “Untuk kalian yang sudah terlalu banyak ‘minum’ dan pulangnya berkendaraan, ada baiknya kendaraan dititipkan saja” ujar Arian memberi pesan pemberitahuan sambil menceritakan kronologis singkat kecelakaan yang menimpa Anda Perdana. Kembalinya Edy Khemod atas cedera kaki beberapa waktu lalu, harus memotong tiga lagu di setlist mereka. “Mengadili Persepsi” pun dijadikan lagu sebelum encore gacoan “Ace Of Spade” dari almighty Motörhead. Aksi penutup yang sangat klimaks sampai membuat salah satu pengunjung kehabisan tenaga di bibir stage.

Seringai merupakan band rock/metal pertama yang disupport oleh Jägermeister untuk melakukan segala kegiatan bermusik dan kegiatan publikasi lainnya. Semoga untuk kedepannya bisa menyelenggarakan pentas serupa dengan deretan nama lebih berbahaya!

JaggerMusic Night

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: